• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengenal Gerakan “Gereja Unifkasi” Yang Telah Memporak Porandakan Para Politikus Jepang

Ali Syarief by Ali Syarief
November 23, 2022
in Feature
0
Tetsuya Yamagami Rela Mati Untuk Melawan Gereja Unifikasi

Tetsuya Yamagami, penembak mantan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe, mengaku rela mati demi bisa membebaskan umat Gereja Unifikasi. (Kyodo News via AP)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada tahun 1995, dunia di hebohkan oleh seorang yang bernama Aum Shinrikyo, karena nekad melakukan serangan beracun sarin, yang mematikan banyak orang, pada Kereta Bawah Tanah, Subway, di Tokyo.

Kali ini, Jepang juga dihebohkan oleh kelompok “Gereja Unifikasi, yang menjadi pemberi dana kepada sejumlah politikus, untuk kepentingan kampanyenya. Sehingga memaksa PM Kishida untuk memberhentikan sejumlah Menteri-menterinya yang diketahui mendapat aliran dana.

Tetapi Kishida juga pro aktif untuk melawan keberedaan “Gereja Unifikasi” itu, dengan memulai mengadakan penyelidikan resmi oleh negara. Dilaporkan bahwa kini Jepang telah meluncurkan penyelidikan terhadap Gereja Unifikasi, yang berpotensi mengancam posisi kelompok itu.

Walau demikian, banyak yang meragukan efektifitasnya. Melihat pengalaman, sekalipun aliran Aum Shinrikyo telah dibekukan, tetapi anggotanya masih tetap aktif dalam berbagai bentuknya.  

Apa itu aliran Gereja Unifikasi?

Secara resmi disebut Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Unifikasi Dunia. Organisasi ini  lebih populer sebagai Gereja Unifikasi. Awalnya didirikan di Korea Selatan pada tahun 1954 oleh Sun Myung Moon, seorang anti-komunis dan menyatakan diri sebagai mesias.

Jepang adalah salah satu target pertama dalam penyebaran perluasan internasionalnya. Dan diketahui bahwa Jepang adalah jemaat terbesar keempat dengan sekitar 600.000 pengikut dari 10 juta gereja secara global. Walau diyakini yang aktif hanya 100.000 anggota saja. Banyak yang keluar dari persekutuan itu. Tetapi  Gereja mengatakan Jepang adalah sumber pendapatan yang terbesarnya.

Bagaimana sikap masyakarat Jepang, atas keberadaan Gereja Unifikasi itu?

Banyak orang Jepang melihat gereja sebagai kultus. Melakukan pernikahan massal. Permintaan sumbangan yang tak lazim. Meskipun gereja mengatakan tidak lagi melakukan apa yang diakuinya sebagai praktik berlebihan di masa lalu, termasuk penjualan door to door yang agresif.

Di Jepang, menjadi mode, apapun status agamanya, mereka suka menikah di Gereja.

Tersangka, Tetsuya Yamagami, pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada Juli mengatakan gereja membujuk ibunya untuk mendonasikan 100 juta yen. Sebuah kelompok pengacara di Jepang mengatakan gereja telah mengumpulkan hampir $1 miliar dari para pengikutnya sejak tahun 1987, dan menghasilkan sekitar 35.000 klaim kompensasi.

Tersangka menyalahkan gereja atas kehancuran finansial keluarganya, dan menyalahkan Abe karena mempromosikan gereja. Pembunuhan Abe mengungkapkan kepada publik ikatan yang telah dibentuk gereja dengan politisi, karena bertujuan untuk meningkatkan reputasinya dan menarik pengikut.

Tetapi disangkal Partai Liberal Demokrat  ada hubungan organisasi dengan gereja. Sejak kasus penembakan Abe, melarang anggotanya mempertahankan ikatan dengan gereja tersebut.

Perdana Menteri Fumio Kishida membersihkan menteri yang memiliki hubungan dengan gereja dari kabinetnya pada bulan Agustus, sementara menteri lain yang kemudian mengungkapkan hubungan tersebut mengundurkan diri pada akhir Oktober.

Apa rekasi Gereja atas penyeilidikan negara itu?

Gereja Unifikasi telah mengadakan beberapa konferensi pers untuk menjelaskan posisinya. Pada awal Oktober, gereja mengatakan akan mengadopsi reformasi.  Termasuk mencatat total donasi apa pun yang melebihi 30% dari pendapatan bulanan pengikutnya. Dan harus mendapat persetujuan dari seluruh anggota keluarga.

Pada tanggal 20 Oktober, pejabat senior gereja Hideyuki Teshigawara mengatakan dalam pengarahannya bahwa kelompok tersebut akan “menangani dengan tulus” setiap penyelidikan pemerintah, dan menunjukkan video berdurasi tujuh menit dari seorang anggota gereja yang menyangkal klaim mantan suaminya, bahwa gereja bertanggung jawab atas kematian keluarga tersebut.

Bagaimana nasib gerja?

Semua akan bergantung pada hasil temuan penyelidikan. Gereja bisa kehilangan status hukumnya sebagai organisasi keagamaan, dan keuntungan pajaknya. Pemerintah pertama-tama akan mengajukan permintaan ke pengadilan, sementara keputusan akhir kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan dan dapat diajukan banding hingga ke Mahkamah Agung.

Shiori Kanno, seorang pengacara di panel Badan Urusan Konsumen yang menyelidiki praktik penjualan gereja, mengatakan pencabutan statusnya sebagai organisasi keagamaan tidak akan membatasi gereja untuk melanjutkan kegiatannya atau anggotanya untuk mengadakan berbagai pertemuan dan aktifitas lainnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

DPR Sebut 90 Persen Tambang Nikel di RI Dikuasai China, Pribumi Tersingkir

Next Post

Tim SAR Sedang Cari 150 Orang Dilaporkan Masih Hilang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Data Sementara, Dua Warga Meninggal Akibat Gempa Cianjur

Tim SAR Sedang Cari 150 Orang Dilaporkan Masih Hilang

Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Versi BPKP Tidak Wajar: Diduga ada Rekayasa dan Kriminalisasi.

Kembali ke UUD 1945 Asli: Melalui Dekrit atau Jalan Rakyat?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist