• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ulah Penguasa yang Keterlaluan – Extraordinary Crime

Ali Syarief by Ali Syarief
June 8, 2025
in Crime, Feature, Lingkungan Hidup
0
Ulah Penguasa yang Keterlaluan – Extraordinary Crime
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bangsa ini tampaknya tengah kehilangan arah dan malu. Tanah air yang kaya ini terus dijarah secara terbuka, terang-terangan, dan bahkan dilegalkan. Dan yang paling menyedihkan, semua ini bukan dilakukan oleh penjajah asing, melainkan oleh penguasa kita sendiri.

Setiap tahun, jutaan hektare lahan gambut dibakar di Sumatera dan Kalimantan demi membuka jalan bagi perkebunan sawit dan tambang. Pada 2015, Indonesia pernah menjadi negara penyumbang emisi karbon harian terbesar di dunia akibat kebakaran hutan, melampaui Amerika Serikat. Asap dari pembakaran itu menyeberangi Selat Malaka dan Laut Natuna, mengganggu udara di Singapura dan Malaysia. Namun, alih-alih menindak tegas, pemerintah kerap berdalih: “ini ulah oknum”, atau yang lebih ironis lagi, “musim kering yang ekstrem”.

Padahal, laporan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan bahwa pembakaran lahan kerap dilakukan secara sistematis oleh perusahaan-perusahaan besar yang memiliki izin sah dari negara. Negara tidak absen. Negara hadir—dalam bentuk pembiaran.

Di Sumatera, bentang Bukit Barisan yang dahulu menjadi tulang punggung ekosistem hutan tropis kini berubah menjadi barisan kebun sawit. Sebuah studi dari Global Forest Watch mencatat bahwa Indonesia kehilangan lebih dari 9 juta hektare hutan primer antara 2002 hingga 2022, sebagian besar terjadi di era di mana pembangunan diagungkan, tanpa mengukur batas kerusakan. Tak ada lagi tempat tinggal yang layak bagi harimau Sumatera, badak, atau gajah liar.

Laut juga bernasib serupa. Pemerintah lewat Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2023 secara resmi membuka kembali kran ekspor pasir laut—yang telah dilarang selama 20 tahun. Alasan resminya: “pengelolaan sedimen laut.” Namun publik tahu: ini hanya upaya mengganti nama kejahatan ekologis agar terdengar ilmiah dan sah. Padahal, penambangan pasir laut telah terbukti merusak ekosistem pesisir, mempercepat abrasi, dan mengancam pulau-pulau kecil, seperti yang terjadi di Kepulauan Riau dan Natuna.

Yang lebih keterlaluan, penguasa kini mulai merusak kawasan konservasi dan warisan dunia. Di Kawasan Danau Toba, misalnya, yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Global Geopark sejak 2020, pembangunan ugal-ugalan justru dilakukan oleh pemerintah sendiri. Hotel-hotel mewah dibangun di zona inti konservasi. Kawasan Huta Ginjang dan Sibisa, yang merupakan situs penting dalam lanskap geologis, dipenuhi alat berat dan proyek betonisasi. Tak ada penghormatan terhadap warisan geologis yang telah bertahan jutaan tahun.

Di Ciletuh-Palabuhanratu, Jawa Barat, nasibnya sama. Alih-alih dijaga, kawasan geopark ini malah dipasangi infrastruktur keras yang tidak ramah lingkungan. Aktivis lingkungan menyebut pemerintah lebih sibuk membangun “tempat selfie” ketimbang menjaga kualitas kawasan.

“Ini bentuk kolonialisme dalam negeri,” ujar Chalid Muhammad, aktivis lingkungan hidup. “Sumber daya dikeruk untuk segelintir elite, sementara kerusakan ditanggung rakyat dan generasi mendatang.”

Yang kita saksikan hari ini bukan lagi sekadar kerusakan alam biasa. Ini kejahatan luar biasa—extraordinary crime—yang dilakukan secara sistemik, sah secara hukum, dan didorong oleh kepentingan ekonomi-politik. Kejahatan yang tidak hanya menghancurkan hutan dan laut, tetapi juga merampas masa depan bangsa.

Para penguasa telah menjelma bukan sebagai pelindung, melainkan sebagai perusak. Mereka membakar hutan, menggunduli bukit, mengeruk laut, dan memoles semua itu dengan istilah pembangunan. Mereka mendaku sebagai penyelamat bangsa, padahal mereka sedang menjual negeri ini sepotong demi sepotong.

Dan jika rakyat tetap diam, maka keheningan itu akan berubah menjadi kutukan. Sebab, dalam sunyi itulah para perampok akan terus bekerja.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negeri yang Membanggakan Penjilat, Mencampakkan Penjerit

Next Post

Ìntelijen Iran Peroleh Banyak Dokumen Sensitif, Dari Rezim Israel

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Ìntelijen Iran Peroleh Banyak Dokumen Sensitif, Dari Rezim Israel

Ìntelijen Iran Peroleh Banyak Dokumen Sensitif, Dari Rezim Israel

Indonesia Among the Unhappiest Countries in South-East Asia

Antara Bansos, Ekspor, dan Mafia Harga: Krisis Beras di Negeri Lumbung Padi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist