• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Politik Akal Sehat di Era Disinformasi: Inspirasi dari Generasi Muda ASEAN

Amanda Angela Soenoko by Amanda Angela Soenoko
June 14, 2025
in Economy, Politik, Tekhnologi
0
Politik Akal Sehat di Era Disinformasi: Inspirasi dari Generasi Muda ASEAN
Share on FacebookShare on Twitter

Perpolitikan Indonesia sedang bertarung menangkis disinformasi dan manipulasi emosi. Ruang cyber kita selama beberapa tahun terakhir kerapkali diganggu dengan ujaran kebencian, hoaks dan propaganda yang sengaja ditabur demi kepentingan kelompok dan atau perseorangan, bukan demi kebaikan bersama. Ini terjadi karena selain karena kemampuan teknologi yang tersedia, tapi masih rendahnya literasi bermedia dan gampangnya publik terperangkap dengan fakta-fakta yang diterima.

Akibatnya, perbedaan sikap dan pilihan politik yang seharusnya menjadi kekuatan demokrasi, justru menjadi perpecahan. Solidaritas, kerja sama, dan visi bangsa yang tengah dibangun, kadang terhalangi oleh masalah-masalah emosional yang tak berdasarkan fakta dan akal sehat.

Di tengah masalah itu, masih ada harapan, dan kilau cahaya itu berasal dari kalangan muda. Dalam program ASEAN Youth for Digital Action (AYDA), generasi muda dari daerah negara-negara ASEAN tengah bergotongroyong menemukan jalan kreatif menuju ke mana depan yang beradab dan manusiawi.

AYDA adalah bukan sekedar ajang carian ide teknologi, tapi juga tempat belajar, kerja sama, dan diskusi. Di kegiatan tersebut, anak muda diberdayakan bukan sekedar sebagai penonton, namun sebagai aktor yang turut menemukan dan menerapkannya.

Misalnya, beberapa tim AYDA merancang aplikasi pelaporan masalah secara transparan, sehingga masyarakat dapat melapor masalah di sekitar mereka—jalan rusak, pelayanan kesehatan yang terlambat, atau penggunaan anggaran yang tak sesuai—langsung kepada pemerintah. Hal ini terjadi secara terbuka dan dapat diawasi bersama, demi mencegah manipulasi dan kesalahan penggunaan kewenangan.

Selain teknologi, AYDA juga mempromosikan literasi digital. Generasi muda diberi ruang pembelajaran dan diskusi mengenai bagaimana menemukan fakta, mengenali disinformasi, dan menggunaan media dengan bijak. Hal-hal inilah yang nantinya dapat menjadi perisai masyarakat dari manipulasi dan perpecahan.

AYDA diberi lapisan idealisme luhur yang amat relevan bagi warga kita:

  • Etika Digital: AYDA mendorong penggunaan teknologi yang bijak dan bertanggung jawab, tidak untuk propaganda, manipulasi, atau kepentingan sempit.
  • Kolaborasi Regional: AYDA percaya bahwa tantangan digital tak bisa diselesaikan sendiri; perlu gotong royong lintas batas negara, budaya, dan agama.
  • Keterbukaan dan Transparansi: Banyak proyek AYDA mendorong pelaporan masalah sosial secara terbuka, audit bersama, dan dialog publik yang jujur.
  • Pemberdayaan Masyarakat: AYDA menempatkan warga, terutama generasi muda, sebagai pelaku utama perubahan, bukan sekadar penerima kebijakan.
  • Keadilan Sosial: Solusi yang dikembangkan mengedepankan keberpihakan pada kelompok rentan dan keberlanjutan lingkungan.

Semua itu membangun mentalitas politik yang matang: tidak mudah terprovokasi, mengedepankan fakta, terbuka pada dialog, dan fokus pada kepentingan bersama.

Lalu mengapa ini tidak diimplementasikan secara luas? Inilah pertanyaan penting kita bersama. Kalau program seperti AYDA begitu bermoral, penuh nilai-nilai kebajikan, dan terbukti efektif di lingkup ASEAN, mengapa Indonesia belum menjadikannya bagian dari program nasional yang terstruktur?

Jawabannya menyentuh masalah mendasar:

  • Negara kita belum sungguh-sungguh menjadikan literasi digital dan etika digital sebagai prioritas nasional. Yang ada seringkali bersifat seremonial atau sporadis, tanpa peta jalan jangka panjang.
  • Pemerintah lebih sering meminta rakyat untuk belajar, tapi tidak memulai dengan mendidik dirinya sendiri. Padahal, yang paling perlu belajar akal sehat digital dan etika tata kelola adalah justru elite penguasa dan birokrasi.
  • Masih ada resistensi dari mereka yang diuntungkan dengan status quo, karena tata kelola digital yang etis dan transparan dapat mengancam praktik-praktik gelap yang sudah mapan.

Sebenarnya, program-program pelatihan dan inisiatif yang sejalan memang ada, tapi sifatnya masih sporadis, bergantung pada inisiatif kelompok, lembaga, atau segelintir orang yang peduli. Dalam kondisi seperti ini, perbedaannya menjadi jelas: jika pemerintah tidak turun tangan, visi yang diusung AYDA dan prinsip-prinsipnya hanya akan menjadi kerja segelintir orang, bukan gerakan yang dapat menyeluruh dan terstruktur.

Ini terjadi karena pemerintah masih lebih sering menjadi obyek, bukan subjek, dari inisiatif perbaikan. Dalam konteks sekarang, bukan rakyat yang harus belajar dan bergotong royong saja; pemerintah juga harus belajar dan berubah.

Negeri ini butuh kepemimpinan yang terbuka, belajar dari bawah, dan mampu menyerap energi kreatif masyarakat. Pemerintah perlu menyadari bahwa, demi mencapai tata kelola yang matang, pemberdayaan harus terjadi dari atas ke bawah, bukan hanya bergantung pada inisiatif rakyat.

Sudah waktunya elite dan para pengambil keputusan belajar dari semangat dan akal sehat generasi penerus. Dalam era disinformasi, rakyat tengah mencari kepemimpinan yang jujur, terbuka, dan mampu mendengarkan. Kalau generasi muda dapat bergotong royong demi kepentingan bangsa dan kawasan, mengapa elite masih bergelut demi kepentingan masing-masing?

Ini saatnya Indonesia belajar dari AYDA dan menyulut gerakan perbaikan dari bawah. Dengan teknologi, literasi, dan hati nurani, bangsa ini masih punya peluang menjadi bangsa yang matang, manusiawi, dan mampu bergandengan tangan, bukan saling sikut.

Dan jika memang pemerintah punya visi yang luas, bukan hanya rakyat yang belajar, tapi pemerintah juga harus belajar dan berubah. Hanya dengan kerja sama, keterbukaan, dan visi bersama, Indonesia dapat memenuhi janjinya sebagai bangsa yang unggul, adil, dan manusiawi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

NON-BLOK, NETRAL ATAU TAK PUNYA PILIHAN?

Next Post

Beras Murah, Masalah Tak Murah: SPHP Kembali Digelontorkan, Siapa Diuntungkan?

Amanda Angela Soenoko

Amanda Angela Soenoko

Related Posts

Di Tengah Krisis Energi Global, Indonesia Jajaki Impor Minyak Rusia untuk Perkuat Ketahanan Pasokan
Economy

Di Tengah Krisis Energi Global, Indonesia Jajaki Impor Minyak Rusia untuk Perkuat Ketahanan Pasokan

July 20, 2026
Economy

DARI PEMBANGUNAN SEMESTA KE EKONOMI KEDAULATAN: MENGHIDUPKAN KEMBALI NEGARA PERENCANA YANG KONSTITUSIONAL

July 20, 2026
Economy

Implementasi Manajemen Induk Koperasi Kosgoro dan Pilot Project – Koperasi Primer Namara (Analisis Risiko dan Pengendaliannya)

July 19, 2026
Next Post
Beras Premium Alami Kelangkaan Wapres Desak Bulog Salurkan Stok kepada Masyarakat

Beras Murah, Masalah Tak Murah: SPHP Kembali Digelontorkan, Siapa Diuntungkan?

Apa Kata Fadli Zon Tentang Peluang Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Upaya Fadli Zon Bersihkan Nama Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

Dari Koramil Menteng ke Tukang Tagih Pajak

July 22, 2026
Amnesty International: Pembangunan Era Jokowi Semu dan Elitis

Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Babinsa “Polisi Pajak”, Kepatuhan Warga Tak Boleh Dibangun dengan Rasa Takut

July 22, 2026
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...