• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Obama Versus Trump

fusilat by fusilat
June 28, 2022
in Feature
0
Obama Versus Trump

(Rob Carr / Associated Press)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ronny P Sasmita | Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution

Obama boleh jadi adalah orang yang paling kaget saat Donald Trump menang di pemilihan presiden tahun 2016 lalu, kaget bercampur heran dan canggung tepatnya.

Memang, Trump nyaris saja ikut konvensi partai republik tahun 2011 dan siap untuk berperang dengan Obama di pemilihan 2012. Hanya saja, senjata utama Trump kala itu untuk tenar kurang mumpuni. Senjatanya berupa isu Obama Birth Sertificate (Birthism) alias mempertanyakan ke-Amerika-an Obama, berantakan di tengah jalan.

Trump mulai membakar isu asal-usul Obama di bulan Maret 2011. Trump melebarkan jangkauan isu tersebut ke saentaro Amerika. Walaupun sebelumnya, Orly Taitz, aktivis konservatif, pernah mengguggat Obama atas isu asal-usul tersebut, yang dianggap akan membatalkan legitimasi Obama sebagai presiden AS.

Gugatan itu akhirnya dibatalkan pengadilan federal dan hilang begitu saja dari peredaran isu. Padahal isu tersebut adalah isu lama, sudah sejak kompetisi Obama dan John McCain di pemilihan tahun 2008 dan ditolak sendiri oleh McCain.

Ketika itu, seorang wanita muncul di acara Partai Republik dan menyebarkan rumor bahwa Obama dilahirkan di Arab. Wanita tersebut menyampaikan sendiri cerita tersebut di hadapan John McCain. Namun senator McCain menolak dengan tegas. Ia menanggapinya dengan mengatakan, “Senator Obama is a decent person and a person you don’t have to be scared of as president of the United States.” Maka case pun closed seketika itu juga.

Dan memang sudah jelas bahwa pada bulan Juni 2008, tim kampanye Obama merilis fotokopi sertifikat kelahiran Obama yang singkatnya menunjukkan bahwa Obama dilahirkan di Honolulu, Hawaii, pada 4 Agustus 1961. Bahkan para wartawan juga menggali pengumuman kelahiran sezaman yang diterbitkan dalam surat kabar Hawaii dan tak ada masalah lanjutan yang berarti setelah itu.

Entah bagaimana ceritanya, Trump mengangkat lagi bisikan konspirasi tersebut dan mengulang lagu lama yang jelas-jelas pernah ditolak John McCain, kompetitor Obama di pemilihan tahun 2008. Trump dapat panggung di media-media kanan dan lantang meneriakan “Show your birth sertificate” selama sekitar dua bulan.

Ruang publik Amerika ribut. Kubu konservatif terbelah, hanya yang senior dan moderat yang tak mempersoalkan akta lahir Obama, sisanya berteriak negatif pada gedung putih. Target Trump sederhana, yakni isu yang ia bawa mendapat tempat di Kaukus Tea Party, kaukus dalam Partai Republik yang berdiri beberapa saat setelah Obama dilantik, untuk menentang kepemimpinan Obama dan berniat menjegal Obama agar tak terpilih dua kali.

Kaukus tersebut sangat menentukan di dalam proses kandidasi calon presiden untuk Partai Republik, bahkan sampai hari ini. Oleh karena itu, untuk maju dari Partai Republik, Trump harus terlihat brilian dan bersinar oleh petinggi-petinggi Kaukus Tea Party.

Trump nyari berhasil, karena memang sempat jadi trending topik di raung publik Amerika dan memang sempat masuk radar Kaukus Tea Party. Nama Trump mulai masuk perhitungan, bahkan digadang-gadang bahwa Trump “lebih America” dibanding Sarah Palin, Gubernur Alaska kala itu, yang menjadi pasangan McCain saat dikalahkan Obama. Palin dicandra cantik dan menarik, tapi sangat kanan.

Sejak Maret 2011, apinya menjalar dan membesar. Gedung Putih dan Obama bergeming, sebelum akhirnya disiram habis oleh Obama pada malam terakhir bulan April jelang awal bulan Mai 2011, di acara tahunan White House Correspondents’ Association Dinner, yang dianggap juga berhasil mengakhiri harapan Trump untuk maju di race 2012.

Hadir di acara tersebut hampir semua elite politik dan elite ekonomi Amerika, termasuk Trump yang duduk di tengah-tengah audiens. Obama memulai pidatonyo dengan ucapan belasungkawa atas bencana badai di Alabama dan beberapa negara bagian di selatan.

Setelah itu, di bagian remark, Obama tancap gas, langsung masuk ke penjelasan soal sertifikat kelahiran dan keterangan tambahannya. Semuanya nyaris dalam nada humor, namun sangat kuat nuansa politiknya, layaknya acara yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Begini verbatimnya dari dokumen gedung putih:

My fellow Americans. (Laughter and applause.).

Mahalo! (Laughter.).

It is wonderful to be here at the White House Correspondents’ Dinner. What a week. (Laughter.) As some of you heard, the state of Hawaii released my official long-form birth certificate. (Applause.)

Hopefully this puts all doubts to rest. But just in case there are any lingering questions, tonight I’m prepared to go a step further. (Laughter.)

Tonight, for the first time, I am releasing my official birth video. (Laughter.) Now, I warn you — (laughter) — no one has seen this footage in 50 years, not even me. But let’s take a look. (“Secret Birth Video” plays.) (Applause.)

Oh, well. Back to square one. (Laughter.) I want to make clear to the Fox News table: That was a joke. (Laughter.) That was not my real birth video. (Laughter.) That was a children’s cartoon. (Laughter.)

Call Disney if you don’t believe me. (Laughter.) They have the original long-form version. (Laughter.)

Sebelum Obama mengarahkan “Slam” ke Donald Trump secara langsung, Obama mencubit Mitt Romney terlebih dahulu, dengan candaan politik yang cukup berkelas. Mitt Romney adalah calon kompetitor Obama di pemilihan tahun depannya, 2012. “And then there’s a vicious rumor floating around that I think could really hurt Mitt Romney. I heard he passed universal health care when he was governor of Massachusetts. (Laughter.) Someone should get to the bottom of that”, kata Obama, sembari senyum.

Setelah Mitt Romney, Obama langsung menuju Trump secara personal. Begini Verbatimnya dari dokumen gedung putih:

And I know just the guy to do it -– Donald Trump is here tonight! (Laughter and applause.)

Now, I know that he’s taken some flak lately, but no one is happier, no one is prouder to put this birth certificate matter to rest than the Donald. (Laughter.)

And that’s because he can finally get back to focusing on the issues that matter –- like, did we fake the moon landing? (Laughter.)

What really happened in Roswell? (Laughter.)

And where are Biggie and Tupac? (Laughter and applause.)

But all kidding aside, obviously, we all know about your credentials and breadth of experience. (Laughter.)

For example — no, seriously, just recently, in an episode of Celebrity Apprentice — (laughter) — at the steakhouse, the men’s cooking team cooking did not impress the judges from Omaha Steaks.

And there was a lot of blame to go around. But you, Mr Trump, recognized that the real problem was a lack of leadership. And so ultimately, you didn’t blame Lil’ Jon or Meatloaf. (Laughter.)

You fired Gary Busey. (Laughter.)

And these are the kind of decisions that would keep me up at night. (Laughter and applause.) Well handled, sir. (Laughter.)

Well handled. Say what you will about Mr Trump, he certainly would bring some change to the White House.

Let’s see what we’ve got up there. (Laughter.) (di screen diperlihatkan kartun sebuah istana, bertuliskan “Trump White House Resort and Casino. Tawa audience pecah).

Di tengah audiens, Trump hanya senyum-senyum, tapi mukanya jelas terlihat di kamera memerah dan canggung. Saat itu, Trump sadar, kartunya sudah mati untuk “presidential race 2012.” Karena besok dan selanjutnya, pesta isu sertifikat kelahiran Obama selesai, ludes disiram Obama.

Kaukus Tea Party beralih ke Mitt Romney, untuk berperang di pemilihan presiden Amerika 2012, yang akhirnya juga bertekuk lutut di depan Obama-Biden. Tapi tanpa banyak diketahui publik, tak lama setelah Romney kalah, Donald Trump mengisi aplikasi pencalonan presiden untuk tahun 2016 di Partai Republik, tepatnya akhir 2012 setelah pemilihan 3 November, di mana di bagian atas lembaran aplikasi, tepatnya bagian Motto, tertulis “Make America Great Again” atau MAGA.

Si pengisi aplikasi tersebut, sosok yang pernah di-slam Obama di malam jelang awal bulan Mei 2011, akhirnya bersalaman dengan Obama di acara serah sambut Gedung Putih sebagai presiden Amerika 2016-2020 setelah inagurasi 20 Januari 2017.

Senjata utamanya sudah berubah, isu besarnya adalah “imigrasi”, dilahirkan oleh Steve Bannon dan Tim, bukan lagi isu birth certificate. Dan di sisi lain, sehari setelah pengumuman kemenangan Trump (artinya Trump belum dilantik), James Comey, Direktur FBI kala itu dan tim intinya, menemui Trump di Trump tower, dalam jadwal awal briefing calon presiden.

Itu acara resminya. Tapi acara “off the record-nya,” Comey menyerahkan dokumen bukti-bukti keterlibatan Rusia dalam kemenangan Donald Trump di pemilihan 2016. Tak pelak, Trump merasa di-blackmailed, yang rentetan ceritanya belum juga terang sampai hari ini, meskipum tetap punya tenaga untuk menyulut keributan kedua kubu sampai pada pemilihan 2020 lalu.

Comey akhirnya dipecat, lalu special council mengambil alih kasus intervensi Rusia tersebut. Maka lahirlah laporan Mueller yang akhirnya berujung di pansus kongres dan membuat beberapa pensihat Donald Trump masuk penjara.

Namun sampai akhir masa pemerintahanya, Trump tak pernah serius menanggapi isu tersebut. Trump menyebutnya dengan istilah “Witch Hunt” alias investigasi yang tak akan berbuah hasil.

Dikutip dari Kompas.com, Minggu 26 Juni 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

NATO Akan Menempatkan 300.000 Tentara Dalam Siaga Tinggi -Tanggapan Atas Ancaman Rusia.

Next Post

Tak Ada Ampun, Anies Cabut Izin Usaha Seluruh Holywings di Jakarta

fusilat

fusilat

Related Posts

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Tak Ada Ampun, Anies Cabut Izin Usaha Seluruh Holywings di Jakarta

Tak Ada Ampun, Anies Cabut Izin Usaha Seluruh Holywings di Jakarta

Masih Misteri, Puluhan Remaja Ditemukan Tewas Misterius di Klub Malam Afrika

Masih Misteri, Puluhan Remaja Ditemukan Tewas Misterius di Klub Malam Afrika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist