“Di tlsn Pak Dahlan Iskan di ini disebut, Pak DI ketemu wali murid di Al Zaytun yg menyatakan tdk bisa transfer uang sekolah anaknya krn rekening Al Zaytun diblokir. Ini pasti bagian dari hoaks. Kalau diblokir PPATK: Hny tdk bs debet, kalau transfer BISA,” ujar Mahfud lewat kicauan di Twitter, Senin (24/7).
Jakarta – Fusilatnews – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD membantah tulisan Dahlan Iskan yang mengatakan wali santri Pondok Pesantren Al Zaytun kesulitan untuk bayar uang sekolah karena rekening ponpes diblokir Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Menurut Mahfud, sejatinya orang tua murid tetap bisa transfer karena yang diblokir hanya untuk debet atau penarikan. Menurut Mahfud Informasi itu hoaks.
“Di tlsn Pak Dahlan Iskan di ini disebut, Pak DI ketemu wali murid di Al Zaytun yg menyatakan tdk bisa transfer uang sekolah anaknya krn rekening Al Zaytun diblokir. Ini pasti bagian dari hoaks. Kalau diblokir PPATK: Hny tdk bs debet, kalau transfer BISA,” ujar Mahfud lewat kicauan di Twitter, Senin (24/7).
Mahfud mengaskan masih dengan sejumlah ketentuan. Ponpes Al Zaytun, kata Mahfud, bisa melakukan debet 10 persen (diturunkan lagi jadi 5 persen) setiap hari untuk keperluan operasional.
“Praktiknya, Al Zaytun menarik uangnya setiap hari. Lah, kalau ditarik setiap hari maka dalam 2 minggu bisa hampir habis. Koq begitu? Ya begitulah ketentuan hukumnya.”
Dahlan Iskan dalam artikel yang ditulisnya untuk media Disway.id, berjudul ‘Zaytun Sinagog’. menggambarkan pertemuan dengan wali murid yang sulit untuk transfer uang. Berikut cuplikan pernyataannya,
SAYA mampir Al Zaytun yang lagi diempas-empas badai medsos. Sepi.
Ada suami-istri lagi mengantarkan anak. Sekolah akan dimulai. Ia dari Jakarta. Ia harus datang sendiri ke pedalaman Indramayu. Itu karena ia tidak bisa lagi transfer uang sekolah lewat bank.
Semua rekening Al Zaytun diblokir.
Sejumlah santri lagi menyapu jalan. Yakni jalan di depan gedung H.M Soeharto. Di situlah para santri latihan upacara bendera. Yakni untuk upacara 17 Agustus bulan depan.
Saya ke masjid baru nan megah yang belum selesai dibangun. Waktu duhur sudah agak telat.
Sepi.
Baru lantainya yang jadi. Belum ada dindingnya. Di dalam masjid itu terdengar alunan gamelan Jawa. Saya tolah-toleh dari mana kumandang gamelan itu.
Di atas tempat imam terbaca spanduk: menyambut peringatan 1 Suro. Tanggal 19 Juli 2023. Berarti kedatangan saya ini terlalu cepat sehari. Tanggal 19 saya harus di Pontianak.
Saya mondar-mandir di lantai pertama itu. Tidak ada orang. Meski baru lantai satu yang selesai tapi sudah digunakan. Salat Id berjarak yang ada seorang wanita di barisan depan yang viral itu di lantai ini. Lima lantai lainnya belum selesai.
Saya keliling di tengah lantai 99 x 99 meter itu.
























