• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Negeri yang Membanggakan Penjilat, Mencampakkan Penjerit

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 8, 2025
in Crime, Feature
0
Negeri yang Membanggakan Penjilat, Mencampakkan Penjerit
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai hari Lubis

Di negeri yang katanya demokratis ini, kepercayaan publik tak lagi berakar pada integritas atau prestasi, melainkan pada kelenturan sikap dan kemampuan menjilat yang lihai. Nama-nama seperti Airlangga Hartarto, Luhut Binsar Pandjaitan, Erick Thohir, hingga Zulkifli Hasan tetap nyaman duduk di kursi empuk kekuasaan, meski rekam jejak mereka terpapar aroma tak sedap di mata publik.

Airlangga, misalnya, disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO). Namanya muncul dalam berita acara pemeriksaan tersangka Indrasari Wisnu Wardhana, namun kasusnya menguap tanpa arah yang jelas. Begitu pula dengan Luhut Binsar Pandjaitan, yang oleh media seperti Tempo sendiri pernah disorot karena konflik kepentingan dalam proyek tambang dan PCR. Alih-alih diperiksa, Luhut malah tampil sebagai “penentu” dalam berbagai urusan negara, dari nikel sampai diplomasi luar negeri.

Erick Thohir pun tidak bebas dari sorotan. Ia dikaitkan dalam dugaan ketidakterbukaan pengelolaan dana dan aset di sejumlah BUMN. Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan yang juga Ketua Umum PAN, bahkan terang-terangan mengkampanyekan anaknya saat menjabat. “Bantu bapak ya, pilih anak saya,” katanya dalam sebuah acara pembagian sembako, yang jelas melanggar etika jabatan.

Dan kini, muncul nama Bahlil Lahadalia. Ia adalah Menteri Investasi, namun yang ramai bukan capaian investasinya, melainkan gelar S3-nya yang lulus dalam waktu 2 tahun kurang di UI tanpa publikasi disertasi yang bisa diverifikasi terbuka. Dalam keterangannya, Bahlil sempat menjawab bahwa proses akademiknya “sudah sesuai prosedur”, namun penelusuran banyak pihak justru mengindikasikan kejanggalan.

Meski demikian, mereka tetap dipertahankan, bahkan dibanggakan. Media arus utama pun seolah ikut menikmati pesta ini: memberitakan sambil menutup mata.

Lalu lihatlah nasib tokoh-tokoh yang memilih berdiri di luar lingkar kekuasaan. Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, dan Roy Suryo, mantan Menpora yang kini lebih sering mengkritik jalannya pemerintahan. Keduanya memang pernah punya cela, namun dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai suara minor yang konsisten mengingatkan: agar negara jangan kehilangan arah. Tapi respons negara? Diam dan sinis. Mereka lebih dianggap “pembuat gaduh” ketimbang penjaga kewarasan.

Lebih konyol lagi, semua pejabat itu kini terang-terangan menjilat Gibran Rakabuming Raka. Rasa hormat dibuat jadi tontonan murahan di depan kamera, lengkap dengan pujian-pujian yang seolah sudah diatur oleh humas istana. Tak ada satupun kritik terhadap fakta bahwa Gibran melangkahi norma konstitusi untuk bisa menjadi wakil presiden. Mereka lebih sibuk memproduksi narasi “anak muda cerdas, punya gagasan, dan dekat rakyat,” ketimbang membahas pelanggaran etika politik dan hukum yang terjadi.

Kita pun bertanya-tanya, sampai kapan pertunjukan ini berlangsung? Apakah akan tamat karena teguran rakyat yang tengah sekarat, atau hanya berhenti saat para penjilat dan yang dijilat sama-sama sampai ke liang lahat?

Sejarah bangsa ini mungkin tak akan mencatat mereka yang mengangguk-angguk demi jabatan. Tapi rakyat—yang punya ingatan lebih jernih dari para buzzer—akan mencatat, siapa yang berteriak karena cinta pada negeri, dan siapa yang membungkam nalar demi kekuasaan.

Karena seperti yang ditulis Pramoedya Ananta Toer: “Dalam hidup, jangan takut mengatakan kebenaran hanya karena akan membuatmu kehilangan jabatan.” Tapi sayang, di negeri ini, jabatan lebih dihargai daripada keberanian.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Ada Negara yang Berpartner dengan China Menjadi Makmur

Next Post

Ulah Penguasa yang Keterlaluan – Extraordinary Crime

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Ulah Penguasa yang Keterlaluan – Extraordinary Crime

Ulah Penguasa yang Keterlaluan - Extraordinary Crime

Ìntelijen Iran Peroleh Banyak Dokumen Sensitif, Dari Rezim Israel

Ìntelijen Iran Peroleh Banyak Dokumen Sensitif, Dari Rezim Israel

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...