• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prof Ryas Rasyid : Bagi Yang Punya Akal Sehat “Jokowi Tidak Punya Ijazah Asli”

Ali Syarief by Ali Syarief
July 24, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Prof. Ryaas Rasyid Kebohongan: Musuh Besar Peradaban – Dampak Kebohongan oleh Pemimpin Tertinggi dalam Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews- Dalam demokrasi modern, legitimasi seorang pemimpin tidak hanya bertumpu pada suara mayoritas, tetapi juga pada transparansi dan integritas personal. Hal-hal yang tampak sederhana seperti keaslian ijazah atau konsistensi dalam pernyataan publik bisa menjadi kunci penilaian atas kejujuran dan tanggung jawab seorang pejabat tinggi. Di tengah hiruk-pikuk politik Indonesia, pertanyaan mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali menyeruak ke permukaan, kali ini melalui sorotan kritis dari Prof. Dr. Ryaas Rasyid, seorang akademisi dan tokoh reformasi tata kelola pemerintahan.

Ryaas Rasyid bukan sosok sembarangan. Ia adalah salah satu arsitek otonomi daerah dan pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Pandangannya soal hilangnya dokumen pencalonan Jokowi di KPU Solo, Jakarta, dan Pusat bukan sekadar gumaman pinggir jalan. Ia mempertanyakan secara terbuka: mengapa dokumen administrasi penting seperti ijazah Jokowi tidak bisa ditemukan di ketiga level KPU tersebut? Dan yang lebih mengkhawatirkan, mengapa baik Jokowi maupun KPU memilih diam?

Diam yang berulang bukan hanya menciptakan kesan penghindaran, tetapi juga mencederai akal sehat publik. Di negara mana pun, seorang kepala negara wajib memiliki riwayat administratif yang lengkap dan bisa diverifikasi. Ketika dokumen-dokumen itu hilang tanpa jejak, dan tidak ada klarifikasi resmi, maka publik punya hak penuh untuk bertanya: ada apa yang disembunyikan?

Lebih jauh lagi, Ryaas juga menyinggung momen di mana Jokowi, dalam kapasitasnya sebagai Presiden, datang ke kampus almamaternya UGM dan menyebut Prof. Dr. Kasmujo sebagai dosen pembimbing skripsinya. Pernyataan ini segera dibantah oleh Kasmujo sendiri, yang menegaskan bahwa ia tidak pernah membimbing skripsi Jokowi. Jika benar demikian, maka publik dihadapkan pada kenyataan pahit: seorang kepala negara menyampaikan informasi keliru di ruang akademik, tanpa ada koreksi, klarifikasi, atau tanggung jawab moral yang ditunjukkan.

Dua kejadian ini—hilangnya dokumen dan klaim pembimbing yang tidak sesuai fakta—bukan sekadar isu administratif. Ia menyentuh jantung integritas. Sebab, seorang pemimpin bukan hanya dipilih untuk memimpin, tetapi juga untuk menjadi teladan. Kejujuran adalah pondasi dasar dari semua nilai kepemimpinan. Ketika kejujuran ini dipertanyakan dan tidak dijawab, maka yang hilang bukan hanya dokumen, tapi kepercayaan publik.

Sebagian mungkin akan membela dengan dalih bahwa ini hanya manuver politik, bahwa Jokowi telah dua kali terpilih secara demokratis, dan bahwa isu ijazah ini hanyalah fitnah belaka. Namun bila demikian, mengapa pembuktian terhadap keaslian ijazah itu tak pernah diselesaikan secara terbuka dan tuntas? Jika benar tidak ada yang disembunyikan, bukankah lebih mudah menunjukkan bukti otentik, bukan sekadar legalisasi fotokopi?

Diamnya negara, terutama lembaga seperti KPU yang seharusnya menjaga integritas proses demokrasi, memperburuk kecurigaan. Dalam sistem yang sehat, KPU wajib menyimpan dan memverifikasi seluruh dokumen pencalonan, bukan justru kehilangan atau abai. Diamnya Jokowi, di sisi lain, memperlihatkan ketidakpedulian terhadap pertanyaan moral dan integritas personal yang semestinya dijunjung tinggi oleh seorang Presiden.

Kita tak sedang memburu masa lalu seseorang untuk mempermalukannya, melainkan ingin memastikan bahwa pemimpin kita lahir dari proses yang benar, jujur, dan bertanggung jawab. Di sinilah esensi demokrasi diuji. Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tetapi juga soal kejujuran, keterbukaan, dan akuntabilitas.

Selama pertanyaan-pertanyaan ini tak dijawab, selama dokumen-dokumen itu tak muncul, dan selama klarifikasi tak pernah datang, maka setiap warga negara berhak untuk terus bertanya: siapa sebenarnya yang sedang kita sebut sebagai Presiden? Dan apa yang sebenarnya sedang ditutupi oleh diam yang berkepanjangan itu?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Dokter Pribadi yang Disiapkan Negara Bungkam tentang Penyakit Jokowi?

Next Post

Indonesia for Sale!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
TRUMPISME, PRABOWOISME DAN GERHANA GLOBALISME

Indonesia for Sale!

Arah Pidato Prabowo Itu, Sesungguhnya Untuk Siapa?

KSP: Prabowo Bisa Dimakzulkan, Ini Alasannya!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist