• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Negara Seolah Korporasi, Rakyat Sekadar Konsumen: Ketika BUMN Menjadi Panggung Kemewahan Para Elit

Ali Syarief by Ali Syarief
October 12, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Negara Seolah Korporasi, Rakyat Sekadar Konsumen: Ketika BUMN Menjadi Panggung Kemewahan Para Elit
Share on FacebookShare on Twitter

Di balik wajah ramah kebijakan publik Indonesia, terselip pola gelap yang semakin kentara: negara dikelola seperti perusahaan pribadi oleh segelintir elit pebisnis yang berbalut jabatan publik. Mereka memperlakukan rakyat bukan sebagai warga negara yang harus dilindungi, melainkan sebagai konsumen yang bisa diperas demi menjaga gaya hidup mewah dan roda kekuasaan yang rakus.

Di tangan mereka, sumber daya negara menjadi alat dagang; regulasi diputar bukan untuk menegakkan keadilan, melainkan untuk memperluas keuntungan pribadi dan kroni politiknya. Lihatlah bagaimana kebijakan etanol dan LPG subsidi, yang semestinya menjadi solusi energi ramah lingkungan dan penolong rakyat kecil, justru berubah menjadi ladang bisnis bagi kelompok dalam lingkar kekuasaan. Di balik narasi “pro-rakyat”, ada jaringan kepentingan yang diam-diam menghitung laba dari setiap liter bahan bakar yang rakyat beli dengan keringat.

Dalam sistem seperti ini, BUMN menjadi panggung kemewahan baru bagi pejabat-pejabat publik. Di atas kertas, mereka mengemban misi pelayanan; namun dalam praktiknya, mereka hidup seolah berada di tengah festival kekayaan yang tak ada habisnya. Lihat PLN—perusahaan listrik negara yang konon “menerangi negeri,” tapi justru tenggelam dalam utang lebih dari Rp 400 triliun. Ironisnya, para direksinya tetap menikmati bonus tahunan miliaran rupiah, fasilitas rumah dinas, kendaraan mewah, dan perjalanan luar negeri. Sementara jutaan rakyat di pelosok masih menyalakan pelita karena listrik belum menjangkau mereka.

Contoh lain: Garuda Indonesia. Maskapai kebanggaan nasional yang seharusnya membentangkan sayap bangsa justru jatuh akibat korupsi dan salah urus, mencatat kerugian lebih dari Rp 70 triliun. Namun, di tengah keterpurukan itu, pejabat-pejabatnya tetap menerima gaji tinggi dan fasilitas premium. Bahkan sebelum krisis keuangan itu pecah, mereka sempat membeli pesawat baru dan menggelar rapat di hotel-hotel bintang lima dengan dalih “transformasi bisnis.”

Lalu ada Krakatau Steel, pabrik baja kebanggaan yang kini hanya menyisakan reputasi karat. Bertahun-tahun merugi hingga puluhan triliun rupiah, namun direksi dan komisarisnya tetap bergelimang fasilitas. Restrukturisasi dijadikan mantra penyelamat, tapi ujungnya selalu sama: yang terselamatkan hanya mereka yang duduk di kursi empuk, bukan nasib ribuan karyawan yang terancam pemutusan kerja.

Bahkan Pertamina, simbol kedaulatan energi nasional, tak lepas dari permainan ini. Di balik laba besar yang diklaim, tersimpan penyimpangan, proyek mangkrak, dan inefisiensi triliunan rupiah. Ironisnya, ketika perusahaan ini rugi akibat kebijakan politik atau korupsi pejabat, merekalah yang paling lantang menuntut bonus, bukan menanggung beban.

Semua ini menunjukkan bahwa negara telah diseret ke dalam logika pasar yang korup. BUMN tidak lagi menjadi alat pemerataan kesejahteraan, melainkan instrumen pelestarian kekuasaan ekonomi elit. Negara kehilangan ruh pengabdian; yang tersisa hanyalah struktur birokrasi yang bekerja untuk memperkaya diri sendiri sambil menekan rakyat dengan pajak dan tarif.

Dan rakyat? Mereka menjadi konsumen yang dipaksa membayar mahal untuk pelayanan buruk, listrik yang tidak stabil, bahan bakar yang terus naik, dan tiket pesawat yang makin melambung. Negara yang seharusnya hadir melindungi, kini berubah menjadi “perusahaan raksasa” yang menagih tanpa empati, menipu dengan regulasi, dan membiarkan pejabatnya menari di atas penderitaan publik.

Asli sakit—karena yang rugi bukan cuma BUMN, tapi marwah bangsa dan nurani keadilan. Ketika pejabat publik hidup dari uang rakyat tapi tidak bekerja untuk rakyat, sesungguhnya kita sedang menyaksikan bentuk paling halus dari penjajahan modern—penjajahan oleh bangsa sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SERAKAHNYA ELIT PEBISNIS DI BALIK KEBIJAKAN ETANOL DAN LPG SUBSIDI

Next Post

Menyalakan Akal Sehat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Feature

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026
Next Post
Menyalakan Akal Sehat

Menyalakan Akal Sehat

Mengapa Negara-Negara Asia Timur Memiliki Skor IQ Tertinggi di Dunia

Mengapa Negara-Negara Asia Timur Memiliki Skor IQ Tertinggi di Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...