Jakarta – Fusilatnews – Ancaman wabah Monkeypox (Mpox) mulai menyebar di Eropa, hanya sepekan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat kesehatan global terkait ancaman pandemi virus tersebut.
Sebagai respons terhadap situasi ini, PT Angkasa Pura II (Persero), pengelola utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali memperketat protokol kesehatan dengan memasang alat deteksi suhu tubuh (thermal scanner) di area kedatangan internasional Terminal 2 dan Terminal 3. Langkah ini diambil guna mencegah masuknya virus Monkeypox melalui wisatawan mancanegara.
M. Holik Muardi, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, menegaskan bahwa pemasangan thermal scanner merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus Mpox di Indonesia.
“Kami telah mengimplementasikan berbagai langkah proaktif untuk mencegah penyebaran virus Monkeypox di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Holik di Tangerang, Minggu (1/9), seperti dikutip dari Antara. “Kami bekerja sama erat dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) dan berbagai pihak terkait, memastikan bahwa setiap penumpang yang memasuki Indonesia telah melalui proses screening yang komprehensif sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.”
Holik menambahkan, Bandara Soekarno-Hatta mengedepankan kesehatan dan keselamatan penumpang serta personel bandara dengan memperkuat langkah-langkah pencegahan, fokus pada deteksi dini, penanganan yang tepat, dan penyediaan fasilitas yang memadai.
“Untuk menghadapi ancaman penyebaran Monkeypox, kami telah melakukan berbagai langkah kolaboratif dengan berbagai instansi terkait,” jelasnya.
Selain itu, jika ditemukan penumpang yang dicurigai terinfeksi monkeypox di area kedatangan internasional, AP II akan segera memisahkan penumpang tersebut dari penumpang lainnya. “Penumpang yang diduga terinfeksi Monkeypox akan langsung diarahkan ke ruang isolasi sementara yang telah disiapkan khusus di bandara. Di ruang isolasi ini, penumpang akan menjalani pemeriksaan medis lanjutan oleh tim kesehatan yang selalu siaga 24 jam,” tambah Holik.
Dewan Pandemic Fund Bakal Gelar Sidang
Menanggapi penyebaran cacar monyet yang semakin meluas, Dewan Pandemic Fund mengumumkan rencana untuk menggelar sidang darurat guna merumuskan langkah-langkah penanganan wabah ini secara global. Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh Monkeypox dan perlunya kerja sama internasional untuk mengatasinya.
Langkah cepat dan tanggap yang dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta menjadi contoh penting dalam menghadapi situasi darurat kesehatan global seperti ini.























