Presiden Hinor Motor, Satoshi Ogiso, mengawali konferensi Pers, ia membungkukan kepalanya serendah-rendah2nya, lalu menyampaikan permohonan ma’af yang sedalam-dalamnya, atas pemalsuan data emisi produk mobil Hino, selama 20 tahun. Hino Motors adalah kelompok Toyota Group, diketahui telah memalsukan data emisi secara sistematik sejak tahun 2003, demikian hasil investigasi independent memberikan laporannya
Satoshi Ogiso pada konferensi pers yang diadakan dengan tergesa-gesa, telah meminta meminta maaf kepada pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. “Saya sangat menyesal,” katanya. “Sayangnya, pelanggaran telah dilakukan untuk berbagai model yang tersebar luas.”
Tim yang mengembangkan mesin tahu bahwa mereka tidak dapat memenuhi target dan merasa sangat tertekan sehingga mereka memalsukan hasil tes, kata Ogiso. Hal itu menyebabkan lebih banyak penipuan, karena para pekerja menutupi kesalahan mereka. Tidak ada masalah keamanan yang diyakini terlibat, kata Ogiso.
Kejadian ini banyak disesalkan oleh masyarakat Jepang, yang kemudian banyake memberi komentar atas kejadi ini. Disampaikan, bahwa Korupsi sedang merajalela di Jepang. Ada juga yang menulis, bila ini terjadi di negara lain, perusahannya, sudah ditutup.Dicari-cari alasan. Bahwa bila ditutup akan banyak pengangguran yang akan terjadi dan lain sebagainya.
Hino mengakui pada bulan Maret bahwa mereka telah memalsukan data tentang pengujian yang diperlukan pemerintah tentang emisi dan jarak tempuh. Sekelompok ahli independent telah dibentuk untuk menyelidiki lebih lanjut.
Dalam laporan setebal 17 halaman, ia menyalahkan “budaya yang melihat ke dalam dan konservatif” di perusahaan yang menyebabkan kurangnya keterlibatan dan solidaritas di antara para karyawan. Para ahli mengatakan kepada wartawan bahwa kepemimpinan perusahaan gagal untuk terlibat dengan pekerja garis depan, menempatkan tujuan numerik dan tenggat waktu terlebih dahulu dan mengorbankan prosedur operasi.
Hino mengatakan pihaknya menganggap serius temuan tersebut dan akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kembali, termasuk menyiapkan sistem pemeriksaan yang tepat, merevisi aturan, dan meningkatkan budaya perusahaan.
Ogiso berjanji untuk mendidik tenaga kerja Hino dan memelihara budaya perusahaan yang lebih terbuka dan etos kerja yang baik, dengan menekankan bahwa masalahnya ada di seluruh perusahaan, bukan hanya dengan tim yang bersangkutan. “Saya bertekad untuk melihat bahwa kami dilahirkan kembali, dan kami melaksanakannya dengan tindakan yang jelas,” kata Ogiso, yang sebelumnya bekerja di Toyota Motor Corp, pembuat mobil top Jepang.


























