• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Palu Arit di Takeran

fusilat by fusilat
September 12, 2022
in Feature
0
Palu Arit di Takeran
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Selamat Ginting

Tiga remaja lelaki duduk-duduk di anak tangga sebuah monumen. Mereka mengaku pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang sedang berlibur. Menggunakan kaus senada warna hitam dan celana jins biru, mereka bercakap-cakap sambil tertawa riang.

Saat ditanya sedang apa dan mengapa mengunjungi tugu dan monumen di Dusun Kresek, Kabupaten Madiun? Mereka mengaku tidak tahu kalau tempat ini adalah tugu peringatan keganasan PKI 1948. “Tidak tahu. Hanya main-main saja karena posisinya di puncak,” kata salah seorang remaja tersebut pada Selasa (17/5) siang.

Padahal pada 18 September 1948 itu di sumur tua Dusun Kresek, Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, itulah terdapat lubang pembantaian. Di tepi bukit itu, sekitar 68 tahun lalu, ditemukan 17 jenazah. Mereka di antaranya adalah perwira militer, anggota DPRD, wartawan, kiai, dan masyarakat biasa.

Pembantaian di Dusun Kresek dilakukan PKI karena posisinya telah terjepit oleh pasukan Siliwangi. Mereka tersesat di Kresek dalam perjalanan menuju Kediri. Karena tidak sabar membawa tawanan sedemikian banyaknya, mereka pun melakukan pembantaian di tepi bukit lalu menimbunnya di sebuah sumur tua.

Terungkapnya sumur ini sebagai tempat pembantaian bermula dari laporan seorang warga Desa Kresek, yang mengaku melihat terjadinya peristiwa keji itu.

Ya, kini, di Kresek telah dibangun monumen dan tugu peringatan atas kekejaman PKI pada 1948 dulu. Adapun 17 orang yang menjadi korban pembantaian PKI tersebut, antara lain, Kolonel Marhadi, Letkol Wiyono, Inspektur Polisi Suparbak, Mayor Istiklah, RM Sarojono (patih Madiun), Kiai Husen (anggota DPRD Kab Madiun), Mohamad (pegawai Dinas Kesehatan), Abdul rohman (asisten Wedono), Sosro Diprodjo (staf PG Rejo Agung), Suharto (guru Sekolah Pertanian Madiun), Sapirin (guru Sekolah Budi Utomo Madiun), Supardi (wartawan Ma diun), KH Sidiq, Sukadi (tokoh masyarakat), R Charis Bogio (wedono Kanigoro), KH Ba rokah Fachrudin (ulama), dan Maidi Marto Disomo (agen polisi).

Monumen keganasan PKI di Kresek itu dibangun untuk mengingat keganasan PKI dalam membantai lawan-lawan politiknya. Tentu saja dengan harapan paham itu tidak lagi bangkit kembali di bumi pertiwi.

Tragedi Takeran

Aksi PKI dalam pemberontakan Madiun 1948 tak pelak mengincar pesantren sebagai sasaran utama. Sekolah agama Islam yang dikelola Muhamadiyah, Nahdlatul Ulama, serta lembaga Islam lainnya dianggap sebagai musuh besar PKI.

Mengikuti jejak pimpinan Uni Soviet, Josef Stalin mencengkeramkan umat Islam di Asia Tengah. Jutaan umat Islam dibunuh dan dibuang ke Siberia. Pimpinan CC PKI, Muso yang baru pulang dari Uni Soviet mengikuti jejak Stalin, mencengkeramkan kukunya di sejumlah pesantren.

Yel-yel PKI, “Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati”, berhasil melumpuhkan sejumlah pesantren di Magetan, Jawa Timur. Salah satu pesantren yang menjadi incaran PKI adalah Takeran. Pesantren ini secara geografis sangat dekat dengan Gorang Gareng. Di situlah terjadi rangkaian pem bantaian PKI di Gorang Gareng.

Pesantren Takeran dikenal juga dengan Pesantren Sabilil Muttaqien, yang dipimpin Kiai Imam Mursjid Muttaqien. Bisa disebut sebagai pesantren ternama di Magetan. Pemimpinnya mempunyai pengaruh yang sangat besar, karena Kiai Imam Mursjid juga bertindak sebagai imam tarekat Syatariyah. PKI melihat ada upaya penggemblengan yang dilakukan sejumlah kiai kepada san trinya. Baik penggemblengan fisik maupun spiritual.

Pada 17 September 1948, Kiai Hamzah dan Kiai Nurun yang berasal dari Tulung agung dan Tegal Rejo pergi ke Burikan. Seusai shalat Jumat, Imam Mursjid didatangi tokoh-tokoh PKI. Menurut Kiai Haji Ma’ruf Na wawi, saat itu para kiai diajak bermusya warah mengenai rencana pendirian Republik Soviet Indonesia.

Kepergian pemimpin pesantren, lanjut Maruf, menimbulkan tanda tanya besar. Dua hari kemudian, keberadaan Imam Mursjid tidak diketahui secara pasti. PKI terus mela kukan penangkapan dan penculikan kepada ustaz-ustaz yang lain, seperti Ahmad Baidway, Husein, Hartono, dan Hadi Addaba.

Mereka tidak pernah kembali. Bahkan, sebagian besar ditemukan sudah menjadi mayat di lubang-lubang pembantaian yang tersebar di berbagai tempat di Magetan. Keberadaan Kiai Mursjid pun hingga kini belum diketahui keberadaannya. Dari daftar korban yang dibuat PKI, tidak tercantum nama Kiai Mursjid.

Salah seorang korban PKI di sumur tua Cigrok adalah Kiai Haji Imam Shofwan, peng asuh Pesantren Thoriqussu’ada Rejo sari, Madiun. Shofwan dikubur hidup-hidup di dalam sumur setelah disiksa berkali-kali. Tak usah heran, di sejumlah tempat di Magetan dan Madiun, terdapat beberapa sumur tua yang menjadi tempat pembantaian.

Sumur tua

Desa kecil Soco, terletak hanya beberapa ratus meter di sebelah selatan lapangan udara Iswahyudi. Termasuk dalam wilayah Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Dalam peristiwa berdarah pemberotakan PKI tahun 1948, Soco memiliki sejarah khusus yang menguras duka.

Di desa ini, terdapat sebuah sumur tua tempat pembantaian oleh PKI. Ratusan korban pembunuhan keji yang dilakukan PKI ditimbun jadi satu di lubang sumur yang tak lebih dari satu meter persegi itu. Desa ini dilewati rel kereta lori pengangkut tebu ke Pabrik Gula Glodok, Pabrik Gula Kanigoro, dan Pabrik Gula Gorang-Gareng.

Di sumur tua Desa Soco ditemukan tak kurang dari 108 jenazah korban kebiadaban PKI. Sebanyak 78 orang di antaranya dapat dikenali, sedangkan sisanya tidak dikenal. Sumur-sumur tua dirancang PKI sebagai tempat pembantaian massal sebelum melakukan pemberontakan.

Beberapa nama korban yang menjadi korban pembantaian di Desa Soco adalah Bupati Ma getan Sudibjo, Jaksa R Moerti, Mu ham mad Suhud (ayah mantan ketua DPR/MPR, Kharis Suhud), Kapten Sumarno, dan bebe rapa pejabat pemerintah serta tokoh masyarakat setempat. Termasuk diantaranya KH Soelaiman Zuhdi Affandi, pimpinan Pondok Pesantren ath-Thohirin Mojopurno, Magetan.

Di antara sejumlah sumur tempat pembantaian yang digunakan PKI di sekitar Magetan, sumur tua desa Bangsri merupakan tempat yang paling awal. Sumur tua ini terletak di tengah tegalan ladang ketela di Dukuh Dadapan. Sekitar 10 orang korban PKI dibantai di sini. Kebanyakan adalah warga biasa yang dianggap menentang atau melawan PKI.

Sebanyak 22 orang yang menjadi korban pembantaian di sumur tua Desa Cigrok. Selain KH Imam Shofwan dan dua putranya, terdapat pula Hadi Addaba dan Imam Faham dari Pesantren Sabilil Muttaqin, Takeran. Imam Faham adalah adik dari Muhammad Suhud, paman dari Kharis Suhud.

Peristiwa 22 Oktober

Salah satu rangkaian dari peristiwa berdarah Gerakan 30 September 1965 adalah peristiwa 22 Oktober 1965. Tragedi ini belum banyak diketahui masyarakat. Kota Solo menjadi kota berdarah pada peristiwa yang menewaskan 23 orang warga. Umumnya adalah warga Muhamadiyah yang antikomunis.

Berawal dari peristiwa 30 September 1965 yang menewaskan enam jenderal dan seorang perwira pertama Angkatan Darat. Sehari kemudian pelaku G-30-S meng umum kan berdirinya Dewan Revolusi Indonesia. Di Solo, pada 2 Oktober 1965, Wali Kota Solo, Utoyo Ramelan, mengumumkan terbentuknya Pemerintah Dewan Revolusi Kota Surakarta.

Pimpinan PKI, DN Aidit, bersembunyi di rumah Wali Kota Utoyo Ramelan hingga 5 Oktober 1965. Kemudian pada 21 Oktober, tersiar berita bahwa Kolonel Katamso gugur akibat dibunuh PKI di Solo. Massa PKI pun mengepung Depo Pendidikan TNI AD di Klaten, Jawa Tengah.

Selanjutnya pada 22 Oktober itulah terjadi pemogokan bus Gemblengan Solo. Pemuda Rakyat yang berafiliasi ke PKI menggunakan seragam serbahijau tentara dan tutup mulut berupa kain warna merah. Mereka menodongkan senjatanya kepada sejumlah sopir.

Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) memasuki Solo dan sekitarnya ber siap melakukan pengejaran terhadap PKI yang menjadi partai mayoritas di Solo. Seka ligus menghadiri pemakaman Kolonel Katamso. Pada 22 Oktober, PKI menangkap para demonstran di daerah Petoran, Warung Pelam, Kampung Sewu dan Sangkrah. Para demonstran yang ditangkap PKI dibawa ke sebuah kedai kopi. Di situlah mereka meng alami siksaan. Mereka dibunuh di Kedung Kopi oleh gerombolan PKI.

Total ada 23 orang tewas yang dibantai PKI di kedai kopi tersebut. Dari 23 orang tersebut, tiga di antaranya beragama Katolik. Sedangkan 20 lainnya beragama Islam dan umumnya aktivis Pemuda Muhammadiyah. Sejak itulah para pemuda menghimpunkan diri dalam wadah antikomunis dan bergabung dengan Kesatuan Aksi Pengganyang an Gestapu PKI, yang disingkat KAP gestapu atas prakarsa Mayor Sudjono dari KOTI.

Akhir Oktober 1965 itu, Jawa Tengah dicetus kan sebagai daerah perang terhadap PKI. TNI dan masyarakat akhirnya sepakat bekerja sama memburu pucuk pimpinan PKI, DN Aidit. Pada 21 November 1965 itulah DN Aidit ditangkap. Begitu juga dengan sejumlah tokoh PKI, antara lain, bekas kolonel Sahirman, bekas kolonel Mardjono, dan bekas mayor Sukirno.

Dikutip dari Republika, Senin 12 September 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hot News; Puan Dilaporkan ke MKD, Buntut Rayakan Ultah, Saat Rakyat Demo BBM

Next Post

Fenomenal, PN Jaksel Izinkan Pasangan Menikah Beda Agama Daftar di Dukcapil

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Fenomenal, PN Jaksel Izinkan Pasangan Menikah Beda Agama Daftar di Dukcapil

Fenomenal, PN Jaksel Izinkan Pasangan Menikah Beda Agama Daftar di Dukcapil

Denny Tamaki, Gubernur Okinawa Incumbent, Anti AS,  Menang Untuk Period ke II

Denny Tamaki, Gubernur Okinawa Incumbent, Anti AS,  Menang Untuk Period ke II

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist