• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

NEGARA INDONESIA MENUJU KEPUNAHAN, JIKA MODEL PEMILU POST THRUTH DILANJUTKAN .

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
October 25, 2023
in Feature
0
10 Peta Jalan Menyelamatkan Masa Depan Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto | Ketua Pusat Study Kajian Rumah Panca Sila

Situasi dan kondisi negara ini semakin parah ,politik dianggap segala nya dan tidak ada yang berfikir kerusakan yang ditimbulkan nya .
Tragedi di Makamah Konstitusi menjadi triger kemarahan semua orang ,kegaduhan terjadi di seantero negeri .
Yang dulu pemuja sampai sundul langit sekarang membenci dan melontarksn caci maki agar bisa pindah posisi untuk cari makan dengan caci maki .

Kerusakan negeri ini dikarenakan permainan sembilan ketua partai politik yang harus nya bertangungjawab, merekalah yang mengadu domba rakyat nya .

Sejak diganti nya UUD 1945 dengan UUD 2002 dan Pancasila dirobek- robek diganti dengan Individualisme,Liberalisme,Kapitalisme dengan sistem presidenseil yang basis nya Individualisme ,maka kekuasaan dipertarungkan banyak banyakan suara,kalah menang ,kuat kuatan ,kaya kayaan,bandar -bandaran serba perjudian dan curang curangan .

Era Jokowi adalah era
post truth .
Post truth adalah suatu era dimana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran. Caranya dengan memainkan emosi dan perasaan netizen. Apakah Indonesia pernah mengalaminya? Bukan hanya pernah, tapi sudah dan masih mengalaminya saat ini seakan akan terjadi pertarungan politik padahal semua itu hanya skenario yang dilakukan oleh 9 ketua ketua partai itu semua berbagi peran dalam Gimik politik .

Kalau Gilbran itu sudah berkhianat pada PDIP Megawati akan memecat nya seperti Budiman Sudjatmiko ,atau melengserkan Jokowi dari petugas partai .
Jadi semua yang terjadi hiruk pikuk ini hanya pernainan Gimik politik saja.

Semakin hari semakin ramai kepalsuan kepalsuan yangvdi pertontonkan oleh pelsku politik .Indonesia akhir nya juga terpecah lagi kalsu dulu kampret dan cebong sekarang juga terpecah yang pingin statusqu padahal Pak Jokowi dihujat oleh pemuja nya melawan perubahan .

Rupa nya perpecahan ini akan semakin melebar kalau melihat show of force PDIP dengan pasukan Cakra Buana yang dikomandani mantan mantan Jendral dan mantan Komandan Kopasus .yang tidak sepaham dengan PDIP dianggap musuh tentu ini mengerikan perpecahan bangsa ini semakin dititik nadir .

Belum lagi anak anak muda PSI yang mengusung politik ala Ninja dan membangun diksi polutik Jokowisme entah apa yang ada dipikuran mereka padahal Indonesia ini tidak boleh ada isme sekain Pancasila sebab Pancasila sudah menjadi ideologi pilihan bangsa dan isme ya Pancasila yang menjadi pertanyaan besar antitesis apa Jokowisme itu ? Kalau Jokowisme adalah antitesis dari Pancasila sangat gawat begeri ini walau tidak salah juga sebab Pancasila sudah tidak ada dan Jokoisme mengisi kekosongan ideologi sejak UUD 1945 diganti dengan UUD 2002 .

Kembali pada pemilu
Memang aneh negeri ini dan cara berfikir elite politik nya Negara ini didirikan berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa serta didorongkan oleh keinginan luhur.
Tetapi milih pemimpin nya dengan sistem perjudian ,banyak banyakan suara ,pertarungan kalah menang ,curang curangan .Dan lebih aneh lagi ulama nya mendukung dan ikut serta.

Apakah Golkar dengan pengalaman asam garam nya politik di Indonesia begitu bodoh memilih Gilbran sebagai Cawapres nya Prabowo ,Atau Prabowo yang jendral dan mantan komandan Kopasus begitu bodoh memilih Gibran yang kata pembenci nya disebut Bocil ,tidak berpengalaman .
Tentu saja kita hanya bisa melihat dari permukaan tidak bisa melihat dari balik panggung politik .

Kalau kita melihat Megawati seakan tidak perna salah padahal kerusakan negeri ini adalah akibat dari diri nya .
Dimulai dengan diamandemen nya UUD 1945 padahal bukan diamandemen tetapi duganti dengan UUD 2002 sebab 97 persen yang diganti UUD 1945 dan Pancasila dibuang diganti dengan Individualisme ,Liberalisme ,Kapitalisme.dan kemudian Pancasila dimasukan kotak yang namanya BPIP ini post thruth yang dilakukan Megawati kepada bangsa Indonesia. sebuah vidio ..”Pancasila itu dengan ilmu baru itu tidak cocok Pancasila itu apa tidak ada arti nya kita harus rombak kita harus dirikan yang lain sifatnya.

Padahat bapak nya Sendiri Bung Karno mengatakan UUD 1945 itu UUD yang keramat .
Kalau seorang anak sudah menjadi Malin Kundang berkhianat kepada bapak nya maka tunggulah kehancuran nya.

Masih banyak para politikus dan pengamandemen UUD 1945 yang tidak membaca sejarah dengan benar. Begitu juga umat Islam yang ikut mengamandemen UUD 1945

Padahal UUD 1945 itu adalah UUD yang dalam pembentukannya memohon petunjuk Allah

Cuplikan pidato Bung Karno di sidang PPKI.

”Alangkah keramatnja, toean2 dan njonja2 jang terhormat, oendang2 dasar bagi sesoeatoe bangsa. Tidakkah oendang2 sesoeatoe bangsa itoe biasanja didahoeloei lebih doeloe, sebeloem dia lahir, dengan pertentangan paham jang maha hebat, dengan perselisihan pendirian2 jang maha hebat, bahkan kadang2 dengan revolutie jang maha hebat, dengan pertoempahan darah jang maha hebat, sehingga sering kali sesoeatoe bangsa melahirkan dia poenja oendang2 dasar itoe dengan sesoenggoehnja di dalam laoeatan darah dan laoetan air mata.

Oleh karena itoe njatalah bahwa sesoeatoe oendang2 dasar sebenarnja adalah satoe hal jang amat keramat bagi sesoeatoe rakjat, dan djika kita poen hendak menetapkan oendang2 dasar kita, kta perloe mengingatkan kekeramatan pekerdjaan itoe.

Dan oleh karena itoe kita beberapa hari jang laloe sadar akan pentingnja dan keramatnja pekerdjaan kita itoe. Kita beberapa hari jang laloe memohon petoendjoek kepada Allah S.W.T., mohon dipimpin Allah S.W.T., mengoetjapkan: Rabana, ihdinasjsiratal moestaqiem, siratal lazina anamta alaihim, ghoiril maghadoebi alaihim waladhalin.
Dengan pimpinan Allah S.W.T., kita telah menentoekan bentoek daripada oendang2 dasar kita, bentoeknja negara kita, jaitoe sebagai jang tertoelis atau soedah dipoetoeskan: Indonesia Merdeka adalah satoe Republik. Maka terhoeboeng dengan itoe poen pasal 1 daripada rantjangan oendang2 dasar jang kita persembahkan ini boenjinja: “Negara Indonesia ialah Negara Kesatoean jang berbentoek Republik”.

Jadi sangat yakinlah kita bahwa UUD 1945 itu dibuat bukan dengan sementara, bukan dengan singkat. Tetapi dengan ijin Allah SWT, hal inilah yang tidak dibaca oleh Megawati dan pengamandemen UUD 1945.

Kedurhakaan Megawati ini apa ada yang berani mengingatkan dimana PDIP dengan menganggap Megawati sebagai Ratu ,yang ditakuti oleh pengikut nya .
Maka sesungguh nya kata tegak lurus ke Megawati yang di ucapkan Ganjar Pranowo adalah menunjukan sikap Megawati yang otoriter Presiden diberi diksi Petugas Partai adalah bentuk bentuk otoriter yang meletakan partai politik diatas negara ,bukan sebalik nya partai politik adalah bagian dari negara .

Yang lebih mengerikan Arogansi partai politik adalah merubah Bhinekatunggal Ika yang tercermin didalam konfigurasi MPR dimana MPR terdiri dari DPR ,Utusan Daerah dan Utusan utusan Golongan duganti hanya satu golongan yaitu Golongan Partai Politik.

Jadi kerusakan negara yang dilakukan oleh partai politik sudah masuk pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dan menuju musna nya negara yang di Proklanasikan 17 Agustus 1945 oleh Soekarno Hatta. .
Jadi sama artinya telah durhaka mencabut gelar Proklamator pada Soekarno Hatta sebab UUD 2002 tidak ada kaitan sejarah dengan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pertanyaan besar pada kita semua termasuk pada ketua ketua partai politik apaka kita akan membiarkan negara ini musna ? Atau jita kembali pada Pancasila dan UUD 1945.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Lebih Dari 700 Orang Warga Gaza Tewas Dalam Pemboman Israel Semalam,

Next Post

Penurunan Ekonomi China dan Potensi Krisis Ekonomi Indonesia

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
“Jebakan” Utang China Makan Korban Sri Lanka, Bagaimana dengan RI?

Penurunan Ekonomi China dan Potensi Krisis Ekonomi Indonesia

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

Pencawapresan Gibran, Rugi Besar Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist