• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PBNU di Persimpangan: Saat Kursi Ketum Berpindah, Arah Organisasi Dipertaruhkan

fusilat by fusilat
December 10, 2025
in Feature, Komunitas
0
PBNU di Persimpangan: Saat Kursi Ketum Berpindah, Arah Organisasi Dipertaruhkan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di akhir 2025, langit organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu tampak tak sebening biasanya. Gedung megah PBNU di Kramat Raya—yang selama ini lebih sering menjadi pusat konsolidasi program sosial-keagamaan—mendadak berubah menjadi arena tarik-menarik kepentingan, perebutan legitimasi, dan silang tafsir atas kewenangan. Di balik pintu tertutup ruang rapat syuriyah dan tanfidziyah, suara-suara yang biasanya lirih kini terdengar tebal: soal siapa yang paling berhak memegang kemudi NU menjelang muktamar 2026.

Gus Yahya di Tengah Badai

Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya, tak pernah membayangkan masa khidmahnya (2022–2027) akan diguncang sekeras ini. Ia datang sebagai figur pembaru, mencoba membuka wajah NU kepada dunia, menjalin diplomasi internasional, hingga merumuskan ulang orientasi organisasi. Namun menjelang akhir 2025, kritik internal menumpuk: sebagian pengurus menilai gaya kepemimpinannya terlalu sentralistis, kurang melibatkan struktur bawah, dan mengambil keputusan strategis tanpa cukup musyawarah.

Puncaknya terjadi ketika sejumlah pengurus mengeluarkan desakan agar Gus Yahya mundur. Surat, pernyataan sikap, dan manuver bertingkat muncul seperti gelombang. Gus Yahya menolak, menyebut langkah itu tidak memiliki dasar AD/ART dan lebih mirip tekanan politis daripada mekanisme organisasi. “Saya masih ketua umum yang sah,” begitu pernyataannya dalam beberapa kesempatan—kalimat sederhana yang menggambarkan bahwa ia sadar akan posisi sekaligus sadar ancaman.

Dari Ulama ke Ulama: Rapat Penentu

Ketegangan itu membuat para kiai sepuh turun gunung. Dalam tradisi NU, ulama karismatik kerap menjadi penengah ketika struktur formal tak lagi cukup mampu meredam sengketa. Rapat Alim Ulama pada 23 November 2025 menjadi titik balik. Di forum itu, para kiai menyepakati dua hal:

  1. Tidak ada pemakzulan.

  2. Stabilitas organisasi lebih penting dibanding manuver individu.

Keputusan itu seolah menjadi rem darurat. Namun konflik tak sepenuhnya padam. PBNU masih memerlukan mekanisme transisi yang bisa menjaga organisasi berjalan tanpa terus membawa bara.

Lahirnya Pj Ketum: Jalan Tengah atau Kompromi Politik?

Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 akhirnya menghasilkan jalan keluar: menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Pejabat Ketua Umum (Pj Ketum), menggantikan fungsi eksekutif Gus Yahya hingga muktamar. Inilah kompromi paling realistis — tidak menjatuhkan ketua umum, tetapi menggeser fungsi kepemimpinan operasional kepada figur yang dianggap netral, alim, dan diterima banyak pihak.

Zulfa Mustofa bukan nama baru. Ia lama dikenal sebagai kiai yang tenang, tak banyak bicara, tetapi disegani di jaringan pesantren Jawa. Di bawah permukaannya, ia punya reputasi mampu merajut pihak-pihak yang bertolak belakang. Penunjukan ini, bagi sebagian analisis internal NU, bukan hanya soal teknis organisasi, tetapi pernyataan bahwa syuriyah ingin memastikan NU kembali ke jalur kolektif—bukan sekadar bergantung pada gaya satu figur.

Rotasi Diam-Diam: Ketika Sekjen Pun Bergeser

Gejolak itu sebenarnya tak terjadi semalam. Dalam beberapa bulan terakhir, PBNU sudah melakukan rotasi kunci: posisi sekretaris jenderal berpindah dari Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ke Amin Said Husni. Pergantian itu sempat mengundang tanda tanya: apakah berkaitan dengan ketegangan internal atau hanya kebutuhan penyegaran? Tanpa jawaban tegas, spekulasi justru berkembang—dan menjadi bagian dari mozaik besar konflik kepengurusan.

NU Menjelang 2026: Rebutan Arah, Rebutan Warisan

Muktamar 2026 menjadi horizon yang terus mendekat. Perebutan posisi di NU bukan sekadar rebutan jabatan; ia berkaitan dengan:

  • Arah politik NU menjelang pemilu daerah dan konsolidasi nasional.

  • Relasi NU dengan pemerintah, yang dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi sorotan publik.

  • Posisi NU di arena global, terutama setelah Gus Yahya banyak mendorong diplomasi internasional.

  • Pertarungan antara modernisasi organisasi dengan tradisi kepesantrenan yang menekankan kehati-hatian.

PBNU sedang berada di wilayah abu-abu: antara pembaruan dan konservasi, antara diplomasi global dan kerja akar rumput, antara politik nasional dan komitmen pada jamaah.

Di Akar Rumput: Jamaah Ingin Tenang

Di tengah hiruk-pikuk elit, jamaah dan warga NU menjalani hari dengan cara yang sama: pengajian rutin, kegiatan sosial, kerja dakwah, dan pelayanan umat. Kebanyakan masyarakat NU bahkan tidak terlalu peduli siapa yang menjabat apa — sampai konflik itu menyentuh garis yang lebih sensitif: kredibilitas ulama. Mereka hanya ingin NU tetap menjadi rumah besar, penuntun tradisi, bukan gelanggang perebutan kekuasaan.

Seorang kiai kampung di Jawa Tengah berkata, “NU itu milik umat, bukan milik siapa yang duduk di Kramat Raya.” Kalimat sederhana, tetapi mencerminkan keresahan: jangan sampai konflik elite menodai wajah organisasi yang selama ini menjadi jangkar moral bangsa.

Penutup: Menata Arah, Menjaga Marwah

Penunjukan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum adalah upaya meredakan krisis, tetapi bukan akhir cerita. Di baliknya masih tersisa PR besar: menata ulang komunikasi internal, membangun kembali kepercayaan, dan memastikan NU kembali ke poros utamanya sebagai organisasi keagamaan yang inklusif, tenang, dan bijak.

Menuju muktamar 2026, PBNU ibarat kereta besar yang tengah melambat di tanjakan: stabil, tetapi rawan tergelincir jika penumpangnya saling menarik rem dari arah berbeda.

Pertanyaannya kini bukan siapa yang akan memimpin NU selanjutnya, melainkan arah seperti apa yang ingin diwujudkan — dan apakah para aktornya masih ingat bahwa NU lahir bukan untuk kepentingan segelintir orang, melainkan untuk kemaslahatan umat yang jauh lebih luas.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

M Sarmuji: Reinkarnasi “Kitab Sejarah Golkar yang Hilang”

Next Post

Ketika Mesin Berani Menjawab Dengan Jujur: “Jokowi Bukan Alumni UGM”

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP
Economy

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Feature

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Next Post
Ketika Mesin Berani Menjawab Dengan Jujur:  “Jokowi Bukan Alumni UGM”

Ketika Mesin Berani Menjawab Dengan Jujur: “Jokowi Bukan Alumni UGM”

Deformasi Reformasi: Dari Janji Kemerdekaan Ekonomi ke Jerat Neoliberalisme dan Utang Asing

Deformasi Reformasi: Dari Janji Kemerdekaan Ekonomi ke Jerat Neoliberalisme dan Utang Asing

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

August 3, 2026
Disetujui Presiden, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA naik

Listrik Padam Massal di Jaksel dan Tangsel Sejak Subuh, PLN Selidiki Gangguan Suplai Gardu Induk Gandul

August 3, 2026

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

August 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist