Jakarta -Fusilatnews – Pemerintah melalui Menteri Perhubungan berencana menerapkan tarip diskriminasi untuk angkutan Kereta Rel Listrik yaitu tarip subsidi silang atau cross subsidi , tarip berbeda untuk penumpang yang mampu dan penumpang berpenghasilan rendah
Rencana ini ditanggapi oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin . Menurut Wakil Presiden kebijakan ini harus dikaji secara matang, dari aspek implementasinya, kekurangan dan kelebihannya.
“Apakah nanti implementasinya seperti apa, mungkin perlu diuji coba dulu, diuji coba dulu seperti apa hasilnya, bagaimana kekurangan-kekurangannya,” kata wapres Ma’ruf di Istana Wakil Presien, Jakarta, Kamis 29/12.
Menurut wapres rencana penerapan subsidi silang itu ide bagus karena bersifat saling menolong tapi harus melalui pengkajian yang matang.
“Kalau idenya kan memang baik supaya yang kuat itu menolong yang lemah dan memang pembebanan itu supaya juga disesuaikan dengan daya pikulnya, istilahnya cross subsidy, yang kuat membantu yang lemah, itu idenya sudah betul,” kata Wapres.
Pemerintah saat ini sedang mematangkan pengkajian sebelum kebijakan diputuskan agar tak timbul persoalan dikemudian hari
.”Sebab satu ide yg baik itu kadang-kadang juga perlu implementasinya perlu dicoba, dipaskan, ditepatkan sehingga nanti gimana hal-hal yang perlu diperbaiki, tentu Pemerintah akan melakukan uji coba terlebih dahulu (jika kebijakan ini dilakukan),” kata wapres.
























