• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

OPM Ungkap Bukti Tebusan Kapten Philip Rp 25 Miliar, Jelaskan Sosok Edison Gwijangge

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
September 24, 2024
in Feature
0
Usai Bebas dari Penyanderaan OPM Reaksi Kapten Philip Mark Marthens Saat Mendengar Suara Isteri
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta  – Fusiĺatnews – Organisasi Papua Merdeka ( OPM) mengungkap Bukti Tebusan sebesar Rp25. M Pemerintah Membantah

Pemerintah RI menegaskan bahwa tidak ada uang tebusan dalam pembebasan Kapten Philip.

Pernyataan sama juga disampaikan oleh otoritas Selandia Baru yang menyatakan bahwa pembebasan kapten Philip adalah buah dari upaya diplomasi.

Namun pernyataan itu ditepis oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Jubir OPM Sebby Sambom bahkan mengungkap sosok Edison Gwijanggae yang disebut-sebut membawa uang tebusan agar kelompok Egianus Kogeya membebaskan kapten Philip

Besaran uangnya tak tanggung-tanggung mencapai Rp 25 miliar yang bisa dipakai untuk beli senjata.”Uang untuk beli senjata dari Edison Gwijangge,” kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui rekaman suara yang diterima  di Jakarta, Senin (23/9/2024).

Lantas siap sebenarnya Edison Gwijanggae? Sebby mengeklaim, Edison Gijanggae merupakan utusan dari TNI-Polri dan pemerintah RI untuk membawa pulang Kapten Philip. Edison permah membawa uang Rp 25 miliar pada 2023. Tapi pada saat itu Egianus menolak.

Sebby, tak patah arang, dan membuat uang dalam jumlah lebih besar. “Kami ketahui dari laporan-laporan pejuang kami TPNPB Kodap III Ndugama,” ujar Sebby.

Ia pun yakin bahwa uang Rp 25 miliar itu diterima oleh Egianus. Apalagi pernah dalam suatu Waktu Egianus meminta nomor rekeningnya untuk transfer sejumlah uang.

“Sampai tanggal 21 September (2024) siang, mereka (Egianus) telepon saya. Dan mereka bilang, ‘Tuan Jubir (Sebby Sambom), pilot kami sudah bebaskan. Sudah di Timika. Dan Tuan Jubir kirim nomor rekening, kami mau transfer uang bagiannya Tuan Jubir’,” kata Sebby.

Dari laporan tersebut, kata Sebby, Markas Pusat TPNPB-OPM memastikan adanya penerimaan uang yang dilakukan Egianus dari pemberian Edison Gwijannge dalam pelepasan Kapten Philip tersebut. “Itu kan mereka sudah terima uang. Dan uang itu dari mana? Egianus di hutan dapat uang dari mana?,” kata Sebby.

Bagi OPM, kata Sebby, Egianus telah berkhianat. Karena sejatinya yang Kapten Philip diserahkan ke pemerintahan Selandia Baru, bukan otoritas Indonesia.

Egianus Kogeya tidak punya hak mengatasnamakan TPNPB-OPM untuk serahkan pilot ke Edison Gwijangge untuk diserahkan ke pihak TNI-Polri,” ujarnya.

Belum ada keterangan dari TNI-Polisi soal sosok Edison Gwijanggae. Namun yang pasti Baik TNI-Polri di dalam tubuh Satgas Cartenz telah menepis adanya pemberian uang

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Papua di Wamena, Theo Hesegem mengatakan, pelepasan pilot Susi Air dari penyanderaan oleh pemimpin kelompok bersenjata Papua Merdeka, Egianus Kogeya tersebut harus dilanjutkan dengan perjanjian perdamaian antara pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri untuk jaminan keamanan masyarakat di Nduga.

Theo mengatakan, pelepasan sandera pilot asal Selandia Baru itu hanya memberikan kredit terhadap elite-elite yang bertikai dalam peperangan di Nduga selama ini. Padahal, kata Theo, yang menjadi korban dari pertikaian antara TNI-Polri dengan kelompok bersenjata Egianus Kogeya adalah masyarakat sipil yang hingga kini masih terlantar di pengungsian-pengungsian di Nduga.

Dalam satu tahun terakhir, kata Theo, operasi-operasi militer dari pasukan gabungan TNI-Polri dalam misi membebaskan Kapten Philip, dan perlawanan kelompok bersenjata Egianus Kogeya berujung dengan jatuhnya korban-korban dari banyak pihak. Bukan cuma pihak TNI-Polri, dan kelompok bersenjata yang menjadi korban atas konflik.

Tetapi, masyarakat biasa, pun turut terseret menjadi korban di medan peperangan. “Negosiasi penyerahan pilot Susi Air ke pihak Indonesia ini, harus dilanjutkan dengan negosiasi antara TNI dan Polri, dengan kelompok Egianus Kogeya agar berdamai. Karena dengan masih adanya pertikaian di Nduga, dan operasi-operasi militer di Nduga, tetap akan menjadikan masyarakat sipil di Nduga sebagai korban,” kata Theo saat dihubugi Republika dari Jakarta, Senin (23/9/2024).

Menurut Theo, ada tiga pihak yang saat ini harus melanjutkan komunikasi ke meja perundingan. Yaitu TNI-Polri sebagai pihak keamanan, sekaligus perwakilan Indonesia, dan Edison Gwijangge yang merupakan fasilitator, serta mediator yang diterima oleh kelompok bersenjata Papua Merdeka di Nduga.

Pihak terakhir, adalah pemimpin kelompok bersenjata Egianus Kogeya. Kata dia, ketiga pihak tersebut, tak bisa saling angkat trofi masing-masing atas penyelesaian, dan penuntasan permasalahan sandera Kapten Philip. “Sementara banyak masyarakat di Nduga, yang juga turut menjadi korban-korban dari konflik bersenjata selama operasi-operasi pembebasan pilot itu,” kata Theo.

Karena itu, kata Theo, TNI-Polri, serta pemerintah Indonesia, harus mengambil momentum. Keberhasilan dalam penyerahan sandera Kapten Philip dari pihak Egianus sebagai pentolan kelompok bersenjata yang melakukan penyanderaan itu, harus berlanjut dengan perundingan agar TNI-Polri, menghentikan operasi-operasi militernya di Nduga.

“Kita harus sama-sama mengapresiasi penyerahan pilot Susi Air tersebut karena alasan kemanusian. Tetapi, penyelesaian konflik di wilayah Nduga yang selama ini terjadi juga harus diselesaikan. Dan kita berharap, ada perdamaian untuk masyarakat di Nduga,” kata Theo.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penyebab Kematian 7 Remaja Mengambang di Kali Bekasi masih Belum Jelas

Next Post

Kecelakaan Maut Bus Vs Truk di Jalur Pantura Pati, 6 Orang Tewas

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Kecelakaan Maut Bus Vs Truk di Jalur Pantura Pati, 6 Orang Tewas

Kecelakaan Maut Bus Vs Truk di Jalur Pantura Pati, 6 Orang Tewas

Gibran Jawab Tudingan Pengecut Lantaran Kerap Absen Debat : Bangsa Ini Butuh Pemimpin Tak Banyak Teori

100 Hari Awal Prabowo: Mampukah Penegakan Hukum Tembus Tembok Kekuasaan Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist