• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengorbankan Ganjar Pranowo?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 11, 2023
in Feature, Politik
0
Berhasilkah Jokowi-Ganjar Kudeta Megawati?

Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (photo/ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Setelah penolakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali Wayan Koster terhadap kehadiran Tim Nasional Israel U-20, publik sepak bola nasional akhirnya berhadapan dengan kenyataan yang sangat pahit. FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Malang tak dapat ditolak, Ketua PSSI/Menteri BUMN Erick Thohir yang sudah terbang untuk bernegosiasi dengan Presiden FIFA Gianni Infatino di Qatar harus pulang dengan tangan hampa. Walaupun sebelum berangkat ke Doha, Erick pasti sudah tahu bagaimana mekanisme pengambilan keputusan FIFA yang nyaris sulit diubah lewat negosiasi dan kedekatan personalnya dengan Infatino. Namun paling tidak, perjalanan Erick ke Qatar sudah memberikan citra positif bagi dirinya di mata publik sepak bola Indonesia.

Di arena politik yang semakin panas jelang Pemilu 2024, berbagai analisis pun muncul. Salah satu teori konspirasi yang ramai diperbincangkan adalah Gubernur Ganjar yang merupakan capres dengan elektabilitas paling moncer sedang dikorbankan oleh PDI-Perjuangan. Untuk apa? Agar, Puan Maharani yang elektabilitasnya jauh di papan bawah dapat dicalonkan pada pilpres nanti.

Pandangan tersebut secara sekilas sangat masuk akal. Tetapi jika dicermati lebih seksama, narasinya sangat tidak solid, seperti membangun rumah di atas pasir, butuh sedikit sapuan ombak saja untuk membuatnya kembali rata dengan tanah. Orang Melayu juga biasa menggunakan metafora seperti sedang menegakkan benang basah.

Kenapa sangat rapuh asumsi tersebut? Sebab, Gubernur Ganjar bukan politisi kemarin sore. Perjalanan politiknya di kancah nasional sudah dimulai sejak sebelum Presiden Joko Widodo menjadi pejabat negara. Jadi, tuduhan Ganjar yang dapat dikorbankan sangat menghinanya sebagai seorang politisi.

Sebelum menjadi gubernur, Ganjar sudah menjadi anggota DPR selama sembilan tahun, jumlah tahun yang sama dengan perjalanan politik Presiden Jokowi dari Wali Kota Solo hingga menjadi orang nomor satu di Indonesia. Kemudian, dia menang Pilgub Jateng 2013 dengan menumbangkan seorang petahana. Tidak ada keraguan, Ganjar adalah politisi yang sangat licin.

Apalagi sekarang, Ganjar sudah nyaris sepuluh tahun menjadi Gubernur. Sulit diterima nalar, politisi sekaliber Ganjar begitu mudah dikorbankan, apalagi dijadikan tumbal untuk menjadi bulan-bulanan publik.

Narasi dikorbankan PDI-Perjuangan jelas merupakan penghinaan bagi Ganjar sebagai calon pengganti Presiden Jokowi. Ganjar dianggap sebagai pemimpin yang tidak dapat mempertahankan prinsipnya, sebagaimana keyakinan mereka pada keteguhan hati Presiden Jokowi.

Ujian Loyalitas

Selain itu, sikap penolakan tersebut juga kurang layak dianggap sebagai sebuah ujian loyalitas. Ganjar bukan sehari-dua menjadi kader partai. Puan Maharani sendiri ikut mengantarkannya menjadi Gubernur Jawa Tengah, artinya dia bukan kader sembarangan. Ganjar adalah Gubernur Kandang Banteng, tidak mungkin posisi tersebut diberikan kepada kader yang belum teruji loyalitasnya.

Apalagi, ujian loyalitas dengan membela partai lewat statemen-statemen di media, tentunya bukan level pemimpin sekelas Ganjar lagi. Dengan perjalanan politik yang panjang, ujian loyalitas tentunya sudah diberikan sejak bertahun-tahun yang lalu. Ganjar sampai ke titik yang sekarang merupakan hasil uji loyalitas terus-menerus.

Dalam banyak interview, Ganjar sudah memberikan pernyataan-pernyataan kesetiaan pada PDI-Perjuangan dan Ketua Umum Megawati. Ujian Ganjar bukan lagi tataran narasi, tetapi lebih kepada aksi untuk memperluas pengaruh partai.

Bentuk loyalitas seorang kader partai yang duduk di jabatan publik tentu berbeda dengan kader pada umumnya. Bukan lagi ujian narasi, sebab itu sudah pasti dikuasai Ganjar yang pernah ikut berbagai pendidikan kaderisasi. Ujian sesungguhnya adalah terkait seberapa besar kontribusinya untuk memperbanyak kursi PDI-Perjuangan. Kalau selama ini sudah banyak berbuat, tentunya tidak perlu ujian loyalitas yang aneh jelang kontestasi elektoral.

Pernyataan penolakan kedatangan Timnas Israel masih level ujian loyalitas junior kepada senior di kampus. Kalau tuduhan pernyataan menolak Timnas Israel adalah bagian dari ujian, artinya loyalitas Ganjar selama ini masih kurang terbukti. Sebagai kader partai tentunya ini juga sebuah penghinaan buat Ganjar Pranowo.

Persaingan Internal

Selanjutnya, narasi aneh lain adalah PDI-Perjuangan ingin menghancurkan Ganjar sebagai bagian dari upaya menggerek Ketua DPR Puan Maharani. Di tengah kompetisi internal PDI-Perjuangan, pandangan ini terasa benar.

Namun, mengorbankan Ganjar sebagai calon terkuat tentunya tidak menguntungkan. Kalau partai yang sudah lama dan teruji berpolitik, tidak akan mengambil pilihan zero sum game. Pilihan yang gegabah biasanya diambil oleh orang-orang yang belum teruji saja.

Mengacu ke sejumlah hasil jajak pendapat, Ganjar selalu unggul atas kandidat lainnya. Bahkan, sejumlah lembaga polling meyakini Ganjar akan memberikan kemenangan hattrick bagi PDI-Perjuangan, sekaligus memastikan kursi presiden.

Dengan golden ticket yang dimiliki PDI-Perjuangan, mereka bisa saja mencalonkan Ganjar berpasangan dengan Puan. Kalah atau menang kandidat ini, PDI-Perjuangan pasti akan dapat untung besar di parlemen.

Lembaga sekelas Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yakin betul dukungan terhadap Ganjar berasal dari berbagai segmentasi psmilih, mulai dari kalangan nasionalis sampai kaum Nahdiyin. Tentunya, Ganjar berpasangan dengan Puan atau siapa pun tidak akan menjadi masalah.

Pemikiran Geopolitik

Selanjutnya, argumen PDI-Perjuangan mengorbankan Ganjar Pranowo juga sekaligus merendahkan pemikiran geopolitik dari Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto. Gagasan dari disertasi Doktor Hasto soal pemikiran geopolitik Bung Karno merupakan dasar pemikiran atas penolakan terhadap kedatangan Israel ini.

Tidak mungkin gagasan yang ada di dalam disertasi tersebut merupakan pemikiran sembarangan. Kenapa begitu? Sebab, Hasto menamatkan studi doktoral di Universitas Pertahanan dengan IPK 4.0. Apalagi, disertasi tersebut diuji langsung oleh Megawati Soekarnoputri. Seorang sekjen partai pemenang pemilu dapat memiliki capaian yang begitu gemilang, sedangkan kita yang mungkin cuma fokus kuliah belum tentu bisa meraih capaian tersebut.

Tentunya, kedalaman dan novelty dari sebuah disertasi mesti dibumikan melalui berbagai sikap politik. Karya ilmiah dari seorang politisi merupakan sebuah pikiran untuk memperkokoh agenda pergerakan, bukan hanya jadi perbincangan ruang akademik. Dalam konteks ini, Sekjen Hasto sudah sangat tepat.

Argumen geopolitis ini perlu menjadi pembahasan yang lebih mendalam. Lepas dari setuju atau tidak dengan penolakan kedatangan Timnas Israel ini, Hasto sudah menjadikan pikiran filosofis untuk melegitimasi sikap politik partainya, bukan sekadar suka atau benci.

Akhir kata, narasi Ganjar sudah dikorbankan oleh PDI-Perjuangan untuk menolak kedatangan Timnas Israel membuat kita sedang merasa de javu, sebuah sejarah berulang. Dahulu, Presiden Megawati juga pernah dianggap mengorbankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Salah satu prinsip dalam politik elektoral merupakan arena pertarungan persepsi, bukan pertarungan salah atau benar, apalagi pertarungan menghadirkan keadilan. Jika publik banyak yang percaya dengan narasi Ganjar Pranowo dikorbankan PDI-Perjuangan, maka artinya sangat mungkin pada 2024 nanti akan lahir presiden korban Megawati kedua dalam sejarah politik Indonesia. Setelah tenggelam SBY, maka terbitlah Ganjar.

Arie Putra, Co-founder Total Politik, host Adu Perspektif, detikcom X Total Politik.

Dikutip dari detikom Senin 10 April 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tiga Pejabat Waskita dan Jasa Marga Diperiksa Kejagung Dalam Kasus Korupsi Tol MBZ

Next Post

Survei Di Jepang: “Setengah Dari Mereka yang Belum Menikah di bawah 30 tahun Tidak Menginginkan Anak”

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Survei Di Jepang: “Setengah Dari Mereka yang Belum Menikah di bawah 30 tahun Tidak Menginginkan Anak”

Survei Di Jepang: “Setengah Dari Mereka yang Belum Menikah di bawah 30 tahun Tidak Menginginkan Anak”

Toyota Berencana Luncurkan Mobil Hybrid Terbaru. Dibuat Di Indonesia

Toyota Berencana Luncurkan Mobil Hybrid Terbaru. Dibuat Di Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist