• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Pelarangan Akun Ganda, Jalan Menuju Otokrasi Digital

Ali Syarief by Ali Syarief
July 24, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Politik
0
Pelarangan Akun Ganda, Jalan Menuju Otokrasi Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Gagasan anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Oleh Soleh, soal pelarangan akun ganda di media sosial, bukan hanya absurd, tapi juga berbahaya. Ia tidak sekadar menyinggung ranah teknis pengelolaan digital, tetapi menyentuh inti dari hak-hak sipil masyarakat dalam demokrasi: kebebasan berekspresi dan hak untuk bersuara. Dalam forum rapat dengar pendapat bersama raksasa platform digital seperti Google, YouTube, TikTok, dan Meta, pada 15 Juli 2025, usulan ini muncul dengan dalih “menghindari penyalahgunaan akun ganda untuk kepentingan negatif”.

Namun, alih-alih menyelesaikan masalah, gagasan ini membuka ruang menuju praktik negara otoriter—atau bahkan komunis gaya lama—yang menjadikan kendali atas komunikasi publik sebagai alat pembungkaman. Tak terbayangkan, di tengah zaman keterbukaan informasi dan pluralisme gagasan, justru seorang wakil rakyat yang terpilih lewat sistem demokrasi malah mengusulkan regulasi yang berpotensi membungkam rakyatnya sendiri.

Digitalisasi Tak Bisa Ditaklukkan dengan Represi

Memang tak bisa dimungkiri bahwa ruang digital tidak sepenuhnya steril. Hoaks, penipuan, bahkan ujaran kebencian berseliweran di antara unggahan harian pengguna. Namun, benarkah satu-satunya jalan keluar adalah dengan melarang warganet memiliki lebih dari satu akun?

Jawabannya: tentu saja tidak.

Masyarakat digital memiliki kebutuhan yang kompleks. Akun ganda tidak selalu berarti niat jahat. Seorang wirausahawan kecil bisa punya akun pribadi, satu lagi untuk bisnisnya. Seorang guru mungkin membuat akun terpisah untuk berbagi materi belajar. Seorang aktivis bisa memiliki akun anonim untuk melindungi identitasnya saat bersuara tentang ketidakadilan. Semua ini adalah manifestasi dari fungsi media sosial yang makin luas—sosial, ekonomi, hingga politik.

Demokrasi Bukan Sekadar Kotak Suara

Organisasi Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengingatkan, pelarangan akun ganda berpotensi besar melanggar prinsip dasar demokrasi digital. Sejauh ini, tak ada satu pun negara demokratis yang mengadopsi larangan semacam itu. Jika Indonesia, sebagai negara dengan pengalaman demokrasi pasca-Orde Baru yang panjang, justru hendak mengambil jalur ini, maka kita sedang mundur—bukan maju.

Pelarangan akun ganda bisa menjadi preseden buruk untuk intervensi pemerintah yang lebih dalam terhadap ruang privat digital. Kita tahu, di negara-negara otoriter seperti Tiongkok, pengawasan akun dan internet sangat ketat, bahkan hingga ke level individu. Jika usulan ini disahkan, Indonesia berpotensi menapaki jalan yang sama—dengan bungkus “kebaikan bersama”.

Politisi Sampah di Era Digital

Kita tak bisa lagi memberi ruang kepada politisi dengan gagasan yang berbahaya seperti ini. Negara ini dibangun bukan untuk membesarkan ego anggota parlemen yang merasa terganggu dengan suara publik di media sosial. Demokrasi tidak tumbuh di ruang steril tanpa kritik. Justru karena ada ruang perbedaan pendapat, demokrasi bertahan.

Politisi seperti Oleh Soleh bukan hanya gagal memahami dinamika digital, tapi juga menistakan akal sehat publik. Gagasan pelarangan akun ganda bukanlah solusi, tapi ancaman bagi keberlangsungan ruang demokrasi. Jika logika seperti ini terus hidup, bisa-bisa kita akan menyaksikan kebijakan lain yang lebih represif: sensor massal, pelarangan kritik, hingga pemenjaraan pengguna media sosial yang “tidak patuh”.

Menjaga Ekosistem Digital dengan Bijak

Sebaliknya, seperti dikemukakan pengamat komunikasi Firman Kurniawan, jalan tengah lebih bijak diambil. Ia menyarankan pendekatan identifikasi: jika seseorang memiliki banyak akun, maka setidaknya ada kejelasan siapa pemiliknya, tanpa harus melarang keberadaannya. Ini membuka ruang untuk tanggung jawab pengguna tanpa menghilangkan hak mereka.

Demokrasi dan keterbukaan tidak bisa dijaga dengan aturan yang represif, tapi dengan edukasi, literasi digital, serta sistem hukum yang adil dan akuntabel. Solusi bukan pada pelarangan, tapi pada pemberdayaan masyarakat agar tahu mana yang benar dan salah, serta berani bertanggung jawab atas apa yang mereka unggah.

Penutup: Negara Demokrasi Bukan Milik Politisi

Kita tak boleh membiarkan negara ini dikemudikan oleh politisi yang gagap teknologi dan rabun demokrasi. Gagasan seperti pelarangan akun ganda adalah benih dari rezim yang hendak mengatur cara kita berpikir, berbicara, dan menyuarakan hati nurani.

Negara ini bukan milik politisi, apalagi politisi “sampah” yang menjual rasa aman dengan harga kebebasan.

Kalau ada yang pantas dibuang ke luar negeri, bukan rakyat dengan akun gandanya—tapi para pembuat kebijakan dengan mental tirani yang sebaiknya dikirim saja ke China atau Korea Utara, negeri-negeri yang memimpikan kontrol total atas rakyatnya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PRABOWO DAN KOPERASI DALAM SUBVERSI SISTEMIK

Next Post

Mengapa Dokter Pribadi yang Disiapkan Negara Bungkam tentang Penyakit Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Jokowi Penuhi Pemeriksaan Polisi di Solo, Serahkan Ijazah Asli; Roy Suryo Sindir Fasilitas Khusus

Mengapa Dokter Pribadi yang Disiapkan Negara Bungkam tentang Penyakit Jokowi?

Prof. Ryaas Rasyid Kebohongan: Musuh Besar Peradaban – Dampak Kebohongan oleh Pemimpin Tertinggi dalam Politik

Prof Ryas Rasyid : Bagi Yang Punya Akal Sehat "Jokowi Tidak Punya Ijazah Asli"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist