Purwakarta – Fusilatnews – Kecelakaan beruntun yang terjadi pada Senin siang kini memasuki tahap penyampaian hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut laporan terbaru dari pihak kepolisian, insiden tersebut melibatkan 21 kendaraan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia, tiga orang luka berat, serta 27 orang mengalami luka ringan.
Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, polisi menduga bahwa truk tronton yang membawa muatan kardus mengalami kendala dalam mengendalikan laju kendaraan di jalan menurun. Posisi persneling truk yang berada di gigi empat dianggap tidak tepat untuk kondisi jalan yang menurun dengan beban berat, sehingga truk gagal memperlambat kecepatannya dan akhirnya kehilangan kendali. Hal ini memicu tabrakan beruntun yang melibatkan kendaraan-kendaraan di belakangnya.
“Kami menemukan pengemudi dalam keadaan sendirian, tanpa kernet, dan truk tersebut berada di gigi empat saat menuruni jalan sepanjang lima kilometer hingga lokasi kecelakaan,” jelas Kakorlantas Irjen Aan Suhanan kepada wartawan, Senin (11/11/2024).
Wadirlantas Polda Jabar, AKBP Edwin Affandi, menambahkan bahwa Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat segera menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Proses olah TKP berlangsung di sepanjang 400 meter dari Km 92+600 hingga Km 92+200 guna mengumpulkan bukti teknis seperti jejak pengereman, posisi kendaraan, dan kondisi jalan.
“Olah TKP ini diperkirakan memakan waktu sekitar 30 menit, namun kepadatan lalu lintas membuat proses berlangsung lebih lama,” ujar AKBP Edwin.
Selama investigasi berlangsung, kepolisian mengalihkan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta ke jalur arteri, dengan pengguna jalan diminta keluar di Exit Tol Cikamuning di Km 116 untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.
“Demi kelancaran, pengguna jalan dari arah Bandung menuju Jakarta sementara dialihkan ke jalur arteri dan keluar di Exit Tol Cikamuning Km 116,” terang Edwin.
Dengan hasil olah TKP ini, diharapkan penyebab kecelakaan dapat teridentifikasi secara menyeluruh, sehingga langkah preventif bisa diterapkan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Menurut update data dari Satlantas Polres Purwakarta, kecelakaan ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia serta 27 korban mengalami luka-luka.




















