• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kanibalisme Politik Itu Terjadi Kepada PDIP – Ada Jokowi Dibelakangnya?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 21, 2025
in Feature, Politik
0
Melawan Pengkhianatan Jokowi, Membela Marwah Soekarno
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam dunia politik, kanibalisme politik adalah fenomena ketika seorang pemimpin atau kelompok dalam satu entitas politik melemahkan, bahkan menghancurkan, kekuatan internalnya sendiri demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Fenomena ini kini sedang dialami oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), di mana  Joko Widodo, yang lahir dan dibesarkan oleh partai berlambang banteng itu, tampak secara terang-terangan berseberangan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Sebagai Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto memegang peran yang sangat signifikan dalam menghadapi momentum besar partai, yakni Kongres. Dalam posisi ini, Hasto menjadi figur sentral dalam menjaga keutuhan ideologi partai serta memastikan keberlangsungan kepemimpinan yang tetap berakar pada garis perjuangan Megawati. Namun, justru dalam situasi krusial ini, tekanan politik dari pihak eksternal, terutama dari lingkaran kekuasaan Jokowi, semakin terasa.

Indikasi kanibalisme politik terhadap PDIP semakin tampak dengan adanya anjuran Jokowi agar para kepala daerah menghadiri pertemuan di Magelang. Langkah ini bukan sekadar ajakan biasa, melainkan sebuah bentuk tekanan politik yang bertujuan untuk menggalang loyalitas kepala daerah yang sebelumnya dibina oleh PDIP. Ini adalah manuver yang tidak hanya merugikan PDIP secara elektoral tetapi juga secara ideologis, karena menunjukkan upaya pelemahan kepemimpinan Megawati.

Jokowi, yang selama dua periode mendapat dukungan penuh dari PDIP, dan telah dipecat Megawati,  kini justru membentuk blok politik yang berlawanan secara diamteral dengan garis PDIP. Ini bukan hanya perbedaan strategi politik, tetapi sudah masuk ke dalam ranah perpecahan diametral antara Jokowi dan Megawati. Keputusan Jokowi untuk mengumpulkan kepala daerah tanpa koordinasi dengan partai menunjukkan bagaimana dirinya secara perlahan mengambil alih kendali politik yang seharusnya tetap berada di bawah struktur partai.

Fenomena ini mengingatkan kita pada sejarah perpecahan internal partai-partai besar di Indonesia. Ketika seorang tokoh yang diberi kekuasaan oleh partai justru menggunakan kekuatan itu untuk membentuk faksi baru, maka partai induk akan mengalami disorientasi politik. Jika PDIP tidak segera mengkonsolidasikan kekuatannya, bukan tidak mungkin partai ini akan mengalami perpecahan yang lebih dalam.

Kanibalisme politik terhadap PDIP semakin jelas ketika melihat bagaimana Jokowi kini lebih condong kepada kelompok politik yang berada di luar pengaruh Megawati. Dengan menjalin kedekatan dengan partai-partai di luar PDIP, seperti Golkar dan Gerindra, Jokowi tampaknya tengah merancang skenario politik yang mengesampingkan peran dominan PDIP dalam pemerintahan.

Dalam kondisi seperti ini, PDIP menghadapi tantangan berat untuk menjaga soliditasnya. Peran Hasto sebagai sekjen menjadi sangat krusial dalam memastikan bahwa partai tetap berada dalam jalur perjuangannya dan tidak terseret dalam konflik internal yang lebih luas. Sementara itu, Megawati harus mengambil langkah tegas untuk menghadapi gerakan-gerakan politik yang berpotensi merusak stabilitas partai.

Jika kanibalisme politik ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin PDIP akan mengalami nasib serupa dengan partai-partai besar lain yang pernah mengalami kemunduran akibat perpecahan internal. Megawati dan elite PDIP harus segera merespons dinamika ini dengan strategi yang cerdas dan berani, agar partai tetap menjadi kekuatan politik utama di Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Intimidasi Polri terhadap Band Sukatani atas Lagu “Bayar Polisi”: Represi Multidimensi!

Next Post

Nasionalisme Korup

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post

Nasionalisme Korup

Paradox Dua Era: Kolonial Belanda Membangun dan Kepemimpinan Jokowi Menghancurkan

Buah Apatisme: Keberhasilan "Raja Jawa" atau Bubarnya Republik 2030?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist