Oleh *Sadarudin el Bakrie pengamat ekonomi politik, Alumni Universitas Negeri Jember.
Munculnya tiga tokoh nasional perempuan yaitu Puan Maharani, Khofifah Indar Parawansa, dan Yenny Wahid (Zannuba Ariffah Chafsoh) di ajang pencalonan Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2024, membuat persaingan menuju RI 1 dan RI 2 semakin semarak dan meriah meski tidak begitu ketat.
Untuk menjadi capres dan cawapres sedikitnya harus ada dua aspek yang saling melengkapi yaitu elektabilitas atau basis dukungan massa riel dan ada partai politik atau koalisi partai yang bersedia mengusung menjadi capres maupun cawapres
Dari aspek dukungan Partai politik pengusung Puan paling berpeluang menjadi capres atau cawapres. sedangkan Khofifah Indah Parawansa maupun Yenny Wahid (Zannuba Ariffah Chafsoh) masih kurang begitu jelas jika ditinjau dari dukungan partai politik pengusung.
Meski diusung oleh partai besar Puan punya masalah elektabilitasnya yang sangat rendah. ditengah minimnya prestasi Puan dalam kipra pembangunan nasional khususnyaa sebagai politikus di DPR, elektabilitas Puan sulit didongkrak meski dilakukan berbagai pendekatan menaikkannya.
“Ketiga sosok itu memang punya kelebihan masing-masing. Pertama, Puan pernah menjadi menteri dan anggota DPR RI. Sekarang Puan menjadi Ketua DPR RI. Pengalamannya itu tentu membuatnya layak menjadi capres atau cawapres. Dukungan partainya juga sangat kuat sehingga peluang diusung menjadi Capres sangat besar,” katanya.
Khofifah Indar Parawansa pernah menjadi menteri dan sekarang menjabat Gubernur Jawa Timur. juga menjabat sebagai Ketua Muslimat NU, elektabilitas Chofifah cukup bagus karena punya basis massa riel yang cukup jelas. Disamping punya pengalaman memimipin kementerian. Kelemahannya Khofifah sampai saat ini belum ada partai politik yang tertarik untuk mengusungnya.
Yenny Wahid lebih dikenal sebagai aktivis dan pendiri PKB. dikenal sangat dekat dengan jajaran Pengurus Besar NU saat ini. kelemahannya masih terjdi “konflik” antara Yenny Ketua PKB Muhaimin Iskandar, dan berharap mendapatkan dukungan dari partai politik lain i luar PKB.
Yenny Wahid punya basis massa cukup kuat, khususnya dari Gusdurian. Para Gusdurian sangat loyal terhadap keluarga Gus Dur. kelemahannya elektabilitas Yenny belum terlihat. Dan tidak jelas partai politik mana yang bersedia mengusung untuk dijadikan capres atau cawapres.
Jadi menurut saya sebagai pengamat tiga tokoh Perempuan itu peluangnya untuk diusung sebagai capres atau cawapres sangat kecil karena punya kelemahan yang mendasar yaitu dari dari dua aspek yang tidak saling melengkapi. Ada yang punya dukungan kuat dari partai politik besar tapi tak punya elektabilitas dan sebaliknya ada yang punya dukungan elektabilitas cukup lumayan tapi belum ada yang tertarik mengusungnya untuk bersaing menuju RI 1 dan RI 2.


























