• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Militer dan Politik: Potret Negara Maju dan Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
March 10, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Kenaikan Pangkat Mayor Teddy Dituding Janggal
Share on FacebookShare on Twitter

Di dalam demokrasi yang matang, peran militer tidak lebih dari sekadar alat pertahanan negara yang tunduk sepenuhnya pada supremasi sipil. Konstitusi dan hukum di negara-negara maju telah menetapkan batasan yang jelas agar angkatan bersenjata tidak terlibat dalam percaturan politik. Namun, di Indonesia, bayang-bayang sejarah panjang keterlibatan militer dalam politik masih terasa hingga kini. Seberapa jauh perbedaan itu, dan apakah ada implikasi mendalam bagi stabilitas demokrasi di negeri ini?

Militer dalam Demokrasi Maju: Netralitas sebagai Pilar Stabilitas

Amerika Serikat, sebagai salah satu model demokrasi terbesar, menjunjung tinggi prinsip civilian control of the military. The Posse Comitatus Act (1878) melarang penggunaan militer untuk menegakkan hukum domestik kecuali dalam keadaan darurat yang telah disetujui Kongres. Di samping itu, U.S. Code Title 10 menyatakan bahwa seorang perwira aktif tidak boleh menjabat posisi politik, dan pensiunan militer yang ingin menjadi Menteri Pertahanan harus menunggu setidaknya tujuh tahun atau memperoleh persetujuan khusus dari Kongres, sebagaimana yang terjadi pada James Mattis di era Donald Trump.

Sementara itu, di Inggris, The King’s Regulations and Orders for the Army secara eksplisit melarang anggota militer aktif untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik, baik sebagai kandidat maupun pendukung partai. Demikian pula, Jerman yang memiliki pengalaman traumatis dengan militerisasi politik di era Nazi menerapkan pembatasan ketat melalui Grundgesetz (Konstitusi Jerman), yang memastikan bahwa Bundeswehr sepenuhnya tunduk pada keputusan eksekutif sipil.

Jepang bahkan melangkah lebih jauh dengan Pasal 9 Konstitusinya, yang tidak hanya membatasi keterlibatan militer dalam politik, tetapi juga melarang Jepang memiliki angkatan bersenjata ofensif. Meskipun Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) tetap eksis, perannya hanya sebatas pertahanan, dan tidak satu pun perwiranya diizinkan untuk menduduki jabatan publik sebelum masa pensiun penuh.

Indonesia: Warisan Dwifungsi yang Masih Berbayang

Berbeda dengan negara-negara maju yang telah menetapkan garis tegas antara sipil dan militer, Indonesia masih bergulat dengan warisan sejarahnya. Era Orde Baru (1966-1998) melahirkan konsep Dwifungsi ABRI, yang mengizinkan militer untuk berperan ganda: sebagai alat pertahanan dan aktor politik. Meskipun reformasi 1998 telah mencabut kebijakan ini dan mengembalikan militer ke barak, kenyataannya, banyak perwira aktif maupun pensiunan yang masih memiliki akses ke kekuasaan politik.

UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia secara eksplisit melarang prajurit aktif untuk berpolitik atau menduduki jabatan sipil. Pasal 39 UU ini menyatakan bahwa prajurit hanya dapat menduduki jabatan di lingkungan militer atau yang berkaitan langsung dengan pertahanan negara. Namun, celah hukum tetap dimanfaatkan dengan mekanisme pensiun dini, memungkinkan perwira tinggi untuk bertransisi ke politik tanpa melanggar aturan secara teknis.

Fenomena ini dapat dilihat dari banyaknya mantan jenderal yang mengisi posisi strategis di pemerintahan, baik sebagai menteri, kepala daerah, maupun presiden. Susilo Bambang Yudhoyono adalah contoh nyata bagaimana seorang mantan jenderal dapat menduduki kursi kepresidenan, dan hingga kini, kehadiran figur militer dalam politik tetap menjadi realitas yang sulit dihindari.

Dampak terhadap Demokrasi dan Tata Kelola Negara

Keterlibatan militer dalam politik memiliki implikasi besar bagi demokrasi dan tata kelola negara. Di negara-negara maju, keberpihakan militer dalam politik dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi, sebab institusi ini memiliki monopoli kekuatan yang dapat mengganggu keseimbangan kekuasaan. Netralitas militer memastikan bahwa mereka tetap menjadi alat negara, bukan alat politik bagi individu atau kelompok tertentu.

Sebaliknya, di Indonesia, kedekatan antara militer dan politik berpotensi menghambat demokratisasi yang sehat. Selain membuka peluang penyalahgunaan kekuasaan, kecenderungan ini juga dapat mengurangi profesionalisme TNI. Sebuah militer yang terlalu politis akan kehilangan fokus dalam menjalankan tugas utamanya: mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman eksternal.

Kesimpulan: Antara Reformasi dan Tantangan Masa Depan

Meski reformasi telah membatasi peran politik militer di Indonesia, tantangan masih ada. Keberadaan pensiunan jenderal dalam pemerintahan menjadi indikasi bahwa legacy dwifungsi belum sepenuhnya hilang. Sementara negara-negara maju telah berhasil membangun dinding pemisah yang kokoh antara sipil dan militer, Indonesia masih harus berjuang untuk memastikan bahwa demokrasi berjalan tanpa intervensi dari institusi bersenjata.

Dengan memperkuat supremasi sipil, menegakkan hukum tanpa kompromi, dan mengurangi ruang bagi militer untuk bertransisi ke politik, Indonesia dapat menuju demokrasi yang lebih matang. Tanpa itu, bayang-bayang Orde Baru akan terus mengintai, menjadikan militer sebagai pemain politik, bukan sekadar penjaga pertahanan bangsa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sanggupkah Prabowo Mencopot Jaksa Agung dan Erick Thohir?

Next Post

The Coachman of Indonesia: A Journey into Uncertainty

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
The Coachman of Indonesia: A Journey into Uncertainty

The Coachman of Indonesia: A Journey into Uncertainty

Trending Topik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...