• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Mengintip : Drama Seragam Loreng: Anak Sang Wakil Presiden dan Eks Ajudan Presiden

Ali Syarief by Ali Syarief
May 3, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Mengintip : Drama Seragam Loreng: Anak Sang Wakil Presiden dan Eks Ajudan Presiden
Share on FacebookShare on Twitter

Dari balik lensa kekuasaan, panggung militer Indonesia kembali menampilkan drama senyap namun mengguncang: Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo—anak kandung Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Try Sutrisno—hampir saja digeser dari jabatannya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI. Kursinya bahkan sudah disiapkan untuk Laksamana Muda Hersan, mantan ajudan Presiden Joko Widodo. Tapi takdir—atau mungkin kekuasaan yang lebih tinggi—menulis ulang skenarionya dalam waktu kurang dari 24 jam.

Adalah Keputusan Panglima TNI Nomor KEP 554/IV/2025 yang membuka babak pertama drama ini. Tertanggal 29 April, surat itu menyisipkan nama Hersan untuk menggantikan Kunto. Pergantian itu, menurut banyak pihak, bukan mutasi biasa. Ada aroma politik yang menyeruak dari balik tanda tangan basah pejabat tinggi militer.

Namun sebelum Hersan sempat melangkahkan kaki ke ruang kerja barunya, babak kedua dimulai. Hanya sehari berselang, lahir KEP 554A/IV/2025—suatu surat koreksi yang mencabut mutasi itu dan mengembalikan posisi Kunto ke semula. Apa yang semula tampak seperti rotasi rutin di tubuh militer, kini menjelma menjadi medan tafsir, penuh intrik dan bisik-bisik kekuasaan.

Pusat Penerangan TNI buru-buru memberi klarifikasi. Kata mereka, penundaan mutasi murni soal teknis organisasi. Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan, “Dengan pertimbangan adanya tugas-tugas yang masih harus diselesaikan oleh pejabat saat ini dan perkembangan situasi.” Tapi publik sudah terlanjur mengendus aroma politik yang lebih tajam dari bubuk mesiu.

Pasalnya, hanya beberapa pekan sebelum mutasi itu terjadi, nama Try Sutrisno—ayah Kunto—muncul dalam deklarasi mengejutkan: 103 purnawirawan jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel menyatakan sikap menolak berbagai kebijakan Jokowi, bahkan menyarankan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kunto, sang anak, tak terlibat langsung. Tapi dalam politik kekuasaan, darah dan garis keturunan bisa menjadi beban atau berkah. Dan tampaknya, dalam hitungan detik yang penuh tensi itu, darah lebih kental daripada sekadar loyalitas struktural.

“Enggak, tidak ada kaitannya,” kata Kristomei membantah keras tudingan itu. Tapi publik, seperti biasa, tidak mudah diyakinkan hanya dengan penjelasan formal. Apalagi ketika nama yang dimunculkan sebagai pengganti adalah Hersan—eks ajudan Presiden ke-7, yang disebut-sebut sebagai salah satu “putra mahkota” dalam lingkaran istana.

Dalam dunia militer, pembatalan mutasi bukan sekadar clerical error. Apalagi menyangkut jabatan strategis seperti Pangkogabwilhan I, yang memegang komando atas sebagian besar kekuatan pertahanan wilayah barat Indonesia. Jika terjadi mutasi, maka rantai struktur ikut bergeser. Jika satu perwira tak bisa bergeser, maka seluruh mata rantai mutasi pun berhenti. Maka keputusan untuk membatalkan mutasi ini hanya bisa dilakukan oleh satu orang dengan otoritas tertinggi di republik ini: presiden.

Dan di sinilah aroma campur tangan semakin kentara. Apakah Presiden Jokowi turun tangan langsung menyelamatkan kursi Kunto demi meredakan amarah para purnawirawan jenderal yang sudah menyatakan sikap keras terhadap putranya? Ataukah justru pembatalan ini adalah bentuk kompromi dalam negosiasi kekuasaan antara mereka yang masih berseragam dengan mereka yang sudah meletakkan bintang di pundak?

Yang jelas, Hersan, sang eks ajudan presiden, harus mengemasi ambisinya—setidaknya untuk sementara. Ia kalah oleh waktu, oleh gelombang tekanan, atau oleh sosok yang namanya tak tercantum di surat mutasi tapi hadir dalam setiap perhitungan: Try Sutrisno.

“Dalam dunia militer, tak ada mutasi yang tiba-tiba batal tanpa intervensi tingkat tertinggi,” ujar seorang purnawirawan jenderal kepada Tempo. Ia meminta namanya tak disebut, tapi nadanya tajam. “Ini bukan soal rotasi. Ini soal politik kekuasaan.”

Kini, Letjen Kunto tetap bertugas di Pangkogabwilhan I, dan Hersan kembali ke pos lamanya. Tapi cerita belum selesai. Drama loreng ini akan terus berlanjut selama kursi kekuasaan di republik ini masih ditentukan oleh siapa yang dekat dengan istana—dan siapa yang berdiri berseberangan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ratusan Siswa Keracunan Makanan MBG, BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh

Next Post

Misteri Map Kuning Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?
Birokrasi

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026
Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Next Post
Misteri Map Kuning Jokowi

Misteri Map Kuning Jokowi

Bila Terjadi di Jepang, Jokowi Sudah Harakiri Sejak Dulu

Bila Terjadi di Jepang, Jokowi Sudah Harakiri Sejak Dulu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Hingar-Bingar Gibran di Senayan: Siapa yang Mau Menjaga Takhta Jika Prabowo Tiada?

Dosa Tak Terasa Memilih Prabowo

May 16, 2026

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...