• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Mahdi Djakakarta Putra by Mahdi Djakakarta Putra
July 18, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Tamsil Linrung

Tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang ayah yang kehilangan anak. Tidak ada kitab yang mampu menjelaskan mengapa takdir terkadang meminta seorang ayah mengantarkan putrinya lebih dahulu menuju liang lahat. Semua teori tentang kesabaran mendadak terasa kecil ketika seorang ayah berdiri di hadapan gundukan tanah merah, menaburkan bunga-bunga berwarna, sementara kenangan berhamburan seperti serpihan mozaik yang tak mungkin lagi disusun utuh.

Pada saat seperti itu, saya memahami bahwa ada luka yang memang tidak ditakdirkan untuk sembuh. Luka itu hanya diajarkan untuk dipikul. Diterima dengan ikhlas, meski hati tetap menyimpan pilu yang tak pernah benar-benar usai.

Putri sulung saya, Azizah Nurul Izzah, telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Setelah menjalani ujian sakit dengan kesabaran yang nyaris tanpa keluhan, Allah memanggilnya pulang. Pada usia yang bagi banyak orang merupakan puncak kematangan, Allah telah menetapkan bahwa perjalanan hidupnya telah selesai. Sebab setiap jiwa memiliki ajal yang telah ditentukan, tidak maju sedetik, tidak pula mundur sedetik.

Nurul adalah anak pertama saya. Ia bukan sekadar anak yang lahir lebih dahulu. Dialah manusia yang mengubah seorang lelaki biasa menjadi seorang ayah.

Sebelum kehadirannya, saya hanyalah seorang laki-laki yang menjalani kehidupan sebagaimana adanya. Namun ketika tangis pertamanya memecah keheningan, saat itulah Allah menganugerahkan sebuah amanah terbesar dalam hidup saya. Sebuah gelar yang jauh lebih mulia daripada jabatan apa pun: Ayah.

Tidak semua lelaki memperoleh kehormatan itu. Dan mahkota itu saya terima melalui kehadiran Nurul.

Karena itu, mustahil seorang ayah memisahkan dirinya dari anak pertamanya. Anak pertama adalah kepingan hati yang berjalan di luar tubuhnya. Berapapun usianya, sejauh apa pun langkahnya, ia tetap menjadi bagian dari jiwa yang tak pernah benar-benar lepas.


Nama Azizah Nurul Izzah tidak lahir tanpa cerita.

Bertahun-tahun silam, ketika saya berkantor di Malaysia sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT), saya berkesempatan mengenal dan berinteraksi dengan Dato’ Seri Anwar Ibrahim, yang saat itu menjadi pembina organisasi tersebut dan kini mengemban amanah sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Saya mengagumi nama putri beliau: Nurul Izzah. Sebuah nama yang indah, bermakna cahaya kemuliaan.

Nama itu begitu membekas dalam hati saya. Ketika putri pertama lahir, saya menghadiahkannya nama yang sama, sebagai doa agar sepanjang hidupnya ia senantiasa berada dalam cahaya kemuliaan yang diridai Allah.

Saya tidak pernah menyangka, Allah mengabulkan doa itu dengan cara yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan.


Sejak tahun 2010, nama Nurul Izzah tidak lagi hanya menjadi nama anak saya.

Nama itu diabadikan menjadi nama masjid di lingkungan Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), lembaga pendidikan yang kami dirikan sebagai ikhtiar kecil untuk ikut membangun umat dan peradaban bangsa.

Masjid Nurul Izzah berdiri sebagai jantung kehidupan spiritual sekolah. Di sanalah azan berkumandang lima kali sehari. Anak-anak belajar membaca Al-Qur’an. Para guru dan santri bersujud, berdoa, serta menimba ilmu.

Sesungguhnya, tidak pernah ada rencana besar ketika nama itu dipilih.

Tidak ada rapat panjang. Tidak ada perdebatan.

Ketika masjid membutuhkan sebuah nama, entah mengapa hanya satu nama yang memenuhi ruang batin saya: Nurul Izzah.

Kini saya merasa, mungkin Allah sendiri yang sedang menuntun langkah itu. Seolah-olah Dia telah menyiapkan sebuah monumen cinta yang kelak menjadi penghibur bagi hati seorang ayah.

Setiap kali azan berkumandang dari masjid itu, saya membayangkan setiap lafaz takbir yang menggema menjadi hadiah pahala bagi putri saya.

Setiap kali ada anak yang mengaji, setiap kali ada orang yang bersujud, setiap kali ayat-ayat Al-Qur’an dilantunkan, saya berharap seluruh kebaikan itu mengalir sebagai amal jariyah yang tak pernah terputus untuk Nurul.

Barangkali, beginilah cara Allah menghibur seorang ayah.

Mengubah air mata menjadi amal jariyah.

Mengubah kehilangan menjadi jalan pahala.

Mengubah seorang anak menjadi monumen cinta.


Orang sering berkata bahwa waktu akan menyembuhkan.

Saya tidak sepenuhnya percaya.

Waktu tidak menghapus kehilangan. Ia hanya mengajarkan manusia hidup berdampingan dengan duka. Mengajarkan hati menerima sesuatu yang tak mungkin diubah.

Cinta seorang ayah pun tidak pernah berhenti ketika kematian datang.

Ia hanya berubah bentuk.

Dulu ia hadir dalam pelukan, percakapan, dan kebersamaan. Kini ia hidup dalam doa-doa yang lirih, dalam setiap ayat yang dipanjatkan selepas salat, dalam setiap kerinduan yang diam-diam dipikul tanpa suara.

Begitulah cinta bekerja. Ia melampaui batas ruang dan waktu. Bahkan kematian pun tidak mampu memutuskannya.


Ya Allah…

Terimalah Nurul Izzah dalam keluasan rahmat-Mu.

Jadikan sakit yang ia jalani sebagai penggugur dosa.

Lapangkan kuburnya.

Terangi alam barzakhnya.

Tempatkan ia bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh.

Dan izinkanlah kami kelak dipertemukan kembali di tempat yang tidak lagi mengenal perpisahan.


Di antara semua titipan yang pernah Allah anugerahkan kepada saya, Nurul Izzah adalah salah satu karunia terindah.

Kini ia telah pulang kepada Pemiliknya.

Namun cinta kepadanya tidak pernah ikut dikuburkan.

Ia hidup dalam setiap doa yang tak pernah putus.

Ia hidup dalam setiap langkah anak-anak yang datang menuntut ilmu.

Ia hidup dalam setiap sujud yang dilakukan di Masjid Nurul Izzah.

Selama rumah Allah itu tetap berdiri, selama ayat-ayat suci terus dilantunkan di dalamnya, selama ada hati yang mengenang dan lisan yang menyebut namanya dalam doa, di sanalah cinta seorang ayah akan terus mengalir—bukan lagi sebagai kesedihan semata, melainkan sebagai cahaya yang menembus langit, menjadi saksi bahwa kasih sayang sejati tidak pernah berakhir oleh kematian. Ia hanya berpindah dari pelukan dunia menuju keabadian doa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

Next Post

PENJAGA ARAH: Kuasa Hub-and-Spoke Jokowi, Ekonomi Kedaulatan Prabowo, dan Dua Wajah Febrie Adriansyah

Mahdi Djakakarta Putra

Mahdi Djakakarta Putra

Related Posts

Feature

PENJAGA ARAH: Kuasa Hub-and-Spoke Jokowi, Ekonomi Kedaulatan Prabowo, dan Dua Wajah Febrie Adriansyah

July 18, 2026
Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur
Feature

Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

July 18, 2026
Habis Gurita Cikeas, Terbitlah Jokowi’s White Paper
Crime

Dzalim: Ijazah yang Tak Pernah Ditunjukkan, Orang-orang yang Masuk Penjara

July 18, 2026
Next Post

PENJAGA ARAH: Kuasa Hub-and-Spoke Jokowi, Ekonomi Kedaulatan Prabowo, dan Dua Wajah Febrie Adriansyah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

PENJAGA ARAH: Kuasa Hub-and-Spoke Jokowi, Ekonomi Kedaulatan Prabowo, dan Dua Wajah Febrie Adriansyah

July 18, 2026
Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

July 18, 2026
Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

July 18, 2026
Habis Gurita Cikeas, Terbitlah Jokowi’s White Paper

Dzalim: Ijazah yang Tak Pernah Ditunjukkan, Orang-orang yang Masuk Penjara

July 18, 2026
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Tifa : Jokowi Baru Mengakui Alumnus UGM sejak 2017

July 18, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Lalu Apa Kerja Ente, Wo?

July 18, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PENJAGA ARAH: Kuasa Hub-and-Spoke Jokowi, Ekonomi Kedaulatan Prabowo, dan Dua Wajah Febrie Adriansyah

July 18, 2026
Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

July 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...