Jakarta – Fusilatnews – Hasil survey terbaru yang dirilis oleh Lembaga Survey Indonesia versi Danny JA menjelaskan potensi elektabilitas PDIP mengungguli potensi elektabilitas Golkar dengan potensi perolehan suara 20,9 persen untuk PDIP dan 14,5 persen untuk Golkar. Kedua parpol ini memimpin potensi perolehan suara di populasi umum
“PDIP di populasi umum mendapatkan dukungan sebesar 20,9 persen, Golkar di populasi umum mendapatkan dukungan sebesar 14,5 persen,” ujar Pendiri LSI Denny JA dalam keterangannya, Selasa (1/11/2022).
Gerindra menduduki Posisi ketiga pada populasi pemilih umum 9,8 persen, PKS 8,3 persen, dan PKB 5,9 persen. Selain itu,untuk populasi pemilih tidak pro-syariat Islam, PDIP dan Golkar kembali unggul.
PDIP di populasi yang tidak pro-syariat Islam memperoleh suara 23,6 persen. Golkar di populasi yang tidak pro-syariat Islam memperoleh 17,7 persen. Diikuti oleh Gerindra 10,5 persen, Demokrat 6 persen, dan PKB 4,7 persen.
Untuk populasi pemilih pro syariat Islam dua partai unggul yaitu PKS dan PPP. PKS di populasi pro-syariat Islam mendapatkan dukungan sebesar 18 persen dan PPP di populasi pro-syariat Islam mendapatkan dukungan 14 persen.
Kemudian diikuti PKB di populasi pro-syariat Islam yang juga mendapat dukungan sebesar 10,2 persen lebih unggul dibandingkan populasi umum. Lalu PAN dan Gerindra memperoleh delapan persen.
Sebelumnya, Survei LSI Denny JA juga menunjukkan terjadinya pertumbuhan publik yang mendukung syariat Islam di Indonesia. Saat publik ditanya seberapa setuju jika ada sekelompok orang/golongan di Indonesia memberikan aspirasi mereka dengan menyarankan ideologi pancasila diganti dengan syariat Islam sebagai panduan hukum berbangsa dan bernegara, publik yang menyatakan setuju/sangat setuju sebesar 12,5 persen.
Publik yang menyatakan sangat tidak setuju/tidak setuju jauh lebih besar yakni 77,8 persen, dan 9,7 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab. Meski yang pro syariat Islam hanya 12,5 persen, tetapi persentase ini mengalami kenaikan dalam lima tahun.
“Publik yang pro-syariat Islam terus menaik angkanya. Dengan pertanyaan yang sama di tahun 2012, publik yang pro-syariat Islam berada di angka 5,6 persen,” kata Pendiri LSI Denny JA dalam penjelasannya
“Lima tahun kemudian, di tahun 2017, angkanya menjadi 9,3 persen. Sekarang di tahun 2022, angkanya menjadi 12,5 persen,” tambah Denny.
Survei yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) versi Denny JA, melibatkan 1200 responden di 34 provinsi dengan tekhnik pengumpulan data, wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error 2,9 persen dan waktu pengumpulan data dari 11 SSeptember 2022 hingga 20 September 2022. Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.
























