Jakarta – Fusilatnews – Minyak makan merah merupakan minyak goreng yang dibuat dari bahan baku kelapa sawit dengan proses pemurnian tanpa proses bleaching, membuat warna minyak goreng menjadi bening dan menarik
Karena tahapan tanpa proses bleaching inilah, membuat minyak goreng berwarna merah. Namun warna merah dalam minyak makan merah ini merupakan warna asli minyak sawit. warna merah ini dibentuk oleh karotenoid dalam buah sawit, zat bergizi yang menyehatkan.
Karena proses dan tahapan produksi lebih pendek dari minyak sayur biasa, harga minyak makan merah bisa ditekan menjadi lebih murah. karena biaya produksi yang lebih murah. Minyak makan merah rencananya akan dijual Rp9 ribu per liter, lebih murah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah yang mencapai Rp14 ribu per liter.
Minyak makan merah juga memiliki kandungan vitamin A dan E yang mampu mencegah anak mengalami stunting atau cebol dan bisa membantu pemerintah mencegah atau mengurangi angka stunting baik dikawasan pedesaan atau perkotaan.
Karotenoid adalah senyawa kimia yang memberi warna alami pada buah dan sayuran. Karotenoid termasuk dalam keluarga antioksidan yang dapat melindungi manusia dari berbagai risiko penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Untuk menjamin kualitas produk, Badan Standarisasi Nasional (BSN) mengeluarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produksi massal minyak makan merah.
Sebagai alternatif pengganti minyak gorang minyak goreng sawit yang dikonsumsi masyarakat saat ini. sedang dikembangkan industri minyak makan merah yang diproduksi oleh BUMN PTPN Group di Deli Serdang, Sumatera Utara,
“BUMN siap memfasilitasi proyek rintisan produksi, dan hendaknya didukung oleh percepatan dalam soal lisensi edar dan keamanan konsumsi,” kata Erick, yang didampingi Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani.
Erick memastikan siap memfasilitasi proyek rintisan produksi minyak makan merah sebagai alternatif pengganti minyak goreng sawit yang dikonsumsi masyarakat saat ini.
“Minyak makan merah ini lebih sehat dan punya banyak manfaat. Dengan beroperasinya pabrik ini, diharapkan dapat memecahkan permasalahan pasokan minyak goreng, menghadirkan minyak goreng yang terjangkau bagi rakyat, serta memberikan nilai tambah bagi petani sawit,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Jumat 6/1
























