• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Menjaga Martabat yang Runtuh : HAKIM Bisa Disuap

Ali Syarief by Ali Syarief
May 7, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Menjaga Martabat yang Runtuh : HAKIM Bisa Disuap
Share on FacebookShare on Twitter

Di negara-negara maju, hakim berdiri tegak sebagai penjaga keadilan, tidak gentar oleh kuasa politik, tak tergoda oleh kilauan uang. Mereka dihormati bukan karena jabatan, tetapi karena integritas. Di ruang sidang negara seperti Jerman atau Jepang, kata-kata hakim adalah gema dari undang-undang yang hidup—bukan dagangan yang bisa dinegosiasikan.

Di Indonesia, martabat itu terkikis pelan-pelan, kadang bahkan roboh tanpa ampun.

Baru-baru ini publik kembali dipaksa menyaksikan wajah buram peradilan kita. Seorang hakim, yang mestinya menjadi panutan moral dan pemegang palu keadilan, tertangkap tangan menerima suap triliunan rupiah. Tidak sekadar angka, ini adalah tamparan keras terhadap cita-cita hukum yang adil dan bebas korupsi.

Bagaimana mungkin seorang hakim, yang setiap putusannya menentukan nasib orang banyak, berselingkuh dengan mafia kasus? Bagaimana kepercayaan publik dapat tumbuh bila palu hakim ternyata bisa dibeli? Kejadian ini bukan hanya skandal, melainkan krisis moral sistemik.

Di Inggris, begitu seorang hakim terindikasi tidak netral, kariernya tamat, reputasinya lenyap. Di Jepang, keterlibatan dalam skandal sekecil apa pun akan membuat sang hakim mengundurkan diri dengan malu, lalu menghilang dari panggung publik. Di Amerika Serikat, meski dunia hukumnya keras dan kadang politis, integritas pribadi tetap menjadi batas yang tak bisa ditawar.

Apa yang salah dengan Indonesia?

Banyak. Mulai dari rekrutmen hakim yang tidak sepenuhnya meritokratis, supervisi yang lemah, budaya hukum yang permisif, hingga gaya hidup mewah yang tak sesuai dengan penghasilan. Celah-celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pengusaha hitam, mafia tanah, dan para pengacara busuk untuk menyuap, membujuk, dan menjinakkan para hakim.

Lembaga seperti Komisi Yudisial atau Mahkamah Agung kerap kali tak lebih dari penonton yang kelimpungan setelah semuanya terlambat. Sementara itu, rakyat, yang seharusnya bisa mengandalkan pengadilan untuk mencari keadilan, hanya bisa menggelengkan kepala. Bagi mereka, pengadilan bukan tempat mencari keadilan, tetapi arena kekuasaan uang dan koneksi.

Lalu apa artinya menghormati hakim?

Menghormati hakim bukan soal mencium tangan, bukan pula soal menyebut mereka “Yang Mulia” di ruang sidang. Itu semua kosong jika sistem membiarkan mereka bertransaksi dengan para penjahat berdasi. Hormat yang sejati muncul ketika hakim bisa membuat putusan melawan arus politik, ketika mereka menolak amplop tebal, ketika mereka menyatakan bersalah terhadap mereka yang berkuasa.

Indonesia perlu memulai dari awal. Menyaring calon-calon hakim sejak awal dengan lebih ketat. Membuka pengawasan publik terhadap proses hukum. Membangun etos profesi yang kuat—seperti dokter yang tak menjual resep sembarangan, hakim pun tidak bisa menjual keadilan semaunya.

Karena tanpa itu semua, sebutan “Yang Mulia” hanya akan jadi ironi. Dan setiap pukulan palu sidang hanya akan terdengar seperti gema dari keadilan yang sudah mati.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indeks Integritas Pendidikan 2024 Turun , Perilaku Korupsi Terancam Menurun ke Anak Cucu

Next Post

Hasto : KPK Buang-Buang Uang Negara dengan Daur Ulang Perkara

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Kuasa Hukum Hasto Tuding Ada Politisasi Dalam Kasus Harun Masiku

Hasto : KPK Buang-Buang Uang Negara dengan Daur Ulang Perkara

Presiden Prabowo Bersama Bill Gates Tinjau MBG di SDN 03 Pulo Gadung Jakarta Timur

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...