• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Para Ilmuwan Nazi Diangkut ke Amerika Serikat

fusilat by fusilat
January 7, 2023
in Feature
0
Para Ilmuwan Nazi Diangkut ke Amerika Serikat

Apollo 11 meluncur di belakang kibaran bendera AS()

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Martinus Ariya Seta

NASIB ilmuwan Nazi yang tertangkap oleh pihak Sekutu jauh lebih baik daripada nasib para politikus elite Nazi. Para politikus elite Nazi harus menjalani pengadilan di Nurnberg dan sebagian besar dari mereka harus mengakhiri hidupnya di tiang gantungan. Sebaliknya, para ilmuwan Nazi mendapat perlakuan khusus dan direkrut oleh militer Amerika Serikat (AS) melalui operasi inteligen yang dikenal dengan nama Operation Paperclip. Menurut Gary J Beach dalam The US Technology Skills Gap (2013), motif mendesak di balik operasi intelijen ini adalah ketertinggalan AS dalam bidang teknologi khususnya roket, kimia, dan biologi. Operation Paperclip itu berhasil memboyong lebih dari 1.600 ilmuwan Nazi ke AS untuk dipekerjakan di dalam penelitan-penelitian militer.

Pada 16 Desember 1944 pukul 15.23, Jerman berhasil meluncurkan roket V2 yang menghantam Kota Antwerpen Belgia dan menelan korban jiwa 567 orang. Ini adalah ancaman serius bagi tentara Sekutu. Keseriusan ancaman tersebut terlihat jelas dari perkataan Panglima Tertinggi Tentara Sekutu, Jenderal Dwight D Eisenhower. “Seandainya saja, Jerman berhasil menyempurnakan dan menggunakan senjata baru ini enam bulan yang lalu, invasi kita ke Eropa akan menjadi sangat sulit, atau bahkan mustahil,” kata Eisenhower (Jacobsen, 2014). Daya ledak roket V-2 ternyata tidak hanya menggetarkan nyali tentara sekutu, tetapi juga memantik kekaguman atas kemajuan teknologi roket yang dikembangkan para ilmuwan Nazi. Operasi intelijen pun dilancarkan untuk mengulik informasi terkait teknologi roket V-2. Militer Inggris melancarkan operasi intelijen dengan sandi Operation Backfire untuk memburu semua informasi terkait roket V-2. Pihak AS juga melakukan operasi intelijen yang kurang lebih serupa.

Pada 6 Juli 1945, militer Amerika Serikat melancarkan Operation Overcast dengan misi untuk mengangkut para ilmuwan Nazi ke AS. Misi ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi demi kepentingan militer. Jumlah ilmuwan yang dipekerjakan dibatasi hanya 340 orang. Setelah misi selesai, mereka akan dikembalikan ke Jerman. Tidak berselang lama, Operation Overcast berganti nama menjadi Operation Paperclip. Presiden Harry Truman menyetujui perekrutan para ilmuwan Nazi di dalam Operation Paperclip dengan mengecualikan ilmuwan yang menjadi anggota atau pendukung aktif Nazi. Kebijakan Operation Paperclip berbeda dengan Operation Overcast. Dalam Operation Paperclip, dibuka peluang untuk menetap bagi para ilmuwan Nazi dan menjadi warga negara AS bersama dengan keluarga mereka. Kendali Operation Paperclip berada di bawah Joint Intelligence Objectives Agency (JIOA) bersama dengan Office of Strategic Services (OSS), cikal bakal CIA. Operasi intelijen perekrutan ilmuwan Nazi itu terdengar oleh beberapa kalangan dan memancing penolakan. Beberapa tokoh yang bereaksi keras terhadap ide Operation Paperclip antara lain Albert Einstein, Richard Neuberger, dan Stephen S Wise. Salah satu telegram protes yang diterima Presiden Hary Truman berbunyi, “Kami yakin bahwa mereka (ilmuwan Nazi) berpotensi membawa kebencian rasial dan agama.” – (Lasby, 1966) Akan tetapi, Harry Truman tidak menghiraukan protes tersebut.

Kehebohan Kasus Dr Walter Schreiber (1893-1970)

Salah satu nama ilmuwan yang sempat menghebohkan publik AS adalah Dr Walter Schreiber. Perekrutan dilakukan tidak seperti yang dibayangkan oleh Presiden Truman. Banyak nama-nama yang direkrut ternyata adalah pendukung dan anggota aktif dari Nazi dan SS. Tidak sedikit pula nama-nama yang direkrut memiliki track record kejahatan kemanusiaan selama Perang Dunia II. Dr Schreiber merupakan salah satu nama yang terlibat secara langsung dalam kejahatan medis di Kamp Konsentrasi Ravenburg. Salah satu kejahatan yang banyak dilakukan oleh dokter-dokter Nazi adalah eksperimen paksa terhadap manusia yang seringkali berakhir dengan kematian atau bahkan pembantaian.

Tahun 1951, Dr Schreiber tiba di AS dan dipekerjakan di US Air Force School of Aviation Medicine di Texas. Keberadaan Dr Schreiber di AS terendus oleh Dr Leopold Alexander yang merupakan konsulan ahli dalam pengadilan penjahat perang Nazi di Nurnberg. Dr Leopald Alexander inilah yang kemudian membocorkan keberadaan Dr Schreiber di AS kepada wartawan Boston Globe (Jacobsen, 2014). Untuk meredakan kehebohan akibat terbongkarnya keberadaan Dr Walter Schreiber, pihak intelijen AS membujuk sang dokter untuk pergi meninggalkan AS. Dr Schreiber bersedia meninggalkan AS dan bermigrasi ke Argentina. Pilihan ini diambil agar keberadaan para ilmuwan Nazi yang lain tetap tidak terpantau oleh publik AS.

Alibi Wernher von Braun (1912-1977)

Salah satu perekrutan Operation Paperclip yang paling tenar adalah Wernher von Braun. Siapakah dia? Von Braun adalah seorang genius yang berada di balik keberhasilan pendaratan pesawat Apollo 11 di Bulan pada 21 Juli 1969. Von Braun sebelumnya merupakan anggota partai NSDAP dan merupakan orang yang dekat Hitler. Pada usia 22 tahun, von Braun berhasil mendapatkan gelar doktor fisika dari Friedrich-Wilhelms-Universitat Berlin. Kejeniusan Von Braun juga dimanfaatkan rezim Nazi untuk memimpin pengembangan proyek senjata roket. Pengerjaan proyek itu menelan korban nyawa sekitar 20.000 tawanan (O’Brien & Sears, 2011). Von Braun menyerahkan diri pada tentara AS pada sekitar Mei 1945. Von Braun adalah salah satu orang penting yang dicari-cari oleh pihak intelijen AS berkaitan dengan informasi pengembangan senjata roket Nazi.

Pada pertengahan September 1945, von Braun tiba di AS. Pada awalnya sang ilmuwan ini bekerja dalam pengembangan senjata roket dan kemudian bekerja di bawah NASA dalam pengembangan penerbangan luar angkasa. Tahun 1955, von Braun mendapatkan kewarganegaraan AS. Di dalam korespondensinya dengan Alan Fox, von Braun menjelaskan disposisi pribadinya sebagai seorang ilmuwan ketika masih bekerja di bawah Nazi. Korespondensi ini dipicu oleh pernyatan yang menyangsikan kredibilitas moral sang ilmuwan. Fox mengatakan, “Saya tidak dapat mengerti kenapa orang seperti Anda tidak menggunakan pengaruh dan posisi yang Anda miliki selama Perang Dunia II untuk mencoba menyelamatkan orang-orang Yahudi… Saya menghormati kehebatan Anda sebagai seorang ilmuwan, tetapi tidak menghormati Anda sebagai seorang manusia sampai Anda menjelaskan kenapa Anda hanya diam saat itu.“ – (Ward, 2009).

Pernyataan ini cukup keras dan menohok. Von Braun membalas pernyataan tersebut dengan menjelaskan disposisi dirinya saat itu. Dia mengatakan, “Ketika itu, saya hanyalah seorang insinyur muda yang tidak begitu tertarik dengan urusan politik dan lebih banyak menyibukkan diri dengan penelitian saya tentang potensi penerbangan ruang angksa dan eksperimen roket.” Von Braun menggambarkan dirinya sebagai ilmuwan yang apolitis.

Perihal pembataian orang Yahudi, von Braun mengatakan, “Pertama… saya tidak mengetahui kekejaman yang dilakukan pemerintahan Jerman terhadap orang Yahudi… Kedua, meskipun memiliki jabatan penting dalam proyek pengembangan roket tantara Jerman, saya tidak memili pengaruh politik terhadap siapa saja yang berada di luar area Peenemuende.“ Apakah von Braunn memang tidak mengetahui terjadinya pembantaian dan eksploitasi tahanan Yahudi? Pernyataan sang ilmuwan masih menyisakan kecurigaan karena pengembangan roket V-2 yang dia pimpin memakan korban kurang lebih 20.000 jiwa.

Berkaitan dengan keterlibatannya dalam pengembangan senjata roket, von Braun mengatakan, “Saya hanya akan berkata demikian: ketika negara Anda berada dalam situasi perang, ketika sahabat-sahabat Anda berguguran, ketika keluarga Anda terus-menerus dalam bahaya, ketika bom-bom meledak di sekitar Anda, dan ketika Anda kehilangan rumah Anda sendiri, konsep perang yang adil menjadi samar dan asing, dan Anda aku berusaha untuk membalas dengan setimpal atau bahkan lebih dari apa yang Anda dan sahabat-sahabat Anda alami.“ (Ward, 2008).

Sang ilmuwan menjawab dengan cukup diplomatis. Ini adalah argumen versi nasionalisme ala Kumbokarno. Von Braun ingin mengatakan bahwa pengabdiannya kepada rezim Nazi adalah soal nasionalisme dan solidaritas sebagai bangsa Jerman dan bukan karena ideologi Nazi atau sosok Hitler. Sosok von Braun memang cukup kontroversial. Banyak orang mengagumi pencapaiannya sebagai ilmuwan. Akan tetapi jejak masa lalunya tetaplah tidak pudar. Von Braun dianggap sebagai seorang oportunis yang siap menjual dirinya kepada siapa saya yang sama-sama terobsesi dengan pengembangan teknologi luar angkasa (Neufel, 2002). Barangkali, obsesi pribadi adalah hal yang paling penting bagi von Braun, sedangkan persoalan politik tidak begitu dihiraukan sejauh obsesi pribadi dapat terpenuhi.

Persoalan Tanggung Jawab Moral

Tanggung jawab moral dan obsesi keilmuan adalah dua tema yang sering kali dipisahkan satu sama lain. Van Braun barangkali mewakili pandangan para ilmuwan Nazi yang direkrut dalam Operation Paperclip dan sebagian ilmuwan juga yang memisahkan tanggung jawab moral dengan obsesi keilmuan. Tetapi ini bukanlah gambaran keseluruhan seorang ilmuwan. Masih banyak ilmuwan yang tidak memisahkan antara tanggung jawab moral kemanusian dengan obsesi keilmuan.

Martinus Ariya Seta | Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Hobi membaca dan jalan-jalan. Saat ini sedang menempuh studi doktoral dalam bidang Pendidikan Agama di Julius Maximilians Universität Würzburg

Dikutip Kompas.com, Kamis 06 Januari 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masalah Sekitar Perppu Tentang Cipta Kerja

Next Post

Taliban Serang Balik Pangeran Harry atas Pembunuhan 25 Orang di Afghanistan

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Taliban Serang Balik Pangeran Harry atas Pembunuhan 25 Orang di Afghanistan

Taliban Serang Balik Pangeran Harry atas Pembunuhan 25 Orang di Afghanistan

Ilustrasi Polisi/ Istimewa

Aneh Tapi Nyata, Polisi Ajak Rekan Setubuhi Istri, Komnas Perempuan Beri Data Mencengangkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist