• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nasionalisme Korup

fusilat by fusilat
February 21, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Yusuf Blegur

Mungkin Bahlil Lahadalia dan Immanuel Ebenezer terlalu mabuk jabatan dan terlalu sering meneguk kerasnya perjuangan hidup rakyat. Akibatnya, mereka kehilangan kendali diri dan tak mampu mengontrol ucapannya. Kedua pejabat kementerian itu meragukan nasionalisme generasi muda yang bekerja di luar negeri dan bahkan menyerukan agar mereka tak perlu kembali ke Indonesia. Mereka memvonis miring anak-anak muda yang mandiri, tidak menjadi beban negara, dan justru berkontribusi bagi perekonomian nasional. Ironisnya, Bahlil dan Noel sendiri hanyut dalam sistem korup yang terus mereka nikmati di negeri ini.

Sebagai Menteri ESDM dan Wakil Menteri Tenaga Kerja, Bahlil dan Noel adalah contoh nyata pejabat yang mengagungkan jabatan. Kecintaan mereka terhadap kursi kekuasaan membuat pikiran, ucapan, dan tindakan mereka selalu merendahkan perbedaan pendapat serta sikap kritis. Pernyataan mereka mengenai nasionalisme dalam menanggapi tagar “kabur aja dulu”—yang mencerminkan keinginan anak muda untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri—sungguh memalukan. Tak ubahnya celotehan tak bermutu yang keluar dari mulut pejabat yang kehilangan arah.

Bagaimana tidak? Ekspresi dan aspirasi anak muda yang memilih bekerja di luar negeri justru diragukan nasionalismenya oleh Bahlil. Sementara itu, dengan ketus, Noel menyarankan agar mereka tak perlu kembali ke Indonesia. Pernyataan ini mencerminkan betapa dangkalnya pemahaman mereka terhadap perjuangan rakyat. Selevel menteri dan wakil menteri, mereka justru mengosongkan otak demi mempertahankan jabatan. Tak ada simpati dan empati bagi putra-putri bangsa yang berjuang mencari nafkah di negeri asing. Tak ada refleksi, evaluasi, atau introspeksi terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia yang masih jauh dari ideal.

Anak-anak muda yang merantau ke luar negeri demi kehidupan yang lebih baik justru lebih mulia dibanding Bahlil dan Noel. Mereka mengandalkan jerih payah sendiri, hidup jauh dari keluarga, dan menghadapi berbagai keterbatasan di negeri orang. Namun, mereka memilih jalan itu karena merasa lebih dihargai di negara lain—di mana profesionalisme diakui, dan keahlian diapresiasi tanpa diskriminasi. Sementara itu, di Indonesia, anak muda kerap diabaikan, tidak dianggap sebagai aset berharga, dan seringkali dihambat untuk berkembang.

Alih-alih menciptakan peluang kerja bagi rakyatnya, pemerintah malah menggelar karpet merah bagi tenaga kerja asing dan investasi yang seringkali mengorbankan kepentingan bangsa. Ini bukan hanya mematikan lapangan kerja bagi generasi muda, tetapi juga perlahan-lahan menjual kekayaan alam serta kedaulatan negara. Bahlil dan Noel hanyalah dua dari sekian banyak pejabat yang menjadi bagian dari sistem pemerintahan yang amburadul. Alih-alih membenahi keadaan, mereka justru sibuk menghakimi anak-anak muda yang berjuang untuk bertahan hidup.

Padahal, fakta menunjukkan bahwa tenaga kerja Indonesia (TKI) adalah pahlawan devisa, penyumbang terbesar setelah migas. Sementara itu, Bahlil dan Noel, dengan segala fasilitas negara yang mereka nikmati, kontribusinya terhadap kesejahteraan rakyat masih dipertanyakan. Mereka malah sibuk menggerus keuangan negara tanpa memberikan solusi nyata. Sungguh ironis, mereka menepuk air di dulang, tapi justru wajah mereka sendiri yang terpercik.

Justru nasionalisme Bahlil dan Noel yang patut dipertanyakan. Sebagai pejabat publik, apakah mereka bersih dari kejahatan keuangan dan praktik korup yang telah mengakar dalam struktur pemerintahan? Apakah mereka bukan bagian dari lingkaran kekuasaan yang turut merampok kekayaan negara? Jika mereka masih menikmati kue kekuasaan yang lahir dari distorsi dan destruksi negara, sebaiknya mereka diam dan bekerja lebih nyata. Jangan sibuk berkomentar soal nasionalisme sementara mereka sendiri justru menikmati hasil dari sistem yang korup.

Bahlil dan Noel sebaiknya mengisi otaknya yang kosong dengan pemikiran kritis, karya nyata, dan prestasi yang dapat dibanggakan. Jangan terlalu percaya diri dengan status politisi yang mendapat jatah jabatan. Sebab, jika terus larut dalam sistem yang korup, mereka hanya akan menjadi simbol dari nasionalisme palsu—nasionalisme yang dikendalikan oleh kepentingan pribadi dan kerakusan terhadap kekuasaan.

Bekasi, Kota Patriot
22 Syaban 1446 H / 21 Februari 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kanibalisme Politik Itu Terjadi Kepada PDIP – Ada Jokowi Dibelakangnya?

Next Post

Buah Apatisme: Keberhasilan “Raja Jawa” atau Bubarnya Republik 2030?

fusilat

fusilat

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Next Post
Paradox Dua Era: Kolonial Belanda Membangun dan Kepemimpinan Jokowi Menghancurkan

Buah Apatisme: Keberhasilan "Raja Jawa" atau Bubarnya Republik 2030?

AKHIRNYA DISATU-KERANJANGKAN...

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...