• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

“Integrity is a strategic asset. It protects democracies against corruption, supports economic growth and fair competition, and improves trust in public institutions.”
— OECD, Anti-Corruption and Integrity Outlook

Barangkali, kemakmuran sebuah bangsa sesungguhnya tidak serumit yang dibayangkan para ekonom. Tidak memerlukan teori yang berlapis-lapis atau rumus pembangunan yang sulit dipahami. Ada satu syarat yang tampaknya sederhana, tetapi justru paling sulit diwujudkan: bangsa itu dipimpin oleh orang-orang yang jujur.

Kejujuran bukan sekadar kebajikan pribadi. Dalam tata kelola negara, ia adalah modal pembangunan yang paling murah sekaligus paling mahal. Murah karena tidak membutuhkan anggaran untuk memilikinya. Mahal karena ketika kejujuran hilang, biaya yang harus ditanggung sebuah bangsa menjadi luar biasa besar.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyebut integritas sebagai strategic asset—aset strategis yang menjaga demokrasi, memperkuat pertumbuhan ekonomi, menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Kalimat itu mengandung pesan sederhana: ekonomi yang sehat selalu berdiri di atas pemerintahan yang bersih.

Sebaliknya, tidak ada negara yang mampu mencapai kemakmuran secara berkelanjutan jika fondasi kekuasaannya dibangun di atas kebohongan dan korupsi.

Korupsi sesungguhnya bukan sekadar pencurian uang negara. Ia adalah pencurian kesempatan. Kesempatan anak memperoleh pendidikan yang baik. Kesempatan petani untuk menikmati irigasi yang memadai. Kesempatan pasien memperoleh layanan kesehatan yang layak. Kesempatan generasi muda mendapatkan lapangan kerja.

Setiap rupiah yang dikorupsi sesungguhnya adalah masa depan rakyat yang dirampas.

Karena itu, ketika rakyat miskin di negeri yang kaya akan sumber daya alam, persoalannya sering kali bukan terletak pada kekurangan kekayaan. Yang bocor bukan cadangan minyaknya, bukan tambangnya, bukan hutannya, melainkan integritas para pengelolanya.

Ekonom pemenang Nobel, Douglass C. North, pernah menegaskan bahwa institusi yang baik merupakan faktor utama yang menentukan kemajuan ekonomi suatu bangsa. Yang dimaksud dengan institusi bukan hanya gedung-gedung pemerintahan, melainkan aturan, norma, dan karakter para penyelenggara negara. Tanpa integritas, hukum berubah menjadi alat kekuasaan, birokrasi menjadi pasar rente, dan anggaran negara menjadi ladang pembagian keuntungan.

Sejarah dunia memberikan pelajaran yang menarik. Banyak negara yang miskin sumber daya alam justru mampu menjadi negara maju. Sebaliknya, tidak sedikit negara yang kaya akan mineral, minyak, gas, maupun hutan tetap terjebak dalam kemiskinan. Para ekonom menyebut fenomena ini sebagai resource curse—kutukan sumber daya alam.

Yang menjadi kutukan ternyata bukan sumber daya alamnya, melainkan manusianya.

Mereka gagal mengelola kekayaan karena kekuasaan lebih dipandang sebagai kesempatan untuk memperkaya diri daripada amanah untuk melayani rakyat.

Kejujuran memiliki efek ekonomi yang sering kali tidak disadari. Ketika pemerintah dipercaya, biaya investasi menurun. Dunia usaha merasa aman. Investor tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk menyuap birokrasi. Pengusaha tidak lagi dipusingkan oleh ketidakpastian hukum. Akibatnya, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Sebaliknya, kebohongan selalu melahirkan biaya.

Data harus direkayasa agar tampak indah. Statistik dipoles agar terlihat berhasil. Pencitraan harus dibangun dengan anggaran besar untuk menutupi kenyataan. Kritik dibungkam agar narasi resmi tetap terjaga. Semua itu memerlukan ongkos politik, ongkos sosial, bahkan ongkos hukum yang akhirnya dibayar oleh rakyat.

Di sinilah kejujuran menjadi investasi paling menguntungkan bagi sebuah bangsa.

Konfusius pernah mengingatkan, “The strength of a nation derives from the integrity of the home.” Jika keluarga membutuhkan kejujuran agar tetap utuh, negara jauh lebih membutuhkannya. Sebab negara adalah rumah bagi jutaan keluarga yang menggantungkan harapan kepada para pemimpinnya.

Karena itu, memilih pemimpin sesungguhnya bukan sekadar memilih siapa yang paling pandai berpidato, paling banyak memasang baliho, paling populer di media sosial, atau paling besar dukungan politiknya. Yang jauh lebih menentukan adalah apakah ia memiliki keberanian untuk berkata benar, bertindak benar, dan mempertanggungjawabkan kekuasaan secara jujur.

Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar. Indonesia juga tidak miskin akan sumber daya alam. Yang sering kali terasa langka justru keteladanan.

Padahal, rakyat tidak pernah menuntut pemimpin yang sempurna.

Rakyat hanya berharap dipimpin oleh orang yang tidak berbohong kepada mereka.

Sebab pada akhirnya, kemakmuran bukan pertama-tama lahir dari bertambahnya APBN, naiknya harga komoditas, atau melimpahnya cadangan nikel. Semua itu hanyalah instrumen.

Kemakmuran lahir ketika setiap rupiah uang negara dikelola dengan amanah, setiap kebijakan dibuat demi kepentingan publik, dan setiap pemimpin memahami bahwa jabatan adalah titipan, bukan hak milik.

Negara yang dipimpin oleh orang jujur tidak memerlukan banyak slogan tentang kesejahteraan.

Kesejahteraan itu akan datang dengan sendirinya.

Karena sesungguhnya, rahasia kemakmuran sebuah bangsa mungkin memang sesederhana ini:

Tinggal punya pemimpin yang jujur.

Rakyat pasti makmur.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dzalim: Ijazah yang Tak Pernah Ditunjukkan, Orang-orang yang Masuk Penjara

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Habis Gurita Cikeas, Terbitlah Jokowi’s White Paper
Crime

Dzalim: Ijazah yang Tak Pernah Ditunjukkan, Orang-orang yang Masuk Penjara

July 18, 2026
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan
Feature

Tifa : Jokowi Baru Mengakui Alumnus UGM sejak 2017

July 18, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo
News

Lalu Apa Kerja Ente, Wo?

July 18, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

July 18, 2026
Habis Gurita Cikeas, Terbitlah Jokowi’s White Paper

Dzalim: Ijazah yang Tak Pernah Ditunjukkan, Orang-orang yang Masuk Penjara

July 18, 2026
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar Hari Ini di PN Jakarta Timur, Agenda Pembacaan Dakwaan

Tifa : Jokowi Baru Mengakui Alumnus UGM sejak 2017

July 18, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Lalu Apa Kerja Ente, Wo?

July 18, 2026
Perkuat Budaya Baca di Takalar, Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Perpusnas Hidupkan Kembali Literasi Desa

Perkuat Budaya Baca di Takalar, Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Perpusnas Hidupkan Kembali Literasi Desa

July 18, 2026
Kompas.Com Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus

Kompas.Com Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus

July 18, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

Tinggal Punya Pemimpin yang Jujur, Rakyat Pasti Makmur

July 18, 2026
Habis Gurita Cikeas, Terbitlah Jokowi’s White Paper

Dzalim: Ijazah yang Tak Pernah Ditunjukkan, Orang-orang yang Masuk Penjara

July 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...