Manado – Fusilatnews – Sejumlah mantan petinggi militer bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2024. Fenomena ini terlihat di beberapa daerah, termasuk Sulawesi Utara (Sulut).
Di Sulawesi Utara, PDIP memilih Wakil Gubernur petahana Steven Kandouw sebagai calon gubernur, yang akan berpasangan dengan Letjen TNI (Purn) Alfred Denny Tuejeh, mantan Pangdam XIII/Merdeka. Pasangan ini resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, Rabu (29/8/2025), dengan diiringi oleh Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey.
Olly menyatakan bahwa kehadiran banyak mantan petinggi militer di PDIP bukanlah kebetulan. “Kenapa kebetulan banyak yang ‘baju seragam hijau’ ikut PDI Perjuangan? Di Jawa Tengah ada mantan Panglima, di Sumatera Utara mantan Pangkostrad, di Maluku Utara juga ada bintang tiga yang ikut PDI Perjuangan,” ujar Olly saat memberikan keterangan pers di halaman Kantor KPU Sulut.
Menurut Olly, masuknya para mantan petinggi militer ini menunjukkan bahwa PDIP semakin menarik bagi tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk militer. Hal ini juga menjadi bukti bahwa PDIP memiliki daya tarik yang kuat dan mampu merangkul berbagai elemen untuk bekerja sama dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024.
Selain di Sulut, mantan petinggi militer yang bergabung dengan PDIP untuk Pilkada juga terlihat di sejumlah provinsi lain. Fenomena ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam dinamika politik lokal dan meningkatkan peluang PDIP dalam memenangkan kontestasi Pilkada di berbagai daerah.
PDIP optimis bahwa dengan kehadiran para mantan petinggi militer, partai ini dapat menawarkan kepemimpinan yang tegas, berintegritas, dan memiliki wawasan strategis yang mumpuni untuk memimpin daerah-daerah tersebut. Hal ini sejalan dengan visi PDIP untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan.





















