Bandung–Fusilatnews — Pemerintah Kota Bandung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hujan deras disertai angin kencang dan petir diprediksi dapat terjadi secara tiba-tiba dan memicu berbagai gangguan, mulai dari banjir hingga pohon tumbang.
BPBD menyampaikan bahwa beberapa wilayah di Bandung termasuk dalam kategori rawan bencana hidrometeorologi. Titik-titik yang kerap terdampak banjir meliputi kawasan Pasteur, Pagarsih, Cicaheum, Gedebage, dan Kiaracondong. Sementara itu, wilayah perbukitan seperti Dago Atas dan Ledeng diingatkan memiliki potensi longsor terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Dalam imbauannya, BPBD meminta warga menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun baliho, serta segera menghentikan aktivitas luar ruang ketika awan gelap muncul atau petir mulai terdengar. Masyarakat juga diimbau membersihkan selokan dan saluran air di sekitar rumah untuk mencegah penyumbatan yang dapat memperburuk banjir.
Selain itu, warga diminta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan siap konsumsi, air minum, senter, serta perlengkapan darurat lainnya. Pengendara juga diingatkan untuk menurunkan kecepatan saat hujan deras karena kondisi jalan licin dan jarak pandang berkurang.
Pemerintah Kota Bandung mengajak masyarakat terus memantau informasi melalui kanal resmi BMKG, BPBD, dan Pemkot Bandung untuk memastikan memperoleh perkembangan cuaca yang valid. Dalam keadaan darurat, warga dapat segera menghubungi Bandung Call Center 112 untuk mendapatkan bantuan cepat.





















