FusilatNews- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia atau KPU RI telah menetapkan partai politik peserta Pemilu 2024. Ada 17 parpol yang lolos menjadi peserta pesta demokrasi lima tahunan ini. Dari ke-17 itu, sembilan di antaranya merupakan parpol lama, alias parpol yang saat Pemilu 2019 lolos ke DPR, Senayan. Dan bukan perkara mudah bagi parpol untuk bisa melenggang ke DPR lagi pada 2024. Apalagi parpol papan bawah seperti PAN dan PPP yang berpotensi terdepak.
Hal itu disampaikan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga Ia mengatakan dari dua partai yang ada di Parlemen saat ini, ada dua partai yang berpeluang terdepak dari Senayan. Dua partai itu adalah PPP dan PAN.
“Peluang Parpol baru untuk masuk Senayan sangat berat. Dari 9 partai yang masuk Senayan pada Pileg 2019, hanya dua partai yang berpeluang terdepak. Dua partai itu PPP dan PAN,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, dikutip Viva.com Rabu 14 Desember 2022
Jamiluddin menilai persaingan ketat akan terjadi antara PPP dan PAN dengan partai baru. PPP dan PAN akan berusaha tetap bertahan di Senayan, sementara partai baru berupaya menggusur dua partai tersebut.
“Jadi, kalau pun ada partai baru masuk Senayan, kursi yang diperoleh tampaknya pas-pasan. Artinya, perolehan suara mereka sekitar 4 hingga 5 persen,” ucapnya.
Karena itu, dia melanjutkan, persaingan ketat akan terjadi antara PPP dan PAN dengan partai baru. PPP dan PAN akan berusaha tetap bertahan di Senayan, sementara partai baru berupaya menggusur dua partai tersebut. “Jadi, kalau pun ada partai baru masuk Senayan, kursi yang diperoleh tampaknya pas-pasan. Artinya, perolehan suara mereka sekitar 4 hingga 5 persen,” ujar Jamiluddin.
Lebih lanjut Jamiluddin menilai partai baru masih sulit bersaing dengan mayoritas partai yang saat ini bercokol di Senayan.
Partai baru hanya berpeluang mengisi dua partai yang kemungkinan besar terdepak dari Senayan. Karena itu, persaingan partai baru untuk masuk Senayan sangat ketat.
“Hingga saat ini masih sulit memperkirakan dua partai yang berpeluang masuk Senayan. Sebab, elektabilitas partai baru umumnya juga masih rendah,” pungkasnya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News





















