Berbulan-bulan sebelum operasional dilakukan, proyek ini juga dilanda masalah baru. Perusahaan dari China yang masuk dalam konsorsium menginginkan sertifikat kelayakan operasional penuh untuk jalur tersebut meskipun stasiun tidak lengkap.
Setelah berulang-ulang mengalami penundaaan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kembali akan mundur. dari rencana semula Agustus mendatang.
Rekomendasi penundaan menurut dokumen internal yang dibacaa oleh reuters berasal dari Kementerian Perhubungan Indonesia dan tiga konsultan yang terlibat.
Proyek yang merupakan bagian dari China’s Belt and Road Initiative (BRI) memiliki jalur kereta sepanjang 142 km yang menghubungkan Jakarta dan Padalarang, sebuah kota kecamatan Padalarang 15 km, diluar kota Bandung.
Pemilihan bulan Agustus sebagai jadwal operasional KCJB bukan tanpa sebab. Ini dianggap bisa menjadi kado terbaik untuk perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke-78.
Momentum ini juga akan menjadi kesempatan bagi partai yang berkuasa menjelang pemilihan umum tahun depan untuk mendapatkan simpati rakyat.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah mengatakan penundaan jadwal operasional hanya akan menjadi amunisi bagi pihak oposisi untuk menyerang. “Kemunduran ini akan menodai kredibilitas China untuk mengembangkan dan melaksanakan proyek-proyek besar di kawasan tersebut,” ujarnya.
Berbulan-bulan sebelum operasional dilakukan, proyek ini juga dilanda masalah baru. Perusahaan dari China yang masuk dalam konsorsium menginginkan sertifikat kelayakan operasional penuh untuk jalur tersebut meskipun stasiun tidak lengkap.
Sebaliknya, Kementerian Perhubungan dan konsultan Mott MacDonald, PwC dan firma hukum lokal Umbra telah menyarankan bahwa operasional komersial baru dapat dimulai pada Januari 2024.
Restrukturisasi keuangan di PT Wijaya Karya Tbk. yang juga menjadi pemilik saham minoritas tidak langsung di konsorsium ternyata turut menekan kebutuhan modal kerja proyek. Indonesia diketahui sedang bernegosiasi dengan China untuk tambahan pinjaman 560 juta Dolar AS (Rp 8,3 triliun) dan meminta suku bunga 2,8 persen untuk porsi pinjaman dalam yuan.
Permintaan bunga tersebut lebih rendah dari tawaran China Development Bank (CDB) sebesar 3,46 persen.
Rencananya KCJB akan memulai uji coba gratis dengan penumpang pada pertengahan Agustus. Setelah itu, perjalanan berbayar diharapkan bisa berlangsung pada bulan September dan stasiun yang belum selesai kemungkinan akan selesai pada bulan November.
Kedutaan Besar China di Jakarta menegaskan jadwal operasional belum ditentukan karena masih dalam tahap uji coba.
“Saat ini, proyek tersebut sedang menjalani uji coba dan commissioning terpadu,” kata juru bicara kedutaan, Kamis (8/6/2023).
KCJB merupakan salah satu proyek raksasa yang dikerjakan dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
























