• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pejabat Indonesia Enggan Naik Transportasi Umum – Tak Memberi Contoh

Pejabat dan Transportasi Publik: Antara Indonesia dan Dunia

Ali Syarief by Ali Syarief
February 8, 2025
in Feature, Lalu Lintas
0
Menko Airlangga Klaim Defisit APBN Lebih Baik dari Negara Lain
Share on FacebookShare on Twitter

Di banyak negara maju, penggunaan transportasi umum oleh pejabat pemerintah bukanlah hal yang luar biasa. Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, misalnya, kerap terlihat naik kereta bawah tanah di London. Di Jepang, pejabat tinggi, bahkan Perdana Menteri, tidak jarang menggunakan shinkansen untuk perjalanan dinas. Fenomena ini bukan sekadar simbol kesederhanaan, tetapi juga mencerminkan efisiensi serta dukungan terhadap sistem transportasi publik.

Sebaliknya, di Indonesia, pejabat yang menggunakan transportasi umum masih menjadi pemandangan langka. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia tidak menggunakan MRT karena tidak ada pemberhentian di depan kantornya. “Saya mau naik MRT kalau berhenti di depan situ,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bagaimana pejabat di Indonesia masih mengutamakan kenyamanan pribadi ketimbang mendukung sistem transportasi publik.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) telah mendorong agar pejabat lebih sering menggunakan angkutan umum, setidaknya sekali seminggu. Hal ini bukan hanya untuk memberikan contoh kepada masyarakat, tetapi juga untuk memahami langsung kondisi dan tantangan transportasi umum. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak pejabat lebih memilih kendaraan dinas yang dikawal, sehingga semakin memperburuk kemacetan di ibu kota.

Sebagai perbandingan, di negara seperti Jerman dan Singapura, penggunaan transportasi umum oleh pejabat tidak hanya menjadi kebiasaan tetapi juga bagian dari kebijakan penghematan anggaran negara. Kanselir Jerman, misalnya, sering kali naik kereta cepat untuk perjalanan dinas. Di Singapura, para menteri dan pejabat senior terbiasa naik MRT atau bus tanpa pengawalan berlebihan. Budaya ini mencerminkan kedisiplinan dan efisiensi, serta menunjukkan kepedulian terhadap sistem transportasi yang mereka kelola.

Sebaliknya, di Indonesia, penggunaan kendaraan dinas dan pengawalan ketat masih menjadi simbol status bagi banyak pejabat. Hal ini tidak hanya menciptakan kesenjangan antara pemerintah dan rakyat, tetapi juga memperparah ketimpangan sosial. Padahal, jika pejabat lebih sering menggunakan transportasi umum, mereka akan lebih memahami kebutuhan masyarakat dan dapat mendorong kebijakan yang lebih baik dalam pengelolaan transportasi publik.

Sebagian kecil pejabat telah memberikan contoh positif. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pernah tertangkap kamera sedang menggunakan MRT Jakarta. Meskipun ini merupakan langkah baik, namun belum menjadi kebiasaan umum di kalangan pejabat lainnya.

Jika Indonesia ingin menjadi negara dengan sistem transportasi publik yang maju, maka para pejabat harus memulainya dengan memberikan contoh. Mengurangi penggunaan kendaraan dinas dan lebih sering menggunakan transportasi umum bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat setiap hari. Sebab, bagaimana mungkin kebijakan transportasi publik bisa efektif jika para pengambil kebijakan sendiri tidak pernah mengalaminya secara langsung?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kolaborasi ĶPK- Ķemenàg berencana Terbitkan buku Antikorupsi Berbasis Agama

Next Post

Menghapus Stigma dan Mewujudkan Aceh Bebas Pasung

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
Next Post
Menghapus Stigma dan Mewujudkan Aceh Bebas Pasung

Menghapus Stigma dan Mewujudkan Aceh Bebas Pasung

AKBP Bintoro, AKP Mariana Dipecat dari Polri karena Terlibat Kasus Suap

AKBP Bintoro, AKP Mariana Dipecat dari Polri karena Terlibat Kasus Suap

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...