• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Para-para Rakabuming Raka

fusilat by fusilat
December 18, 2024
in Feature, Pojok KSP, Seni & Budaya
0
Siang Ini Bawaslu Periksa Gibran Terkait Bagi-bagi Susu di CFD
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta – Setelah di-“bully” gegara salah sebut asam folat dengan asam sulfat, sehingga berbuah julukan “samsul”, kini Gibran Rakabuming Raka kembali di-“bully” gegara mengucapkan kata “para-para” yang seharusnya cukup “para” saja.

Sebab, kata “para” itu sendiri bermakna jamak yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “para” adalah kata penyerta yang menyatakan pengacuan ke kelompok.

Gibran, kini Wakil Presiden RI, mengucapkan kata “para-para” itu saat menyampaikan sambutan dalam sebuah acara yang kemudian viral setelah videonya dibagikan oleh akun X@PUTRA_NUSANTARA.

“Yang saya hormati tokoh-tokoh, para-para tokoh agama, para-para kiai, para-para ibu nyai yang hadir pada pagi hari ini … ” ucap putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu seperti terlihat dalam video yang viral itu.

Para tokoh agama berarti tokoh-tokoh agama. Para kiai berarti kiai-kiai. Para nyai berarti nyai-nyai. Jadi, kata para tak perlu diulang. Kalau diulang justru salah.

Para-para? Mungkin kata ulang itu tak akan terucap dari mulut Gibran jika bagian dari namanya tidak berulang, yakni Rakabuming Raka. Pengulangan kata Raka pada namanya kemudian menimbulkan kebiasaan pada ucapannya. Mungkin alam bawah sadarnya seperti itu.

Atau mungkin juga karena logikanya tidak berjalan, sebagaimana ketika Gibran mengucap asam sulfat untuk menyebut asam folat yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

Gibran, sebagaimana lazimnya, bukannya menjadi malu karena telah salah ucap para menjadi para-para, tapi justru diprediksi akan menjadikan salah ucapnya itu sebagai bahan sindiran atau ledekan kepada publik yang mengolok-oloknya.

Diprediksi Gibran akan mengucapkan kembali kata para-para ketika nanti berbicara di depan publik lagi, sebagaimana saat ia mendapat julukan Samsul.

Hal serupa telah dilakukan Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, saat ayahandanya diolok-olok dengan sebutan Mulyono, nama kecilnya. Ketika beberapa waktu lalu melakukan blusukan di Jakarta, misalnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengenakan rompi bertuliskan “Putra Mulyono” di bagian punggungnya, seolah menyindir atau meledek mereka yang menyebut Jokowi dengan nama kecilnya itu.

Blessing in Disguise

“Blessing in disguise”. Berkah di balik musibah. Mungkin itulah prinsip yang dipegang keluarga Jokowi yang pandai mengambil berkah di balik musibah, seperti salah ucap kata asam folat menjadi asam sulfat, dan kata para menjadi para-para.

Salah ucap itu justru mereka jadikan sebagai semacam berkah alih-alih penyesalan.

Dengan salah ucap itu, popularitas Gibran justru menanjak. Mereka pun tak pernah merasa malu. Bahkan sebaliknya, bangga.

Kelemahanmu adalah kekuatanmu. Begitulah mungkin prinsip hidup Jokowi dan keluarganya.

Ketika salah ucapnya Gibran dianggap awam sebagai kelemahan, mereka justru menganggapnya sebagai kekuatan.

Ketika salah ucap itu mestinya berimplikasi pada timbulnya rasa malu dalam benak Gibran, mereka justru menjadi bangga. Karena dengan salah ucap itu popularitas mereka justru menanjak.

Alhasil, ada sejumlah pemicu Gibran mengucap kata “para-para”. Pertama, mungkin karena bagian namanya berulang, Rakabuming Raka, sehingga memengaruhi alam bawah sadarnya.

Kedua, mungkin karena logikanya tak berjalan dengan baik, sehingga Gibran tak mengetahui bahwa kata para merupakan bentuk jamak, sehingga ketika diucapkan berulang menjadi para-para justru salah kaprah.

Ketiga, mungkin Jokowi dan keluarganya pandai melihat berkah di balik musibah atau “blessing in disguise’, sehingga dengan cepat, sim salabim, musibah itu ia sulap menjadi berkah.

Kelemahanmu adalah kekuatanmu. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seni Mencari Ijazah Jokowi Yang Asli

Next Post

Anggota DPR Diduga Tersangka Kasus CSR Bank Indonesia, KPK Sudah Tetapkan Dua Orang

fusilat

fusilat

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Ketahanan Perbankan ke depan Tetap Kuat, Meski Diterpa berbagai risiko ketidakpastian

Anggota DPR Diduga Tersangka Kasus CSR Bank Indonesia, KPK Sudah Tetapkan Dua Orang

Hotel Bintang 5 di IKN yang Dibahas Orang Terkaya RI Bakal Dibangun 8 Lantai

Prabowo Sebaiknya Pecat Maruarar Sirait yang Menyakiti Hati Orang Miskin

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...