• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Politik

NON-BLOK, NETRAL ATAU TAK PUNYA PILIHAN?

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
June 15, 2025
in Politik, World
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Di masa sekolah, kita mengenal dua kata yang terdengar seperti saudara kembar: netral dan non-blok. Keduanya sama-sama tak ikut perang, tak ikut kubu, tak ikut rebutan dunia. Tapi seperti semua saudara kembar, keduanya punya watak yang berbeda.

Negara netral adalah negara yang tidak berpihak secara militer dalam konflik internasional, dan itu dijaga oleh aturan hukum internasional. Ia tidak boleh menjadi jalur pengiriman senjata, tidak boleh memberi dukungan militer, bahkan tidak boleh memberi fasilitas logistik. Netralitas adalah pagar tinggi—dan siapa pun yang masuk harus menanggalkan semua bendera.

Contohnya adalah Swiss. Saat Rusia menyerbu Ukraina, Swiss memang tidak mengirim senjata, tapi mengadopsi sanksi ekonomi dari Uni Eropa. Banyak yang mempertanyakan, apakah itu masih netral? Jawabannya bergantung: apakah netral berarti tidak mengirim amunisi, atau juga tak boleh menunjukkan empati?

Lain halnya dengan Gerakan Non-Blok. Lahir di Bandung, tumbuh di Beograd. Ia bukan sekadar tak mau ikut blok Barat dan Timur—tapi ingin punya suara sendiri. Nehru, Tito, Nasser, dan Soekarno memproklamasikan bahwa dunia tidak hanya terdiri dari Washington dan Moskwa. Ada poros ketiga—yang tak ingin dipaksa tunduk pada perang yang bukan miliknya.

Non-blok adalah sikap politik. Netralitas adalah status hukum.
Non-blok bisa marah, bisa mengecam, bisa berdiri di podium dan berkata: “Ini tidak adil.” Netralitas hanya bisa diam, sambil berharap angin tidak terlalu kencang ke arah barat atau timur.

Mari kita uji perbedaan itu hari ini.

Ketika Israel menggempur Gaza, membunuh lebih dari 30.000 warga sipil dalam enam bulan, dunia terbelah. Barat menyebutnya hak membela diri, Timur menyebutnya genosida. Indonesia mengecam, tapi tak pernah mengambil peran aktif. Kita mengutuk, tapi tak memediasi. Kita berteriak, tapi tak menyentuh konflik.

Apakah itu sikap netral? Ataukah non-blok yang kehilangan roh?

Ketika Rusia menyerbu Ukraina, Indonesia mengambil posisi: tidak ikut sanksi, tidak ikut kirim senjata, tidak ikut aliansi. Tapi kita juga tidak mengecam dengan tegas. Tidak menolak invasi dengan lantang. Tidak menawarkan diri jadi penengah. Kita diam, bukan karena netral, tapi karena khawatir kehilangan pasar.

Netralitas seharusnya lahir dari prinsip. Tapi di Indonesia, netralitas sering lahir dari ketakutan.

Lalu datang babak berikutnya: kemungkinan perang antara Amerika Serikat dan Tiongkok—entah di Taiwan, Laut China Selatan, atau dunia maya. Ini bukan perang senjata saja. Ini perang klaim, pengaruh, dan sistem nilai.

Jika itu pecah, apa posisi kita?
Apakah kita akan kembali netral—diam, menyaksikan, dan berharap tidak kena getah?
Atau kita akan menghidupkan kembali semangat Non-Blok—berdiri, bersuara, dan berkata: “Kami tak akan ikut perang kalian, tapi kami tahu siapa yang mengancam perdamaian.”

Pilihan itu tidak mudah. Karena Tiongkok adalah mitra dagang terbesar. Tapi Amerika adalah mitra strategis. Tapi inilah arti dari kedaulatan sejati: berani berpihak pada nilai, bukan hanya pada pasar.

Barangkali, dunia multipolar hari ini justru memberi peluang bagi Indonesia untuk bersikap lebih cerdas. Tak harus ikut Washington. Tak harus tunduk ke Beijing. Tapi berdiri dengan wibawa, seperti dulu Bung Karno mengumpulkan bangsa-bangsa yang baru merdeka, dan secara implisit berkata:

“Biarkan dunia tahu bahwa kita bukan netral karena takut, tapi non-blok karena bermartabat.”

Kini, kata-kata itu tinggal gema dalam ruang diplomasi yang dipenuhi para penyambut investor. Kita hadir di forum-forum global, tapi pulang tanpa posisi. Kita berbicara di panggung PBB, tapi tak satu pun negara melihat kita sebagai juru damai. Kita bahkan datang ke Moskow, tapi tak mengatakan apa-apa tentang invasi.

Non-blok berarti aktif. Netral berarti pasif. Tapi pasif bukan berarti aman. Dalam dunia yang bergerak cepat, diam bukan strategi. Ia hanyalah penundaan dari kekalahan.

Dan jika kita tak segera memilih arah—kita akan tergelincir ke dalam kategori ketiga: bukan netral, bukan non-blok, tapi tak punya pilihan. Dan dalam sejarah, bangsa-bangsa seperti itu hanya punya satu takdir: dilupakan.===

Cimahi, 14 Juni 2025.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kamu Tak Perlu Bangga: Dari Jokowi hingga Kaesang, Inikah Wajah Asli Indonesia?

Next Post

Politik Akal Sehat di Era Disinformasi: Inspirasi dari Generasi Muda ASEAN

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Feature

Indonesia Tersesat Akibat Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pilkada Langsung?

July 27, 2026
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?
Feature

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
Next Post
Politik Akal Sehat di Era Disinformasi: Inspirasi dari Generasi Muda ASEAN

Politik Akal Sehat di Era Disinformasi: Inspirasi dari Generasi Muda ASEAN

Beras Premium Alami Kelangkaan Wapres Desak Bulog Salurkan Stok kepada Masyarakat

Beras Murah, Masalah Tak Murah: SPHP Kembali Digelontorkan, Siapa Diuntungkan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...