• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Neo-PKI: Wajah Lama dalam Topeng Baru

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 14, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis

Ketika kita berbicara tentang komunisme gaya baru, banyak yang membayangkannya sebagai ideologi yang sudah mati terkubur bersama sejarah kelam 1965. Namun kenyataannya, benih-benih komunisme tak pernah benar-benar musnah. Ia hanya berganti wajah—lebih halus, lebih sistematis, dan lebih berkamuflase. Inilah yang disebut sebagai Neo-PKI, wajah lama dalam topeng baru.

Siapa Mereka?

Kelompok ini bukan hanya terdiri dari mereka yang terang-terangan mengusung ide komunisme klasik, tetapi juga dari berbagai lapisan sosial dan ideologis:

  1. Kaum intelektual, mulai dari akademisi, pimpinan militer, polisi, ASN, hingga tokoh partai, yang secara sadar atau tidak, mendorong sistem berpikir dan tata kelola negara yang menjauh dari nilai-nilai ketuhanan.
  2. Kaum non-agamis, yang melihat agama sebagai penghalang bagi kemajuan dan kebebasan mutlak.
  3. Kaum agamis pragmatis, yang beragama hanya sebatas identitas, tetapi tak peduli pada nilai sistemik; yang penting hidup nyaman.
  4. Kaum marginal, yang merasa terpinggirkan, bukan karena sistem yang menindas, tapi karena kebodohan dan rendahnya tingkat kesejahteraan.
  5. Kaum pengusaha oportunis, yang hanya membaca arah angin politik dan berpihak pada siapa pun yang berkuasa.

Kombinasi dari semua ini menciptakan semacam front ideologis cair—tidak selalu mengibarkan bendera merah, tapi menggerogoti nilai-nilai dasar bangsa secara perlahan.

Antisipasi dan Imun Ideologis Bangsa

Melawan komunisme gaya baru tidak cukup dengan retorika. Ia membutuhkan sistem imun ideologis yang kokoh—baik dalam tubuh negara maupun rakyatnya. Pola antisipasi itu antara lain:

  1. Presiden sebagai role model moral dan hukum, yang taat konstitusi, berani, adil, dan bijaksana.
  2. Aparat hukum yang berintegritas, patuh pada presiden, serius memberantas korupsi, dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
  3. Revitalisasi nilai Pancasila, ditanamkan sejak pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi, agar menjadi kesadaran sosial, bukan sekadar hafalan.
  4. Pemerintah yang menyejahterakan rakyat, karena kemiskinan selalu menjadi pintu masuk ideologi radikal.
  5. Meningkatkan kesadaran beragama, mendukung kegiatan umat dengan kebijakan yang berpihak.
  6. Membangun harmonisasi antar umat beragama, sebatas hubungan duniawi, karena manusia adalah zoon politicon—makhluk sosial-politik yang saling bergantung.
  7. Menindak tegas penyebar paham komunisme, tanpa kompromi, karena mereka adalah racun ideologi bangsa.
  8. Kerja sama internasional yang cerdas, hanya sebatas ekonomi, dengan prinsip saling menguntungkan tanpa kompromi ideologis.
  9. Aparat negara yang religius dan berdisiplin hukum.
  10. Sistem politik sederhana, cukup dua partai besar agar efisien, transparan, dan mudah melahirkan pemimpin yang benar-benar mewakili rakyat sesuai sila keempat Pancasila.

Jika pola-pola ini dijalankan secara murni dan konsekuen, maka manusia akan benar-benar menjadi khalifah di muka bumi. Pancasila yang hidup bukan sekadar teks, tapi ruh kehidupan berbangsa.

Pancasila: Tameng Terhadap Dua Ekstrem Ideologi

Apabila Pancasila dipraktikkan dengan benar, bukan hanya komunisme yang terbendung, tetapi juga khilafahisme. Keduanya adalah ekstrem ideologi yang sama-sama menolak keseimbangan—yang satu menafikan Tuhan, yang lain meniadakan kebangsaan.

Ironisnya, dua kutub ekstrem ini sama-sama memandang Pancasila sebagai ancaman.

  • Komunisme dan sekularisme membenci Pancasila karena sila pertamanya berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
  • Sementara Khilafahisme justru “cemburu” terhadap Pancasila, karena nilai-nilai sosial dan keadilan Pancasila lebih membumi dan inklusif daripada tafsir sempit kekuasaan atas nama Tuhan.

Ibarat dua kutub yang sama-sama menolak cahaya tengah, keduanya sejatinya bertemu dalam kebencian terhadap nilai moderasi Pancasila.

Penutup: Kembali ke Akar Nilai Bangsa

Kebangkitan komunisme gaya baru tidak akan datang dalam bentuk palu arit. Ia datang lewat kelumpuhan moral, korupsi sistemik, kemiskinan yang dibiarkan, dan hilangnya kesadaran berketuhanan.
Maka bangsa ini hanya bisa bertahan jika nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam setiap sendi kehidupan—dalam kebijakan, pendidikan, dan keteladanan pemimpinnya.

Jika benar yang tertulis ini adalah petunjuk dari Allah, maka segala puji bagi-Nya.
Namun bila terdapat kekeliruan, maka itu semata dari kebodohan penulis.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saatnya Erick Thohir Lempar Handuk

Next Post

Empat Versi Ijazah dan Satu Kebenaran yang Menghilang

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Di Balik Ketakutan Jokowi: Ijazah, Aktivis, dan Ancaman Konsensus Nasional

Empat Versi Ijazah dan Satu Kebenaran yang Menghilang

Negara Ini Bukan Komunis, Bukan Khilafah — Tapi Meminjam dari Keduanya

Negara Ini Bukan Komunis, Bukan Khilafah — Tapi Meminjam dari Keduanya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...