Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi pertemuan Partai Nasdem dengan Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Partai Demokrat mendukung pertemuan tersebut, yang dinilainya dapat membuka peluang Partai Golkar bergabung dengan rencana Koalisi Perubahan.
Partai Demokrat mengajak partai politik lainnya yang belum bergabung dengan koalisi manapun untuk bergabung dengan koalisi perubahan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden. “Demokrat mendukung pertemuan ini, karena jika ada partai lain yang juga ingin ikut serta dalam Koalisi Perubahan ini, Demokrat akan menyambut baik. Prinsipnya bagi Demokrat, Koalisi Perubahan adalah koalisi yang terbuka,” ujar Herzaky lewat keterangan tertulisnya, Kamis (2/2)
Koalisi Perubahan yang beranggotakan Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan kerja sama politik yang punya kepastian karena koalisi perubahan sudah mencapai presidential threshold sebesar 20 persen dan bersepakat mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).
“Koalisi Perubahan merupakan koalisi pertama yang sudah memenuhi ambang batas presiden 20 persen dan jelas siapa calon presiden yang bakal diusung. Kalau-kalau ada teman-teman parpol lain yang mungkin masih galau, kami terbuka untuk menerimanya,” ujar Herzaky..
Koalisi Perubahan siap menyambut partrai lainnya yang ingin bergabung, Koalisi perubahan adalah koalisi terbuka dengan syarat harus menerima karakter perubahan dari Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS. ketiga partai tersebut sudah satu nafas untuk menghadapi kontestasi nasional mendatang
“Nasdem dengan prinsip restorasi, PKS dengan semangat perubahan, begitu juga Demokrat dengan semangat perubahan dan perbaikannya. Dengan adanya pertemuan-pertemuan lintas parpol seperti ini, harapan kami bisa membangun suasana yang cair dan sejuk menyambut Pemilu 2024,” ujar Herzaky.
Dalam pertemuan dengan pimpinan Partai Golkar kemarin Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh mengakui bahwa segala kemungkinan masih dapat terjadi terkait koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Termasuk kemungkinan Partai Nasdem bergabung dengan KIB, bersama Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).”Apakah perlu (Partai Nasdem) akan mungkin bergabung dengan KIB? ya sama-sama mungkin. Mungkin KIB juga bergabung dengan Nasdem kan, jadi probability, kemungkinan itu masih terbuka,” ujar Surya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (1/2).
Kemungkinan sebaliknya juga dapat terjadi ketika KIB justru bergabung dengan Partai Nasdem. Namun ia menekankan, pertemuan hari ini dengan Partai Golkar dalam upaya menjaga kondusifitas dan komitmen keduanya memprioritaskan kepentingan bangsa.
“Dalam suasana menjelang Pemilu memang multitafsir bisa terjadi di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja,” ujar Surya.
Ditanya, apakah pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto merupakan arahan dari Jokowi untuk menunjukkan kondusifitas koalisi pemerintahan yang baik, Surya menjawab tak ada perintah tersebut. Namun, Partai Nasdem ditegaskannya terus mengawal pemerintahan Jokowi hingga 2024.
“Saya tahu bahwasannya semuanya kami, baik Presiden Jokowi, saya, Mas Airlangga, dan semua harusnya partai-partai koalisi pemerintahan memprioritaskan suasana yang kondusif, yang agak sejuk kita,” ujar Surya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan sederet kesepakatan usai bertemu dengan Ketua Umum DPP partai NasDem Surya Paloh di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (1/2/2023).
Perjanjian kesepakatan yang dimaksud adalah menyatakan bahwa sebagai partai pendukung pemerintah sama-sama bersyukur atas keberhasilan dalam penanganan berbagai kondisi yang dialami Indonesia.
Mulanya Airlangga mengatakan bahwa pertemuannya dengan Surya Paloh membahas banyak hal. Namun, ada yang bisa disiarkan secara publik, ada pula yang tertutup.
Menurut Airlangga, adanya pertemuan tersebut pertama Surya Paloh mengajak Golkar agar bisa bersyukur setelah tiga tahun menghadapi ketidakpastian di Indonesia.
Kita tidak tahu bagaimana menghadapi Covid dan juga dengan tekanan ekonomi dalam 3 tahun ini. Alhamdulillah dengan modal dasar stabilitas politik partai-partai pendukung Bapak Presiden Joko Widodo, termasuk di sini , Partai Golkar dan Partai Nasdem, kita bisa melampaui badai,” kata Airlangga usai rapat di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (1/2/).





















