• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

NKRI HARGA MATI, TOLERANSI, POLITIK IDENTITAS ADALAH STRATEGI ADU DOMBA ISLAM VS RAKYAT DALAM PROYEK RADIKALISME REZIM JOKOWI

NKRI adalah Doktrin Militer

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
April 28, 2024
in Feature, Law, Politik
0
NKRI HARGA MATI, TOLERANSI, POLITIK IDENTITAS ADALAH STRATEGI ADU DOMBA ISLAM VS RAKYAT DALAM PROYEK RADIKALISME REZIM JOKOWI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

Muhammad Yamin Nasution

NKRI HARGA MATI!, Adalah narasi yang didengungkan di daun telinga masyarakat sipil Indonesia mendekati sepuluh tahun rezim Jokowi.

Narasi tersebut seolah-olah menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap negara, bahkan siapapun yang dianggap berbeda, akan merusak konsep negara Pancasila, kelompok masyarakat PROJO (Pro Jokowi) akan melawannya hingga rela mati.

NKRI harga mati adalah doktrin militer (militer dalam hal ini terdiri dari TNI & BRIMOB), mereka sejak masuk kesatuan dilatih dan diberikan doktrin rela mati demi mempertahankan wilayah.

Hal tersebut diatas secara tegas tertuang dalam undang-undang militer, disalah satu pasalnya menegaskan “TNI berada pada garis terdepan dalam mempertahankan wilayah kesatuan NKRI, rela mati”.

Kepolisian, khususnya Brimob (Brimob adalah konsep militer yang ada dikepolisian) berdasarkan UU Kepolisian dalam hal ini sebagai pembantu tugas dari Militer.

Brimob secara konsep kepolisian yaitu melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat, dan bertolak belakang, walaupun konsep ini merujuk AS.

Tugas Brimob semakin ambigu dalam masyarakat demokratis paska Presiden Jokowi melahirkan Peraturan Presiden, dimana tugas Brimob dijadikan sebagai pelayanan masyarakat (Militer dalam Kepolisian sebagai pelayan masyarakat, tak berbeda dengan orde baru).

Kembali ke NKRI, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa, NKRI adalah doktrin Militer, bukan sipil. Masyarakat sipil tidak mungkin pergi berperang melawan OPM di Papua.

Berbeda dengan pra dan paska awal kemerdekaan, masyarakat sipil terlibat dalam perang, sekecil-kecilnya membantu Militer dalam berperang dalam hal memberikan makanan bagi militer, atau menyamar sebagai seseorang pedagang namun menyembunyikan senjata.

Dengan model diatas, maka lahirlah dogma militer yang menyebutkan “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.” Dengan perkembangan zaman dogma tersebut seharusnya dirubah, “dari negara untuk perlindungan negara” (Negara adalah rakyat).

POLITIK IDENTITAS

Kelompok Islam umumnya paling keras dalam mengkritisi kekuasaan, selain dari golongan terbesar. Adalah kewajiban bagi Islam yang memahami untuk berbicara tegas tentang ketidakadilan yang terjadi (Ar-Rahman dan banyak ayat lain).

Hal ini menjadi kekhawatiran bagi rezim, bila masyarakat Islam menyadari maka kekuasaan tak mampu berlaku tidak adil. Selain itu, agama adalah hal yang paling sensitive bila rezim salah dalam berbicara (Ahok Contohnya).

Maka startegi pertama bagaimana cara agar masyarakat Islam harus terpecah belah. Pertama-tama maka larangan tentang politik identitas. Ini adalah bentuk lain bahwa agama islam terlarangan bicara kekuasaan yang buruk dimesjid masjid.

Indonesia secara geografisnya saja sudah identitas, dari Borneo, Papua, Sumatera, Jawa dan lainnya.

Van Volen Hoven dalam buku “Adat Recht” mengatakan : “….Indonesia geographically identity, not politically”. Tulisan ini juga di terjemahkan dan ditulis ulang kedalam Bahasa Inggris oleh dua Professor sosiologis Arthur Schiller & Adamson Heoebel “Adat Law in Indonesia”.

Identitas yang melekat bahkan secara geografis, maka mustahil untuk melepaskan agama dalam politik. Namun, Jokowi tak memahami, dia bahkan berkata, “agama jangan dicampurkan dengan politik”.

Jokowi secara tidak langsung ingin mengatakan Islam jangan ikutan didalam politik. Orang yang beragama islam dan ber KTP islam dipersilahkan ikut namun prinsip-prinsip keadilan yang diajarkan islam harus ditinggalkan.

Politik identitas tidak bermasalah, yang bermasalah dan terlarang adalah POLITIK PEMALSUAN IDENTITAS. Berpura-pura merakyat, berpura-pura islami namun penipu, ingkar janji, dan dzalim terhadap rakyat.

Jokowi tidak memahami bahwa Indonesia negara agamis, bukan negara agama. Hubungan negara dengan agama adalah satu kesatuan, agama dan negara melekat tak terpisahkan. Dari Pembukaan, UUD-NRI 1945, bahkan UU lain dibawah UUD-NRI menunjukkan hal tersebut.

Jokowi dalam sumpah yang diatur di UUD-NRI 1945 merujuk pada agama, bila Jokowi tidak ingin agama ikut campur dengan Politik maka sumpah tersebut atas nama apa? Setan atau Tuhan?.

TOLERANSI

Toleransi, secara etimologi dan terminologi lahir dari dua dasar kata “tolerantia” dan “tolerare”. “Tolerantia” dalam Bahasa latin artinya menerima sedangkan “tolerare” artinya menyerang (C. van HAGEN, 1682).

Setiap orang harus menjaga dan berhati-hati dalam bersikap disetiap kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan lingkungan bertetangga, bila seseorang memelihara hewan peliharaan seperti anjing, maka memungkinkah tetangga yang lain dapat memelihara kerbau atau sapi?

Kotoran hewan tersebut atau suara anjing yang akan menggonggong akan mengganggu masyarakat lainnya.

Bila, pemelihara tidak memperhatikan dan tidak berhati-hati kenyamanan tetangga dalam kehidupan kompleks perumahan, yang awalnya tetangga menerima “tolerantia” maka kedepan hari tetangga lain akan mengeluh dan menyerang “tolerare” tetangga yang pelihara hewan tersebut.

Atau contoh lain, bila seseorang yang bertetangga menyalakan music dengan keras tanpa mengenal waktu, maka hal yang sama akan terjadi, layaknya penjabaran diatas.

Pemikir konsep negara hukum dari Jerman yang mengemukakan tentang “rechtstaat” yaitu Julius Stahl mengatakan, “toleransi bahkan digunakan oleh mereka yang pada dasarnya tidak percaya dengan agamanya sendiri” (Friedrich Julius Stahl,1855).

DAMPAK DOKTRIN MILITER BILA DIHEMBUSKAN KEDALAM MASYARAKAT SIPIL

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan secara fundamental tentang KONSEP NEGARA DAN ARTI WARGA NEGARA, baca (https://fusilatnews.com/konsep-negara-arti-warga-negara/)

Ketika secara sengaja doktrin yang diterangkan diatas terus menerus di hembuskan oleh Presiden dan pejabat-pejabat lain, maka dampaknya masyarakat saling klaim bahwa mereka yang paling Pancasilais, sebab mereka berada dibarisan kekuasaan.

Setiap orang dan kelompok akan merasa hal yang sama, antara budaya dan agama secara otomatis akan berbenturan. Demikian juga antara agama yang satu dengan yang lain.

Dalam facies theory dua nilai yang sama yaitu, antara agama dan budaya adalah dua konsep yang memiliki nilai-nilai yang sama dalam kehidupan bernegara, yang dimana kedua hal tersebut terlarang untuk dibenturkan sebab rentan akan pertikaian.

Oleh sebab itu, sejalan dengan pidato Ir. Soekarno saat menjabarkan konsep negara di PBB. Ir. Soekarno menyebutkan sila-sila dalam Pancasila tidak menggunakan kata 1 (satu), 2, (dua) dan seterusnya. Melainkan, Ir. Soekarno menggunakan kata PERTAMA, KEDUA, KETIGA, dan seterusnya hingga KELIMA.

Ir. Soekarno menyadari bahwa dalam kehidupan masyarakat majemuk sangat memungkinkan diantara sila-sila tersebut memiliki nilai-nilai yang sama danterlarang untuk dibenturkan.

Apabila terdapat nilai-nilai yang sama pada Pancasila dalam kehidupan bernegara, maka sila pertama yang harus menjadi acuan utama.

Ir. Soekarno sendiri mengartikan kata bangsa adalah bahwa masa lalu mereka mengalami pengalaman yang sama, masa kini dan masa yang akan datang harus terus menerus bersama menyaurakan haknya (rakyat sebagai oposisi yang seutuhnya), dan pandangan tersebut sejalan dengan arti warga negara (Soekarno mengutip dari tiga pemikir Prancis dan Jerman, khususnya pemikir Jerman Otto Beuer).

PROYEK RADIKALISME REZIM JOKOWI

Pada Agustus 8 dan 9 2022, Elizabeth Rosenberg Assistant Secretary untuk KeuanganTerorisme dan Keuangan Kejahatan, baca (https://home.treasury.gov/news/press-releases/jy0917) mengunjungi Mentri Keuangan dan Luhut Binsar Panjaitan Mekomarves.

Indonesia diminta untuk melakukan peminjaman uang keluar negri dalam hal untuk penanganan Terorisme dan Kejahatan masa depan. Sebulan kemudian Boy Rafly amar melakukan hal tersebut, akan tetapi ditolak oleh DPRRI.

Dapatkah dibayangkan, persoalan terorisme dan kejahatan menjadi sumber proyek utang di negara ini. Tak heran bila selama ini isu terorisme menjadi perdebatan publik, bagaimana mungkin seseorang dituduh teroris dan radikalis dengan dasar yang tak masuk akal seperti tertuduh memiliki buku-buku tentang jihad islam.

Kenapa Amerika yang menentukan bahwa Indonesia butuh uang dalam menentukan terorisme dan kejahatan masa depan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menanggapi Rumor Mantan Presiden Meminta Jatah Penunjukan Menteri-Menteri (Prerogatif Presiden) – Apakah Prabowo akan Mencoba Mendikte Jokowi?

Next Post

IJAZAH PALSU GIBRAN DAN JOKOWI

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
IJAZAH PALSU GIBRAN DAN JOKOWI

IJAZAH PALSU GIBRAN DAN JOKOWI

Walkot Bobby Tunjuk Pamannya Jadi Plh Sekda Medan

Walkot Bobby Tunjuk Pamannya Jadi Plh Sekda Medan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...