• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menyalakan Akal Sehat

Ali Syarief by Ali Syarief
October 12, 2025
in Feature, Science & Cultural
0
Menyalakan Akal Sehat
Share on FacebookShare on Twitter

Di zaman ketika kebenaran bisa dibeli dengan algoritma dan disebar lewat buzzer, akal sehat menjadi barang langka. Orang lebih cepat percaya pada potongan video daripada makna utuh sebuah peristiwa. Di tengah banjir informasi, keyakinan sering kali lebih kuat daripada nalar. Kita hidup di masa ketika dogma baru muncul bukan dari mimbar agama, tapi dari layar gawai—dari keyakinan bahwa apa yang kita lihat di dunia maya adalah satu-satunya kebenaran.

Padahal, setiap zaman selalu melahirkan dua cara membaca dunia. Yang pertama adalah tafsir, yang membuka ruang dialog dan pencarian. Yang kedua adalah dogma, yang menutup pintu dengan keyakinan bahwa makna telah selesai. Keduanya sama-sama lahir dari kebutuhan manusia untuk memahami kebenaran. Bedanya, tafsir hidup dari pertanyaan, sementara dogma hidup dari kepastian.

Hermeneutika, seni menafsir yang dirumuskan para filsuf seperti Hans-Georg Gadamer, percaya bahwa setiap teks, ajaran, atau tradisi harus terus dibaca ulang agar tetap bermakna bagi generasi baru. Ia tidak menolak kebenaran, tetapi menolak untuk membekukannya. Dalam pandangan hermeneutik, membaca bukanlah menyalin makna, melainkan menyalakan percakapan antara masa lalu dan masa kini.

Contohnya bisa kita lihat dalam penafsiran agama, sejarah, bahkan sastra. Ketika teks lama dibaca dengan semangat zaman baru, sering muncul penolakan: “Itu menyeleweng dari makna asli.” Padahal, seperti diingatkan Gadamer, makna asli tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu hidup dalam konteks pembaca. Kita tidak hidup di masa penulis; kita hidup di masa kini, dengan pengalaman dan persoalan berbeda.

Lihat bagaimana tafsir gender dalam teks keagamaan berkembang. Dulu, peran perempuan sering dipahami terbatas pada wilayah domestik. Namun hermeneutika feminis membaca ulang teks dan menemukan makna yang lebih luas: perempuan bukan pelengkap, melainkan mitra dalam kemanusiaan. Bukan mengubah ayat, tetapi menghidupkan kembali maknanya dalam cahaya zaman baru. Di situ, tafsir bekerja bukan sebagai pemberontakan terhadap teks, melainkan sebagai upaya menjaga agar pesan kemanusiaan tetap hidup.

Sebaliknya, dogma sering lahir dari ketakutan akan perubahan. Dogma berkata: “Begitulah adanya, dan tidak boleh dipersoalkan.” Dalam dogma ada kepastian, tapi dalam jangka panjang ia bisa membuat akal kehilangan daya gerak. Bahaya terbesar dari dogma bukan pada kesalahannya, melainkan pada keengganannya untuk ditafsir ulang. Ketika tafsir berhenti, nalar pun beku.

Namun tafsir juga bukan tanpa bahaya. Terlalu bebas menafsir bisa membuat makna kehilangan arah. Karena itu hermeneutika mengajarkan keseimbangan: membaca dengan hati terbuka, tetapi tetap hormat pada sumbernya. Kebebasan tanpa akar bisa menjadikan tafsir liar, sedangkan dogma tanpa dialog menjadikan akal kaku. Keduanya perlu saling mengingatkan. Tafsir memberi napas baru pada tradisi, dogma menjaga agar tradisi tidak larut dalam relativisme.

Kebenaran, dalam pandangan hermeneutik, bukan benda mati, melainkan cahaya yang berpindah dari satu wajah ke wajah lain. Tugas kita bukan memadamkan cahayanya, tapi menjaganya tetap menyala—dengan pemahaman yang jernih dan rendah hati.

Menyalakan akal sehat, dalam konteks ini, berarti menolak hidup dalam kegelapan kepastian. Ia adalah keberanian untuk terus bertanya tanpa kehilangan hormat pada yang diyakini. Di tengah dunia yang semakin bising oleh klaim kebenaran tunggal, mungkin inilah tugas intelektual paling sederhana sekaligus paling berat: menjaga agar api nalar tidak padam oleh angin fanatisme.

Karena pada akhirnya, bukan kebenaran yang membutakan manusia, melainkan keyakinan bahwa dirinya telah memegangnya sepenuhnya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negara Seolah Korporasi, Rakyat Sekadar Konsumen: Ketika BUMN Menjadi Panggung Kemewahan Para Elit

Next Post

Mengapa Negara-Negara Asia Timur Memiliki Skor IQ Tertinggi di Dunia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Mengapa Negara-Negara Asia Timur Memiliki Skor IQ Tertinggi di Dunia

Mengapa Negara-Negara Asia Timur Memiliki Skor IQ Tertinggi di Dunia

Kembalikan Militer ke Barak: Akhiri Multifungsi dan Impunitas

Menjelang Setahun Pemerintahan Prabowo - Apa Yang Sudah Dilakukan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...