Pernyataan Presiden Jokowi dalam acara tersebut ditanggapi oleh Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dengan mengatakan bahwa dinamika politik teranyar terlalu banyak drama. Meski begitu, ia justru mempertanyakan sosok sutradara yang mengarahkan jalannya cerita dari drama tersebut.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam pidato pada acara HUT ke-59 Golkar 6 November lalu Presiden Jokowi mengatakan terlalu banyak drama hingga sinetron dalam perpolitikan nasional terkini. Tetapi Presiden tak memberikan penjelasan rinci terkait perpolitikan mana yang seperti drama itu.
“Saya lihat akhir-akhir ini yang kita liat adalah terlalu banyak dramanya. Terlalu banyak drakornya. Terlalu banyak sinetronnya. Sinetron kita liat. Mestinya pertarungan gagasan, pertarungan ide. Bukan pertarungan perasaan,” ujar Jokowi.
Selanjutnya Presiden Jokowi mengingatkan para kandidat yang bertarung di Pilpres 2024 untuk tetap menjaga persatuan. karena seluruh pihak yang bertarung merupakan anggota keluarga Indonesia.
Pernyataan Presiden Jokowi dalam acara tersebut ditanggapi oleh Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dengan mengatakan bahwa dinamika politik teranyar terlalu banyak drama. Meski begitu, ia justru mempertanyakan sosok sutradara yang mengarahkan jalannya cerita dari drama tersebut.
“Ya saya kira betul juga ya kalau Pak Presiden menyampaikan hal tersebut. Tetapi pertanyaannya siapa sih sebenarnya sutradaranya? Siapa yang membuat drama ini?” kata Andreas dalam dialog yang digelar Para Syndicate di Jakarta Selatan, Jumat (10/11).
Menurutnya, drama itu telah menimbulkan rasa kecewa, marah, sakit hati, hingga gembira yang dirasakan masyarakat.
Ia khawatir rasa tidak percaya terhadap pemimpin muncul dan menjadi ancaman yang berbahaya.
“Hal yang menurut saya paling berbahaya ke depan adalah rasa curiga dan saling tidak percaya. Kalau misalnya, terhadap pemimpin, pemimpin berbicara dan orang sudah tidak percaya lagi, ini repot,” ucap Andreas.
Dia menyebut gejala tidak percaya dengan pernyataan Jokowi kini mulai muncul.
“Karena di dalam medsos semua terekam apa yang diomongin kemarin, kemudian apa yang diomongin hari ini. Ya kalau berbeda-beda itu kan sudah. Dan apakah ini yang dimaksudkan dengan drama tadi?” tanya Andreas.
























