FusilatNews– Kader PDIP yang juga Ketua DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Purworejo, Albertus Sumbogo membuat panas internal PDIP setelah disebut-sebut celeng oleh Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto alias Pacul. Pacul mengkritisi deklarasi atau dukungan kader terhadap Ganjar Pronowo sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Albertus menyerang balik dengan menyatakan bahwa kader PDIP di Jateng sekarang bermental pesuruh, bebek, dan beo di bawah kepemimpinan Pacul.
“Di bawah tekanan kepemimpinan beliau [Pacul] lahirlah kader-kader dengan mental babu, bebek dan beo,” kata Albertus dikutip CNNIndonesia.com, Selasa (12/10).
Albertus mengaku bahwa pihaknya sebenarnya merasa prihatin atas sebutan celeng yang dikatakan oleh Bambang. Meskipun demikian, menurutnya adanya hal itu justru bisa menjadi semangat tersendiri bagi para pendukung Ganjar untuk tetap berjuang.
Merespons Albertus, Wakil Bendahara DPD PDIP Jateng, Dede Indra Permana Soediro, menyampaikan bahwa DPD PDIP Jateng justru menorehkan banyak prestasi elektoral di bawah kepemimpinan Pacul.
Salah satunya, kata Dede, DPD PDIP Jateng berhasil memperoleh 42 kursi dari total 120 kursi di DPRD Jateng periode 2019-2024.
“Di pemilu legislatif 2019 PDIP semula hanya menargetkan 36 kursi di DPRD Jateng, tetapi pada akhirnya berhasil meraup 42 kursi. Hasil ini tidak mungkin diraih jika struktur dan mesin pemenangan partai tak solid,” ujarnya dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.
Dede menjelaskan, perolehan kursi tersebut juga naik signifikan dibandingkan Pemilu 2014, di mana DPD PDIP Jateng hanya memperoleh 27 dari total 100 kursi DPRD Jateng kala itu.
Bahkan, lanjutnya, DPD PDIP Jateng juga berhasil menyumbangkan 26 kursi DPR RI pada Pemilu 2019.
“Jumlah ini juga melebihi target karena semula targetnya 23 kursi. Ternyata perolehannya 26 kursi dari total 77 kursi yang tersedia di seluruh daerah pemilihan Jateng,” ungkapnya.
Dede melanjutkan, hal yang tak kalah penting lainnya ialah kemenangan Ganjar Pranowo di Pilkada Jateng 2013 dan 2018 terwujud karena barisan partai solid dan tegak lurus menjalankan rekomendasi Megawati.
Berangkat dari itu, Dede meminta Albertus melihat perkembangan prestasi elektoral di Jateng dari kenaikan kursi, baik di legislatif maupun di eksekutif.
Dia juga meminta Albertus bersikap tertib dalam berorganisasi karena sosok yang bisa menentukan capres yang akan diusung pada Pilpres 2024 hanya Megawati.
“Bagaimanapun Pak Albertus terikat di kepengurusan partai. Langkah, sikap, dan tindakan hendaknya tegak lurus dengan struktur diatasnya, sehingga tidak masuk dalam ambisi pribadi seseorang,” ucapnya.
Pacul sebelumnya menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan capres mendahului arahan Megawati telah keluar dari barisan.
“Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng,” uajrnya di Sukoharjo, Sabtu (9/10) seperti dikutip detikcom.























