Oleh: Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han – Intelektual Bela Negara
Setiap insan manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin bagi dirinya masing – masing. Tahu apa yang dibutuhkan, tahu arah yang dituju dan bagaimana cara mencapai tujuannya sebagai bentuk tanggung jawab sebagai makhluk berpikir.
Dengan demikian maka akan menghadirkan kehidupan sosial yang lebih ramah, lebih tenang, lebih harmoni yang dibutuhkan oleh lingkungan sosial agar dapat fokus beraktivitas maupun berproduktifitas.
Ada lima prinsip kepemimpinan menurut Taoisme;
- Jelas (seorang pemimpin harus jelas mengenai apa yang diinginkan, dituju dan ditargetkan karena jika tidak jelas akan membingungkan). Jelas secara korespondensi (apa yang dikatakan cocok dengan kenyataan tidak dimanipulasi dan tidak dipalsu – palsukan, jika mengatakan A maka A realisasinya).
Jelas secara korehensi (konsisten, istiqomah tidak mudah berubah – ubah, tadi mengatakan A, besok tetap mengatakan A agar anggota atau bawahan tidak bingung).
Jelas secara pragmatis (menjelaskan apa yang diinginkan agar mencapai hasil yang jelas). - Simpel (seorang pemimpin berpikir to the point, saat merancang apa yang diinginkan tidak masalah melebar namun saat memutuskan harus tegas dan jelas).
- Seimbang (seorang pemimpin dapat memadukan dan harmonisasi antara ying dan yang sebagai keseimbangan dua dimensi, tahu kapan lembut kapan keras, kapan semangat kapan istirahat, kapan tegas dan kapan lunak agar menimbulkan rasa nyaman dan respek dari bawahannya).
- Rendah hati (seorang pemimpin memposisikan diri di bawah sebagai wadah agar bisa menampung berbagai aspirasi dari anggota, bawahan ataupun rakyat yang dipimpinnya).
- Berani melepaskan (seorang pemimpin mampu melepaskan setelah yakin dengan apa yang diputuskan, agar bawahan atau masyarakat dapat menjalankannya dengan tidak mengklaim sebagai hasil karyanya biarkan alam yang bekerja dengan hukum – hukumnya terpenting sebagai pemimpin sudah menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik – baiknya hasil, manfaat dan efek di luar kuasanya).
Dalam kehidupan manusia yang absurd, dibutuhkan pikiran – pikiran terbuka yang menyejukan dari setiap insan manusia agar memudahkan dan terlihat jelas sebagai petunjuk – petunjuk jalan kehidupan agar terhindar dari masalah yang merugikan dan mengancam keselamatan hidup manusia.
Dalam konteks kehidupan demokrasi sejatinya seorang pemimpin hadir bukan semata atas dasar faktor popularitas tetapi terpenting adalah kapasitasnya, dengan memiliki konsep dasar yang baik tentang perkembangan lingkungan strategis nasional maka akan memberi manfaat lebih luas bagi kehidupan nasional dalam jangka panjang (stabilitas), karena keselamatan sebuah bangsa adalah utama.


























