• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Merombak Kabinet, Menyelamatkan Pemerintahan

fusilat by fusilat
June 15, 2022
in Feature
0
Jokowi Klaim Kendalikan Harga Kebutuhan, Bandingkan Harga BBM dan Beras di RI lebih Murah dari AS

Joko Widodo | Dok.Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Despan Heryansyah

Berbagai fenomena yang terjadi belakangan ini, mulai dari informasi meregangnya hubungan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati hingga manuver sejumlah pejabat publik untuk mendapatkan atensi Presiden menjadikan suasana politik yang tidak menentu. Maka, segala sesuatunya sangat mungkin terjadi. Terlebih, setiap kekuatan politik sudah mulai menghitung dan mencari peluang menatap pemilu serentak pada 2024 mendatang. Maka tidak heran jika semua kekuatan politik di negeri ini memiliki kepentingan –sekalipun mengingatkan kembali kita pada sajak Rendra, “Kepentingan itu milik siapa?”

Reshuffle kabinet dari sudut hukum tata negara sepenuhnya adalah kewenangan presiden, sehingga disebut hak prerogatif presiden. Kewenangan ini melekat pada jabatan presiden, sehingga sepenuhnya sangat bergantung pada political will dari presiden. Namun demikian, memperhatikan perkembangan aktual ketatanegaraan, reshuffle tampaknya adalah pilihan paling konkret dan bijak untuk menyelamatkan pemerintahan.

Reshuffle sejatinya bukan sekadar mengakomodasi kepentingan partai koalisi atau reward nyata bagi kekuatan politik pendukung presiden semata; reshuffle sangat erat kaitannya dengan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Bagi pemerintahan yang sudah tidak efektif baik karena kehilangan kepercayaan masyarakat, kekuatan politik yang mulai melemah, atau alasan lainnya, maka reshuffle adalah salah satu obat ampuh mengembalikan kepercayaan dan efektifitas itu. Terlebih, mendapatkan pemerintahan efektif yang bermuara pula pada pelayanan publik yang profesional adalah hak seluruh masyarakat.

Urgensi Reshuffle Kabinet

Sebagai warga masyarakat, saya mencoba menuangkan beberapa alasan reshuffle yang diperoleh dari analisis sederhana dan obrolan-obrolan kecil di warung kopi. Pertama, menurunnya angka Covid-19 mengharuskan pemerintah untuk mengubah strategi pembangunan.

Jika selama ini fokus utama adalah pengendalian penyebaran dan penanganan Covid-19, sehingga mengharuskan adanya kebijakan refocusing anggaran di hampir semua bidang, yang berdampak pada “carut-marutnya” kondisi ekonomi masyarakat, maka sudah saatnya refocusing penuh itu kita akhiri, lalu kembali pada penataan ekonomi masyarakat, utamanya kecil dan menengah.

Perubahan strategi ini sejatinya berdampak pula pada perubahan aktor-aktor kunci yang duduk di pemerintahan, termasuk yang terwakili pada masing-masing Kementerian.

Kedua, melihat apa yang terjadi belakangan ini, kenaikan harga minyak goreng yang tak terkendali, melambungnya harga bahan pokok dan bahan bakar minyak, hingga gagalnya pemerintah mengendalikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi-sapi dalam negeri. Ini memang masalah yang kompleks, tapi tentu ada aspek kegagalan pihak-pihak terkait hingga berdampak demikian besar sampai hari ini.

PMK misalnya, kita sangat yakin masalah ini tidak datang secara tiba-tiba ke Indonesia yang sudah dinyatakan bebas sejak 1990-an; ada skema kebijakan besar yang tersistematis mengapa virus itu bisa kembali menyerang Indonesia. Tanggung jawab tentu harus diletakkan pada tempat yang proporsional; mereka yang belum mampu menangani masalah serius ini dengan baik, tidak ada salahnya jika digantikan oleh orang lain yang jauh lebih berkompeten.

Ketiga, barangkali ini adalah bagian terpenting yaitu sebagian menteri kabinet Presiden Jokowi sudah melakukan manuver politik menjelang pemilihan presiden pada 2024 mendatang. Ini melibatkan nama-nama besar dalam kabinet, sebut saja Prabowo Subianto, Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Airlangga Hartanto. Termasuk juga manuver partai politik dalam koalisi pemerintahan Jokowi semisal PPP, Nasdem, dan PKB.

Tidak ada yang salah memang, dalam artian tidak ada satu pasal pun aturan yang dilanggar; tidak ada larangan di negara kita kepada pejabat menteri untuk berpolitik untuk kepentingannya sendiri, bahkan saat ia tengah menjabat dengan menggunakan anggaran negara. Tapi, sikap itu selain tidak etis juga memunculkan banyak persoalan. Pertama, dari aspek etika sangatlah bermasalah misalnya, seorang menteri yang bekerja sebagai pembantu presiden menggunakan uang rakyat, namun malah memantaafkan kesempatan itu untuk kepentingan mendulang elektabilitas pribadi dan kelompoknya.

Kedua, kondisi ini memunculkan potensi yang kuat terjadinya penyalahgunaan wewenang, karena masing-masing menteri ini memiliki akses yang besar terhadap uang rakyat melalui anggaran masing-masing kementerian. Aroma busuk gelagat ini sudah sejak lama tercium, misalnya saat foto salah satu menteri terpampang pada iklan BUMN.

Ketiga, kondisi ini memunculkan persaingan yang tidak sehat antarsesama menteri dalam satu kabinet pemerintahan. Seluruh menteri sejatinya satu suara di bawah komando presiden, tidak ada agenda pribadi, terlebih saling “sikut” antarsesama kementerian.

Keempat, secara langsung ataupun tidak, ini berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Apalagi, pembelahan masyarakat terhadap dukungan politik saat ini menjadi sangat tidak rasional, bisa saja persaingan tidak sehat itu ikut merambat pada kepercayaan terhadap kabinet pemerintahan.

Berangkat dari latar belakang tersebut, maka reshuffle kabinet pemerintahan saat ini adalah pilihan bijak Presiden Jokowi. Sekalipun masih membutuhkan, namun pemerintahan tidak lagi bergantung pada jumlah kursi koalisi yang saat ini sudah sangat “gemuk”. Artinya, presiden tidak perlu takut stabilitas kabinet presidensilnya akan terganggu.

Langkah ini tidak saja untuk menyelamatkan pemerintahan, namun juga mempersilakan agar kandidat penggantinya pada 2024 kelak bersaing secara sehat dan profesional.

Despan Heryansyah | Peneliti Pusat Studi Hukum Konstitusi (PSHK) FH UII Yogyakarta

Dikutip dari detik.com, Rabu 15 Juni 2022.

Tags: Reshuffle

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

20 Peti Kemas Dirampok di Pelabuhan Meksiko Dalam Perampokan Terbesar pada Abad Ini

Next Post

Reshuffle Kabinet Antara Kinerja dan Kepentingan Politik 2024

fusilat

fusilat

Related Posts

Bencana

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Next Post
Jokowi yang Kini Rela “Ditampar” oleh Wacana Jabatan Presiden 3 Periode

Reshuffle Kabinet Antara Kinerja dan Kepentingan Politik 2024

Rabu Sakral, Riwayat Reshuffle Kabinet Jokowi di Hari Rabu

Rabu Sakral, Riwayat Reshuffle Kabinet Jokowi di Hari Rabu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

MBG dan Risiko “Offside” dari Ruh Regulasi (Ketika Control Environment Menentukan Nasib Program Publik)

June 7, 2026

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist