Jakarta – Fusilatnews – Calon Gubernur DKI Jakarta dari KIM Plus, Ridwan Kamil, berusaha menarik simpati pendukung Anies Baswedan dengan menawarkan solusi konkret bagi pembangunan Jakarta. Meskipun menyadari adanya basis pendukung Anies yang mungkin tidak akan memilihnya, Ridwan Kamil optimistis bahwa gagasan yang diusungnya dapat menarik perhatian masyarakat Jakarta.
“Bagi saya, ini bukan tentang basis siapa atau basis siapa. Dari dulu, dalam dua kali pilkada (di Jawa Barat), saya hanya menjual gagasan. Tidak peduli siapa yang dulu memiliki kekuatan lebih, sama saja,” ujar Ridwan Kamil, yang akrab disapa Bang Emil, saat menghadiri deklarasi relawan Emil-Suswono di Jakarta Selatan, Ahad (1/9/2024).
Bang Emil, sebelum didukung oleh koalisi KIM Plus yang terdiri dari 12 partai, telah dua kali memenangkan pilkada di Jawa Barat: sebagai Wali Kota Bandung (2013-2018) dan Gubernur Jawa Barat (2018-2023). Ia menekankan bahwa dalam setiap kontestasi politik yang dimenangkannya, gagasan adalah satu-satunya modal kampanye yang ia tawarkan kepada masyarakat.
Mantan Gubernur Jawa Barat ini percaya diri bisa mencapai target 50 persen plus satu suara untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2024-2029. “Saya pernah melawan delapan pasangan di Pilwalkot Bandung, dan juga di Pilgub Jabar melawan Wakil Gubernur Pak Dedi Mizwar. Konsistensi saya tetap pada penjualan gagasan, terlepas dari basis massa mana pun,” lanjutnya.
Meskipun basis pendukung Anies Baswedan di Jakarta besar, Ridwan Kamil yakin bahwa gagasan yang ditawarkannya akan mampu memenangkan hati masyarakat Jakarta. Ia bersama calon wakilnya, Suswono, percaya bahwa melalui gagasan dan program kerja yang konkret, mereka bisa memperoleh dukungan yang cukup untuk memenangkan Pilkada Jakarta.
Di Pilkada Jakarta 2024, rival utama Ridwan Kamil-Suswono bukanlah Anies Baswedan, melainkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno yang diusung oleh PDI Perjuangan, serta pasangan calon independen Dharma Pongrekun dan Kun Wardana. Anies Baswedan, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Jakarta (2018-2023), gagal mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju kembali di Pilkada 2024.
Anies Baswedan, yang selama ini dikenal sebagai tokoh paling populer dengan elektabilitas tertinggi di antara semua calon, masih belum memutuskan sikapnya terkait dukungannya dalam Pilkada Jakarta. Namun, DPP PDI Perjuangan sudah mengajak Anies Baswedan untuk menjadi bagian dari tim pemenangan pasangan Pramono Anung-Rano Karno.
Sementara itu, Ridwan Kamil berupaya memanfaatkan momentum ini untuk menarik para pemilih yang belum menentukan pilihan, khususnya mereka yang kecewa karena Anies tidak kembali diusung. Dengan menawarkan program-program inovatif dan solusi konkret untuk masalah perkotaan di Jakarta, Ridwan Kamil dan Suswono berharap dapat menarik suara dari berbagai kalangan, termasuk dari pendukung Anies Baswedan.


























