• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menjaga Sentralitas ASEAN di Indo-Pasifik

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 7, 2023
in Feature
0
Menjaga Sentralitas ASEAN di Indo-Pasifik

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi (kanan) usai meresmikan gedung baru Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kamis (8/8/2019). (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Lukas Singarimbun

Jakarta – Pengumuman implementasi kerja sama AUKUS di kawasan Indo-Pasifik kembali menarik perhatian dan perdebatan terhadap masa depan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik. Dalam pertemuan terbaru pemimpin ketiga negara, Australia sepakat untuk melakukan pembelian kapal selam bertenaga nuklir yang dikembangkan bersama Inggris dan Amerika Serikat dengan tujuan utama menjamin keamanan dan kestabilan kawasan.

Namun, realisasi kerja sama ini meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap persaingan militer dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik baik dari berbagai negara termasuk Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari argumentasi bahwa kerja sama ini hanya ditujukan semata-mata untuk melawan potensi dominasi Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.

Tantangan ASEAN

Alih-alih hanya mengedepankan penyampaian retorika dan perhatian secara verbal terhadap implementasi AUKUS, ASEAN harus melakukan berbagai strategi yang mengedepankan diplomasi dan kerja sama untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan di tengah semakin nyatanya persaingan keamanan di kawasan. Visi besar ini hanya akan dapat tercapai apabila ASEAN secara internal memiliki kohesivitas yang kuat dalam memandang kawasan Indo-Pasifik.

Masih adanya friksi dalam merespons konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, persoalan domestik negara anggota seperti yang sedang terjadi di Myanmar, ketergantungan ekonomi yang terlalu erat baik dengan Amerika Serikat atau Tiongkok berpotensi akan mereduksi konsolidasi ASEAN sebagai organisasi regional dalam merealisasikan visi Indo-Pasifik yang inklusif dan kemudian ketegangan di kawasan Indo-Pasifik.

Keberadaan kerja sama minilateral yang digagas oleh dua kekuatan utama dunia, AS dan Tiongkok di sekitar kawasan juga menjadi ancaman potensial dalam mendiskreditkan sentralitas ASEAN. Keberadaan AUKUS, The Quad oleh AS dan Belt and Road Initiative (BRI) oleh Tiongkok berpotensi melonggarkan visi sentralitas ASEAN dalam melaksanakan AOIP. Argumentasi ini didasarkan pada kemungkinan negara-negara ASEAN akan terlalu menggantungkan kepentingan ekonomi atau militernya pada salah satu kerangka kerja sama yang dirumuskan oleh negara di luar ASEAN dan melonggarkan komitmen terhadap ASEAN sendiri.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh ASEAN adalah dengan secepatnya mengimplementasikan kerangka kerja sama yang ada dalam ASEAN on Indo-Pacific (AOIP). Dengan tujuan utama memastikan bahwa setiap mekanisme kerja sama yang terjadi di kawasan Indo-Pasifik sesuai dengan prinsip ASEAN Way, sebuah gagasan yang mengedepankan negosiasi, musyawarah, dan mufakat sebagai jalan mencari solusi masalah untuk menghindari eskalasi konflik baik ekonomi maupun militer yang akan mengancam semua negara.

Manuver Diplomasi ASEAN

Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh ASEAN adalah dengan secepatnya mengimplementasikan kerangka kerja sama yang ada dalam ASEAN on Indo-Pacific (AOIP). Dengan tujuan utama memastikan bahwa setiap mekanisme kerja sama yang terjadi di kawasan Indo-Pasifik sesuai dengan prinsip ASEAN Way, sebuah gagasan yang mengedepankan negosiasi, musyawarah, dan mufakat sebagai jalan mencari solusi masalah untuk menghindari eskalasi konflik baik ekonomi maupun militer yang akan mengancam semua negara.

Merumuskan penyelesaian masalah dengan mekanisme dialog menjadi cara ASEAN untuk menghindarkan kawasan Indo-Pasifik dari pertarungan geopolitik dan militer yang dapat mengancam stabilitas keamanan di kawasan. Namun, kerangka kerja sama ini hanyalah visi dan misi semata jika tidak diimplementasikan dalam waktu dekat.

Seluruh negara anggota ASEAN jika ingin agar ASEAN tetap kukuh dalam usaha menjaga perdamaian di kawasan, maka sudah seharusnya mempercepat implementasi kerangka kerja sama di wilayah Indo-Pasifik sebelum terlambat di tengah berbagai akselerasi kerja sama terutama dalam bidang militer oleh negara-negara di luar ASEAN dalam lingkup Indo-Pasifik.

Utilisasi secara penuh berbagai mekanisme forum dialog keamanan yang dimiliki oleh ASEAN seperti ASEAN Regional Forum (ARF), East Asia Summit (EAS), dan ASEAN Defence Ministers Meeting Plus (ADMM-Plus) harus dapat dimanfaatkan secara cermat dalam diplomasi regional untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan kawasan di tengah persaingan yang semakin meningkat.

Keketuaan Indonesia di ASEAN

Memegang estafet keketuaan ASEAN pada 2023, Indonesia memegang peranan penting dalam mempertahankan sentralitas ASEAN. Dengan modal diplomasi Indonesia yang sangat besar terutama sejak keberhasilan Presidensi Indonesia di G20 di tengah tantangan dan ketidakpastian global, Indonesia dapat melakukan hal yang sama dalam masa Keketuaan ASEAN tahun 2023.

Keuntungan investasi diplomasi yang telah dilakukan sejak Presidensi G20 bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mereduksi bukan hanya permasalahan internal di dalam ASEAN sendiri, namun juga antara dua kekuatan utama dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok di wilayah Indo-Pasifik melalui berbagai forum yang dimiliki oleh ASEAN saat ini. Pengurangan potensi miskalkulasi strategi yang bisa saja terjadi dan memicu konflik di kawasan Indo-Pasifik harus diselesaikan secara diplomasi dan Indonesia bersama dengan ASEAN setidaknya sudah mempunyai modal tersebut.

Dikutip dari detik.com, Kamis 6 April 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berlakukan UU Omnibus Kesehatan Pemerintah Akan Cabut 10 Undang Undang

Next Post

Apa Saja Dipersiapkan Kementerian PUPR Menyambut Mudik Lebaran

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Apa Saja Dipersiapkan Kementerian PUPR Menyambut Mudik Lebaran

Apa Saja Dipersiapkan Kementerian PUPR Menyambut Mudik Lebaran

Uang Pajak Ditilep, APBN ‘Bocor’ Utang Lagi, Jokowi berpotensi Wariskan Utang Rp 8000 T

Penyelundupan Impor Emas Rp 189 T: Staf Khusus Kemenkeu Diduga Memberi Penjelasan Menyesatkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist