• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Monolog Putus Asa Gibran

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Siang Ini Bawaslu Periksa Gibran Terkait Bagi-bagi Susu di CFD
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Mungkin terinspirasi oleh Butet Kartaredjasa, Gibran Rakabuming Raka melakukan monolog demi menarik perhatian publik. Sejauh ini Wakil Presiden itu sudah dua kali melakukan monolog. Padahal, monolog identik dengan Butet, seniman asal Yogyakarta yang merupakan anak kandung budayawan Bagong Kussudiardja.

Dikutip dari sebuah sumber, monolog adalah bentuk seni peran di mana hanya satu orang yang berbicara atau berdialog dengan dirinya sendiri. Dalam konteks seni teater, monolog melibatkan seorang aktor yang membawakan percakapan seorang diri atau mengungkapkan pikiran dan emosi katakter yang dimainkan.

Monolog berasal dari bahasa Yunani, “mono” yang berarti “satu”, dan “logos” yang berarti “kata” atau “ucapan”.

Jadi, secara harfiah, monolog adalah suatu bentuk komunikasi yang disampaikan oleh satu orang saja. Komunikasi satu arah.

Adapun lawan dari monolog adalah dialog, komunikasi dua arah yang melibatkan dua orang atau lebih.

Selama ini monolog identik dengan Butet Kartaredjasa, seniman teater. Kakak kandung seniman musik Djaduk Ferianto ini sejak 2014 lalu menjadi pendukung militan Joko Widodo, Presiden ke-7 RI.

Saat dua kali Jokowi bertarung melawan Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019, Butet selalu ada di pihak Jokowi. Materi-materi monolognya pun banyak menyerang sosok yang di Pilpres 2024 terpilih menjadi Presiden RI bersama Gibran yang menjadi wakilnya.

Sayangnya, menjelang Pilpres 2024, Jokowi mengkhianati Butet dan jutaan rakyat Indonesia dengan merekayasa konstitusi melalui Anwar Usman, adik iparnya yang saat itu menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga Gibran, anak sulung Jokowi, bisa maju menjadi calon wakil presiden meskipun umurnya baru 36 tahun.

Butet merasa terkena tipu daya atau prank Jokowi. Sejak itu, ia selalu menyerang Jokowi. Saat ikut kampanye Ganjar Pranowo, calon presiden dari PDI Perjuangan di Yogyakarta tanggal 28 Januari 2024, misalnya, Butet membawakan pantun yang menyerang Jokowi.

Sejumlah relawan Jokowi kemudian melaporkan Butet ke Polda DI Yogyakarta pada 30 Januari 2024, karena seniman itu dinilai menyamakan Jokowi dengan binatang. Dalam pantunnya, Butet memang menyebut kata “wedhus” alias kambing.

Tapi apa boleh buat. Monolog yang kerap dibawakan Butet itu mungkin menginspirasi Gibran dalam cara menarik perhatian publik. Jadi, meski Butet kerap menyerang ayahnya, Gibran tetap saja mencoba bermonolog laiknya Butet.

Dalam tayangan video yang diunggah pada Sabtu (19/4/2025), Gibran terlihat bermonolog tentang bonus demografi dan tantangan Indonesia dalam memanfaatkan potensi generasi muda. Gibran juga menyinggung keberhasilan film Jumbo yang merupakan karya anak bangsa.

Tiga hari kemudian, Selasa (22/4/2025), Gibran mengunggah video monolog keduanya yang mengangkat topik soal kebanggaan atas keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia U17.

Putus Asa

Entah apa yang berkecamuk dalam benak Gibran, sehingga suami Silvi Ananda itu mengadopsi monolog yang identik dengan Butet sebagai caranya berkomunikasi satu arah dengan publik.

Mungkin ia frustrasi atau bahkan putus asa, karena tidak ada celah baginya untuk tampil ke publik selain dengan blusukan atau bagi-bagi buku dan susu. Dalam blusukan dan bagi-bagi buku dan susu itu Gibran nyaris tak pernah berdialog dengan rakyat.

Apalagi dialog di kampus-kampus dengan mahasiswa dan kaum intelektual, Gibran tak pernah sekalipun. Kalau pun pernah ke kampus, itu hanya kunjungan menengok proyek atau program bantuan, bukan untuk berdialog dengan civitas akademika.

Mungkin Gibran tak mau nasibnya seperti Ma’ruf Amin saat menjabat Wapres yang hanya menjadi ban serep bagi Jokowi. Bekas Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu benar-benar tenggelam dari hiruk-pikuk pemberitaan dan nyaris tak pernah dapat panggung.

Ya, Gibran tak mau seperti Ma’ruf Amin. Apalagi ia diprediksi akan maju sebagai capres di Pilpres 2029, menantang Prabowo.

Sayangnya, monolog Gibran itu tak ada daya tariknya selain sekadar informasi. Jauh berbeda dengan monolog Butet Kartaredjasa yang kini menjadi seteru Jokowi, ayahnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

‘Saya Bosan, Jadi Saya Tembak, Kesaksian Mengerikan Merinci Perang Genosida Israel di Gaza

Next Post

KSP: Kasus Jurnalis Jak TV Jangan Jadi Preseden Bungkam Pers

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Ada “Dewan Kolonel” di PDIP

KSP: Kasus Jurnalis Jak TV Jangan Jadi Preseden Bungkam Pers

IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

IPW Kritik Penetapan Tersangka Direktur Pemberitaan Jak TV

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...