• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Mens Rea Jokowi Telanjang – Sudah Ketahuan

Ali Syarief by Ali Syarief
October 24, 2025
in Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Mengkultuskan Jokowi sebagai Nabi: Membakar Dupa di Atas Jerami Kering
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di awal karier politiknya, Joko Widodo tampil sederhana. Kemeja putih yang tergulung di lengan, bahasa tubuh yang ringan, serta retorika “kerja, kerja, kerja” menjadikannya simbol harapan bagi rakyat yang lelah oleh elitisme politik lama. Tapi di balik semua itu, ada yang retak sejak mula—retakan yang kini menjelma jurang.

Menurut kelompok Roy Suro Cs, ijazah yang digunakan Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo, Gubernur Jakarta, hingga Presiden, diduga 99,9 persen palsu. Tuduhan itu memang belum diputuskan di pengadilan, tapi desas-desus tersebut terus menghantui legitimasi kekuasaannya. Jika benar, maka seluruh perjalanan politik itu berdiri di atas kebohongan administratif—dan moral—yang sistemik.

“Mens rea-nya sudah ketahuan sejak awal,” ujar seorang aktivis hukum di Jakarta. “Kebohongan kecil itu membesar jadi sistem.”

Dan sistem itu kini meluas, menjangkiti hukum, birokrasi, hingga moral publik. Hukum menjadi alat pelindung kekuasaan, bukan lagi penjaga keadilan. Banyak kasus besar menguap di udara, sementara kritik dibungkam lewat pasal-pasal karet. Indonesia menjadi laboratorium ketimpangan, tempat hukum dibengkokkan dengan presisi politik.

Korupsi, yang dulu dijanjikan akan diberantas sampai ke akar, kini justru tumbuh subur. Laporan demi laporan menunjukkan peningkatan kasus, namun nyaris tak ada yang menyentuh lingkar inti kekuasaan. KPK, yang dahulu perkasa, kini seperti macan ompong. “Kita menyaksikan degradasi moral negara yang dilembagakan,” kata seorang mantan penyidik lembaga antirasuah itu getir.

Dan nepotisme? Ia kini tak lagi disembunyikan. Gibran Rakabuming menjabat sebagai Wakil Presiden. Bobby Nasution sudah resmi menjadi Gubernur Sumatera Utara. Kaesang Pangarep, sang bungsu, sedang melangkah menuju Pilkada Jakarta dengan dukungan politik besar-besaran. Semua dalam garis darah yang sama, dalam jejaring kuasa yang sama.

Apa yang dulu disebut politik keluarga Cendana kini terasa seperti reinkarnasi—bedanya, kali ini berlangsung di depan kamera, tanpa rasa malu.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dulu menaungi Jokowi pun akhirnya mengambil jarak. Kartu Tanda Anggotanya dicabut. Tapi bukan berarti keadilan kembali tegak—hanya menunjukkan bahwa bahkan partai tempatnya bernaung pun tak lagi bisa menampung kegaduhan moral yang ditinggalkannya.

Kini, setelah dua periode berkuasa, Indonesia seperti kehilangan arah. Angka kemiskinan membeku, pendidikan tergerus, dan kesenjangan melebar. Infrastruktur yang megah tak menutupi kehancuran nilai di bawahnya. Negeri ini dibangun di atas fondasi kebohongan, dan kebohongan itu kini menuntut balas.

Seorang pengamat politik di Yogyakarta menyimpulkan dengan getir, “Kita sedang memanen akibat dari mendustai seluruh rakyat.”

Mens rea-nya memang sudah ketahuan. Tapi selama hukum tetap dikuasai, kejahatan itu akan terus bersembunyi dalam bentuk yang paling halus: kebijakan publik yang tampak sah, tapi sejatinya penuh dosa asal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kampungannya KPU

Next Post

Beras Bansos Khusus: Menambal Gizi yang Bocor di Negeri Agraris

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum
Crime

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Bulog Pastikan Tak Ada Atribut Kampanye Pemilu dan Pilpres di Bansos Beras

Beras Bansos Khusus: Menambal Gizi yang Bocor di Negeri Agraris

Jum’at Berkah : “Laparkan Perut Anjingmu – Supaya…”

Jum'at Berkah : "Laparkan Perut Anjingmu - Supaya..."

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist