FusilatNews- Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) melaporkan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia ke Bareskrim Mabes Polri. Terkait pernyataan Bahlil menyebut OKP identik dengan kekerasan dan sumber keributan. Hal tersebut disampaikan Ketua Kaukus Muda Anti Korupsi (Kamaksi), Joko Proyoski, Ia mengatakan pernyataan Bahlil tersirat makna hanya Hipmi organisasi yang memiliki moralitas, beretika, dan bermartabat
“Padahal nyatanya Munas Hipmi di Solo kemarin ricuh dan baku pukul setelah dibuka secara resmi Presiden Joko Widodo,” kata Joko, Dikutip rmol.id Kamis (24/11).
Joko mengungkapkan pernyataan Bahlil tersebut telah menyinggung sejumlah OKP. “Kami akan melaporkan saudara Bahlil ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian, adu domba, pecemaran nama baik OKP, dan berita bohong hari ini,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua Umum Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) AY Panjaitan menilai apa yang disampaikan Bahlil sebagai sikap yang tidak pantas dilakukan salah seorang pembantu Presiden.
“Kami juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Bahlil dari Kabinet karena telah menyinggung OKP yang selama ini berperan penting dalam pembinaan pemuda dan generasi muda dalam segala hal,” kata AY Panjaitan
Sementara itu, Ketua Umum Sarekat Islam (Perisai) Pertahanan Ideologi Chandra Halim mendesak Bahlil meminta maaf kepada publik, OKP dan KNPI atas pernyataannya.
OKP lain yang mendukung laporan Bahlil adalah PPKB, Ikatan Pemuda Minang dan puluhan OKP yang dikukuhkan dalam Forum Pimpinan OKP Nasional.
Sebelumnya, Bahlil selaku Ketua Dewan Pembina HIPMI mengungkapkan rasa kecewanya atas keributan yang terjadi di sela Munas HIPMI XVII. Peristiwa adu jotos di luar forum itu, menurut Bahlil, sangat tidak elok. “Saya jujur mengatakan senior-senior di Jakarta sedih, menangis, emosi, rasa sayang, campur aduk atas kejadian dinamika terjadi dalam proses munas,” kata Bahlil di ruang Munas HIPMI XVII, Surakarta, Rabu (23/11/2022).
Bahlil menegaskan bahwa HIPMI merupakan organisasi intelektual, organisasi entrepreneur, dan organisasi berkumpulnya orang-orang punya cara pandang menyelesaikan masalah dengan baik. Menurutnya, cara-cara kekerasan tidak mencerminkan slogan munas HIPMI yakni bertanding untuk bersanding.
“Memalukan ini kita udah kaya OKP (Organisasi Kepemudaan) saja, waktu saya jadi ketua umum HIPMI, mencabut mandat bergabungnya HIPMI di KNPI dengan alasan bahwa HIPMI bukan OKP,” tuturnya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News


























