• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Tidak Ada Negara yang Berpartner dengan China Menjadi Makmur

Ali Syarief by Ali Syarief
June 8, 2025
in Economy, Feature
0
Prabowo Temui Xin Jinping di China
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Hubungan dagang dan investasi dengan Republik Rakyat Tiongkok kerap dilukiskan sebagai jalan pintas menuju kemakmuran. Berbagai kepala negara dunia ketiga, termasuk Indonesia, menyambut tangan China dengan senyum dan karpet merah. Tapi sejarah dan kenyataan hari ini justru menunjukkan satu pola yang mencemaskan: tidak ada satu pun negara berkembang yang benar-benar makmur setelah menjalin kemitraan ekonomi strategis dengan China.

Lihat saja Sri Lanka. Negeri kecil di Samudra Hindia itu menjadi poster child kegagalan diplomasi utang dengan China. Ambisi membangun infrastruktur besar-besaran didanai pinjaman dari Beijing, termasuk megaproyek Pelabuhan Hambantota. Kini, pelabuhan itu bukan milik rakyat Sri Lanka, melainkan telah diserahkan ke perusahaan China untuk jangka waktu 99 tahun karena negara itu gagal membayar utangnya. Kedaulatan tergadaikan demi mimpi besar yang tak pernah membuahkan hasil nyata bagi rakyat.

Pakistan pun tak jauh berbeda. Proyek-proyek dalam skema China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) memang menyulap sebagian lanskap negeri itu dengan jalan dan pembangkit listrik, tapi utang luar negeri Pakistan melonjak drastis. Alih-alih menyejahterakan rakyat, proyek ini memperlebar kesenjangan ekonomi dan memicu kecemburuan sosial di berbagai wilayah. Kini, Pakistan terjerat ketergantungan pada Beijing, sementara kestabilan ekonominya tetap rapuh dan mudah terguncang.

Di Afrika, Ethiopia dan Zambia telah lama menjadi ‘pasien’ Beijing. Investasi China yang membanjir di sektor energi, jalan tol, dan telekomunikasi memang menciptakan pertumbuhan ekonomi semu, tetapi tak pernah bertransformasi menjadi pemerataan kesejahteraan. Justru, kontrol China atas sumber daya strategis di kedua negara itu mengukuhkan status mereka sebagai pemasok bahan mentah dan pasar barang jadi dari China—bukan mitra sejajar.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Di era Jokowi, relasi dengan China dirayakan sebagai tonggak transformasi. Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi monumen simbolik kemitraan ini. Namun biaya membengkak, ketergantungan teknologi, serta ketiadaan transfer ilmu menyiratkan satu hal: Indonesia menjadi pembeli mahal dari ambisi geopolitik China, bukan penerima manfaat sejati. Tak ada alih teknologi, tak ada penguatan kapasitas bangsa. Hanya tumpukan utang dan infrastruktur yang belum tentu menopang kesejahteraan jangka panjang.

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa negara-negara yang menerima utang infrastruktur dari China cenderung mengalami tekanan fiskal tinggi. Pinjaman itu datang tanpa transparansi, dengan syarat yang sulit dinegosiasikan ulang. Kecenderungannya adalah: China memberi pinjaman, negara penerima membangun proyek mercusuar, lalu kesulitan bayar. Akhirnya aset strategis berpindah tangan, atau negara tersebut menjadi tergantung secara politik dan ekonomi.

Strategi ini dikenal sebagai debt-trap diplomacy—jebakan utang yang menyamar sebagai kerja sama pembangunan. Diplomasi ala Beijing bukan sekadar soal dagang dan investasi, tapi juga proyek hegemonik untuk mengikat negara-negara dunia ketiga dalam jaringan pengaruh yang sulit dilepaskan.

China memang makmur. Tapi kemitraan dengan China belum pernah membuat mitranya makmur. Ini bukan tentang rasisme atau fobia geopolitik, melainkan tentang realitas pahit dari relasi yang timpang. Ketika satu pihak datang dengan triliunan dolar tapi tanpa akuntabilitas, dan pihak lain menyambut dengan tangan terbuka namun tanpa kesiapan tata kelola yang kuat, yang terjadi bukan simbiosis mutualisme—melainkan kolonialisme gaya baru.

Maka pertanyaan mendesaknya adalah: sampai kapan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, mau terus menjadi pion dalam papan catur Beijing?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Merger Raksasa: Danantara Intip Peluang Masuk Saat GoTo-Grab Diambang Penyatuan

Next Post

Negeri yang Membanggakan Penjilat, Mencampakkan Penjerit

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Negeri yang Membanggakan Penjilat, Mencampakkan Penjerit

Negeri yang Membanggakan Penjilat, Mencampakkan Penjerit

Ulah Penguasa yang Keterlaluan – Extraordinary Crime

Ulah Penguasa yang Keterlaluan - Extraordinary Crime

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist